Legitimasi dan Kesalehan dalam Historiografi Islam Awal Analisis Pemikiran Fred M. Donner
pdf

Keywords

historiografi Islam awal
legitimasi
kesalehan
Fred M. Donner
ingatan kolektif

How to Cite

Legitimasi dan Kesalehan dalam Historiografi Islam Awal Analisis Pemikiran Fred M. Donner. (2025). Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 17(4), 1181-1190. https://cibjournal.com/index.php/tashdiq/article/view/4727

Abstract

Historiografi Islam awal merupakan kajian yang kompleks karena lahir dari tradisi keagamaan yang lebih menekankan dimensi normatif dan etis dibandingkan pencatatan sejarah dalam pengertian modern. Kondisi ini menyebabkan penulisan sejarah Islam awal tidak dapat dilepaskan dari persoalan legitimasi otoritas, kesalehan religius, dan pembentukan identitas komunitas Muslim. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Fred M. Donner mengenai historiografi Islam awal dengan menyoroti relasi antara legitimasi politik, kesalehan (piety), dan ingatan kolektif dalam proses penulisan sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis karya-karya utama Donner serta literatur historiografi Islam kontemporer.

Hasil kajian menunjukkan bahwa menurut Donner, historiografi Islam awal berkembang secara bertahap melalui empat fase, yaitu fase pra-historis, proto-historis, awal literasi, dan literasi penuh. Setiap fase mencerminkan perubahan kebutuhan komunitas Muslim, dari penekanan pada kesalehan etis dan penguatan iman, hingga penggunaan sejarah sebagai sarana legitimasi politik dan keagamaan. Sejarah tidak ditulis sebagai catatan netral atas peristiwa, melainkan sebagai konstruksi naratif yang membingkai masa lalu sesuai dengan kepentingan ideologis dan sosial zamannya. Kesalehan menjadi unsur utama dalam narasi historiografi awal, yang berfungsi sebagai sumber legitimasi otoritas dan pedoman moral bagi komunitas beriman.

Artikel ini menyimpulkan bahwa historiografi Islam awal, dalam perspektif Fred M. Donner, merupakan produk historis yang sarat makna ideologis dan tidak dapat dipisahkan dari dinamika pembentukan identitas komunitas Muslim. Dengan memahami historiografi sebagai arena konstruksi legitimasi dan kesalehan, kajian ini memberikan perspektif kritis dalam membaca sumber-sumber sejarah Islam awal serta membuka ruang pemahaman yang lebih kontekstual terhadap perkembangan tradisi historiografi Islam.

pdf

References

Boaz Shoshan. The Arabic Historical Tradition & the Early Islamic Conquests: Folklore, Tribal Lore, Holy War, n.d.

Chase F. Robinson. Islamic Historiography, 2002.

Donner, Fred McGraw, 1945-. Narratives of Islamic Origins : The Beginnings of Islamic Historical Writing, 1985.

Donner, Fred M. Muhammad and the Believers: At the Origins of Islam, 2010.

Donner, Fred M, and D A N Relevansinya. “HISTORIOGRAFI KEPEMIMPINAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF” 10, no. 1 (2025): 151–66.

Majdi, Ahmad Labib. “Historiografi Islam Kesarjanaan Barat Dalam Tinjauan Ortodoksi Dan Heterodoksi” 02, no. 1 (2021): 51–65. https://doi.org/10.24042/jhcc.v2i1.7886.

Mcgraw, Fred, and Kritis Kesarjanaan Non-muslim. “Journal of Qur’ ᾱ n and Had ῑ Th Studies” 10, no. 2 (2021): 155–78.

Studi, Jurnal, Fred M Donner, Eko Zulfikar, Zaki Faddad, Syarif Zain, Adrika Fithrotul Aini, and Azhar Amrullah Hafizh. “AL-QUDWAH The Historical Distinction between the Qur ’ an and Hadith : A Critical Examination of John Wansbrough ’ s Revisionist Perspective” 3, no. 2 (2025): 224–42. https://doi.org/10.24014/alqudwah.v3i2.37551.

Downloads

Download data is not yet available.