Abstract
Tradisi Basuh Lantai di Daik Lingga merepresentasikan manifestasi mendalam tentang bagaimana ajaran Islam beririsan dengan kearifan lokal Melayu. Penelitian ini menyelidiki signifikansi teologis dan sosiologis air dalam ritual tersebut melalui lensa Surah Al-Baqarah 164. Pokok permasalahan mengeksplorasi bagaimana metafora Al-Qur'an tentang air sebagai kekuatan pemberi kehidupan diinternalisasi oleh masyarakat sebagai media penyucian spiritual dan sosial. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Living Qur’an, data dikumpulkan melalui dokumentasi etnografi dan analisis literatur tafsir klasik serta kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Basuh Lantai bukan sekadar aktivitas pembersihan domestik, melainkan sebuah transformasi simbolis yang mengintegrasikan kembali peran ibu ke dalam struktur sosial setelah fase liminal pasca-melahirkan. Penelitian menyimpulkan bahwa masyarakat Melayu Lingga memanfaatkan air sebagai jembatan simbolis antara wahyu Tuhan dan harmoni sosial. Tradisi ini berfungsi sebagai 'tafsir yang hidup' (living tafsir), membuktikan bahwa nilai-nilai Al-Qur'an tetap relevan secara dinamis dalam menjaga identitas budaya dan spiritualitas kolektif
References
Abdullah, T. (1987). Sejarah dan Masyarakat: Lintasan Sejarah Islam di Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Al-Munawar, S. A. H. (2005). Al-Qur'an Membangun Tradisi Kesalehan Hakiki. Jakarta: Ciputat Press.
Arman, D. (2015). "Ritual Basuh Lantai: Tradisi Siklus Hidup Masyarakat Lingga". Jurnal Kebudayaan Jendela, 8(2).
Effendy, T. (2006). Tunjuk Ajar Melayu. Pekanbaru: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu.
Endraswara, S. (2006). Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Hidayah, N. (2021). "Implementasi Living Qur'an dalam Tradisi Lokal Masyarakat Kepulauan Riau". Jurnal Ushuluddin, 29(1).
Ibnu Katsir, I. (2000). Tafsir al-Qur’an al-Azim (Jilid 1). Kairo: Muassasah Qurtubah.
Jannah, M. (2020). "Air dalam Perspektif Al-Qur'an: Studi Komparatif Tafsir Ilmi Kemenag dan Tafsir Al-Mishbah". Jurnal Riset Agama, 1(2).
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Mansyur, H. (1994). Kebudayaan Melayu Riau. Pekanbaru: Unri Press.
Rida, R. (2019). "Upacara Adat Basuh Lantai di Daik Lingga: Sebuah Kajian Etnografi". Jurnal Antropologi Maritim, 4(1).
Shihab, M. Q. (2000). Tafsir Al-Mishbah; Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an (Vol. 1). Ciputat: Lentera Hati.
Suryani, A. (2018). "Nilai-Nilai Islam dalam Tradisi Basuh Lantai pada Masyarakat Lingga". Jurnal Kebudayaan Melayu, 6(3).
Yusuf, M. (2017). "Islam dan Budaya Lokal di Kepulauan Riau". Jurnal Tamadun, 5(2).
Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Nasional.