KELUARGA TANPA HIERARKI: TAFSIR AMINA WADUD TERHADAP MODEL KELUARGA KONTEMPORER DALAM AL-QUR'AN
pdf

Keywords

Amina Wadud; hermeneutika feminis; relasi gender; qiwāmah; tafsir progresif

How to Cite

KELUARGA TANPA HIERARKI: TAFSIR AMINA WADUD TERHADAP MODEL KELUARGA KONTEMPORER DALAM AL-QUR’AN. (2025). Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 17(4), 1221-1230. https://cibjournal.com/index.php/tashdiq/article/view/4855

Abstract

Wacana tentang keluarga dalam Islam selama ini sangat dipengaruhi oleh tafsir klasik yang umumnya menempatkan laki-laki sebagai otoritas utama dalam rumah tangga. Pergeseran sosial dan tuntutan kesetaraan gender mendorong perlunya penafsiran ulang terhadap ayat-ayat Al-Qur’an terkait relasi keluarga. Amina Wadud menawarkan pendekatan hermeneutika gender yang menekankan keadilan normatif, kemitraan, serta pembacaan kontekstual atas teks. Artikel ini mengevaluasi secara kritis bagaimana Wadud menafsirkan ayat-ayat yang berkaitan dengan qiwāmah, nusyuz, warisan, poligami, dan struktur keluarga masyarakat Muslim. Temuan menunjukkan bahwa Wadud tidak hanya mengkritik konstruksi hierarkis yang diwariskan tradisi klasik, tetapi juga menyusun kembali konsep keluarga dengan landasan nilai tauhid, keadilan, dan kesalingan Qur’ani. Kajian ini menegaskan relevansi pendekatan Wadud bagi pengembangan tafsir progresif yang lebih adaptif terhadap dinamika keluarga Muslim kontemporer

pdf

References

Abdul Basith Junaidy, Penafsiran Ayat 34 Surat An-Nisa’ Menurut Para Mufassir dan Tokoh Feminis Perspektif Keadilan Jender

Ade Rosi Siti Zakiah , Nurfajriyani, Interpretasi Kontekstual Makna Qawwām Dalam Al-Qur’an Qs. AnNisa’: 34 (Aplikasi Hermeneutika Abdullah Saeed)

Amina Wadud, Qur’an and Woman: Rereading the Sacred Text from a Woman’s Perspective (New York: Oxford University Press, 1999)

An, Hermeneutika Al-qur, and Amina Wadud. “Hermeneutika Al-Qur`an Amina Wadud Muhsin,” n.d. https://doi.org/10.19105/revelatia.v2i2.5305.

An, Tafsir Al-qur. “No Title” III, no. 2 (2023): 109–16.

Bahri, Samsul, and Nurshadiqah Fiqria. “Pengarusutamaan Gender Dalam Penafsiran Al- Qur ’ an Menurut Amina Wadud Muhsin” 19, no. 2 (2022): 137–46.

Dozan, Welly, M Ag, Membangun Paradigma Baru, Editor Zuhrupatul Jannah, and M Ag. “Membangun Paradigma Baru Metodologi Hermeneutika Feminis,” n.d.

Fathih & Alfadani, “Pemikiran Amina Wadud tentang Pendekatan Hermeneutika untuk Gerakan Gender,” Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam 8, no. 2 (2022)

Harits, Deffa Cahyana. “Pemikiran Hermeneutika Amina Wadud Muhsin : Agama Keadilan Ditengah Ketidakadilan” 1, no. 1 (2024): 29–37.

Kamila Sofiana Rohmah, Dkk, Studi Komperatif Pemahaman Kedudukan Wanita Dalam Tafsir Klasik Dan Modern, Journal of Islamic Education, 3(1), 32–45. https://doi.org/10.61231/jie.v3i1.367 ( 2025 )

Karomah, Wardatul. “Menafsir Ulang Relasi Gender Dalam Qs . An- Nisa ’ ( 4 ): 34 Aplikasi Pendekatan Hermeneutika Kritik Muhammad Arkoun” 03 (2025): 66–85. https://doi.org/10.58518/equality.

Nurul Hidayah , Nasrulloh, Mubadalah sebagai Paradigma kesalingan dalam Relasi Suami Istri, Al-Ikhtiar:JurnalStudiIslam, Vol 2, Issue 1, (2025)

Putri, Azzuhra, Cantika Ulung Putri, and Mahasiswa Iain Langsa. “Budaya Maskulinitas Dan Hambatan Partisipasi Perempuan Dalam Kepemimpinan Masyarakat Kota Langsa” 1, no. 2 (2024).

Tarbiyah, Fakultas. “KESETARAAN GENDER DALAM PANDANGAN” 3 (n.d.).

Wadud, Amina. “AMINA WADUD : PENDEKATAN HERMENEUTIKA UNTUK GERAKAN GENDER Muhammad Fahrizal Amin Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Abstrak A . Pendahuluan Keresahan Amina Wadud Tentang Fenomena Patriarki Dalam Amsyarakat Muslim , Marjinalisasi Kapasitas Perempuan Dalam Tatanan Social Yang Selama Ini Terjadi Bertanya-Tanya . Menurutnya , Kehidupan Masyarakat Muslim Seharusnya Berlangsung Dengan Azas Berkeadilan , Yang Hal Tersebut Adanya Sejak Awal Dan Diajarkan Dalam Al Qur ’ an Yang Justru Syarat Akan Nilai-Nilai Keadilan . 1 Namun Nyatanya Nilai- Nilai Keadilan Tersebut Belum Dapat Diterjemahkan Dalam Kehidupan Masyarakat Muslim . Model Hermeneutika Yang Diusung Amina Wadud , Fokuspada Penafsiran Al Qur ’ an Bahwa Dalam Memaknai Sebuah Teks ( Ayat ), Pastiberkaitan Dengan Beberapa Aspek , Diantaranya ; 1 ) Teks ( Ayat ) Tersebut Turun Dalam Konteks Apa ; 2 ) Bagaimana Struktur Bahasa , Pengungkapannya , Dan Apa Isinya .; 3 ) Secara Universal , Bagaimana Weltanschaung -Nya ( Pandangan Hidup ). 2 Maka Ketika Ketiga Unsur Ini Dipelari Secara Mendalam Akan Dapat Dilacak Perbedaan-Perbedaan Dan Variasi Penafsirannya . Terdapat Kata- Kata Khusus Dalam Menafsirkan Al Qur ’ an Secara Konvensional / Umum Yang Dipermasalahkan Oleh Amina Wadud . Salah Satu Diantara Kata-Kata Yang Dimaksud Adalah Kata-Kata” 15, no. 2 (2020): 237–54.

Zumrotus Sholikhah, REKONSTRUKSI GENDER DALAM ISLAM : STUDI KRITIS ATAS TAFSIR TRADISIONAL PERSPEKTIF FEMINISME, IJouGS : Indonesian Journal of Gender Studies, Volume 6, No. 1,( Juni 2025 )

Downloads

Download data is not yet available.