Abstract
Begitu banyak perilaku yang ditunjukkan oleh masyarakat yang berkenaan dengan al-Qur’an. Salah satu fenomena yang berkembang di kalangan masyarakat muslim ialah tradisi khataman al-Qur’an, yang disebut dengan istilah betamat al-Qur’an oleh masyarakat Desa Kuringkit. Seiring perkembangannya ternyata masih banyak yang belum mengetahui makna filosfis pada tradisi betamat al-Qur’an tersebut. Oleh karena itu, dengan menggunkan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead, maka makna filosofis yang terdapat pada tradisi betamat al-Qur’an di Desa Kuringkit dapat ditemukan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rangkaian pelaksanaan tradisi betamat al-Qur’an dan makna filosofis dalam tradisi betamat al-Quran berdasarkan perspektif Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari lapangan dan literatur disajikan secara deskriptif kemudian di analisis menggunakan teori interaksionisme simbolik Gerge Herbert Mead. Penelitian ini menemukan beberapa hal. Pertama, tradisi betamat al-Qur’an di Desa Kuringkit dilaksankan apabila ada seorang anak yang sudah selesai belajar al-Qur’an sampai 30 juz, rangkaian pelaksanaannya dipimpin oleh seorang Guru mengaji dan dihadiri oleh masyarakat terdekat. Kedua, Menurut masyarakat Desa Kuringkit pelaksanaan betamat al-Qur’an ini memiliki makna filosofis simbolik pada simbol-simbol alat dan bahan yang digunakan dalam betamat al-Qur’an, serta makna prosesi betamat al-Qur’an. Berdasarkan teori interaksionisme simbolik perspektif George Herbert Mead, 1) pikiran (mind), yaitu dapat dilihat pada simbol-simbol dalam tradisi betamat yang memiliki makna, 2) diri (self) dalam tradisi betamat al-Qur’an yaitu terletak pada guru mengaji, murid yang betamat dan masyarakat yang hadir dan 3) masyarakat (society) dalam tradisi betamat al-Qur’an yaitu ketika akal pikiran (mind) dan diri (self) murid yang betamat menjadi satu kesatuan.
References
Abdullah, Taufik (ed). (1986). Agama, Etos Kerja dan Perkembangan Ekonomi, Jakarta: LP3ES.
al-Kalabadzi. (1986). Madzahib al-Akhlaq wa al-Tashawwuf. Madinah: Dar al-Kutub.
Azra, Azyumardi. (1994). Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII, Bandung: Mizan.
Baily, Kenneth, D. (1990). Social Anthropology Theory. Albany: Suny Press.
Bernchamp, L. Tom. (t.th). Cases Studies: In Bussiness, Society and Ethics, New Jersey: Prentice Hill, Inc. Englewood Cliffs.
Bodgdan, Robert dan Bilken. (1982). Qualitative Reseach for Education, Boston: Allyn and Bacon.
Barry, Vincent. (1985). Applying Ethics, California: Worth Publishing Company, Wods Worth.
Burhanuddin, Jajat. (2002). Ulama Perempuan Indonesia, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Umat.
Chanwick, Burce A. et.al. (1991). Metode Penelitian Ilmu Sosial, Semarang: IKIP, Semarang Press.
Ebert, J. Roland dan Ricky W. Griffin. (2000). Bussiness Essentiels, New Jersey: Printice Hill, Upper Saddle River.
Echols, John, dan M. Hassan Shaddely. (1996). Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia.
Daud, Alfani. (1996). Islam dan Masyarakat Banjar, Jakarta: Rajawali Press.
_______, (2000). Beberapa Ciri Etos Budaya Masyarakat Banjar, Banjarmasin: IAIN Antasari.
Dradjat, Zakiyah. (1992). Ilmu Jiwa Agama, Jakarta: PT. Bulan Bintang.
_______, (1987). Kesehatan Mental, Jakarta: PT. Bulan Bintang.
Edward, Paul (ed). (1972). The Encyclopedia of Philosophy, New York: London, Macmillan Publishing. CO, Incorporation and the free Press.
Esposito, L. John dan John Dunomo. (1990). Islam dan Pembaharuan. Jakarta: PT. Rajawali Press.
Fachli Ali, A. (2000). Etika Bisnis dan Kewirausahaan, dalam Tabloid Tekad.
Fredwrick C. William. et.al. Bussiness and Society Corporate Strategy, Public Policy Ethics, New York: St. Louis dan San Prancisco.
Frondizi, Risieri. (2007). Pengantar Filsafat Nilai. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Gall, M. D. Gall, J.P. & Borg, W.R. (2003). Education Reseach An Introduction. Boston: Peason Education, Inc.
al-Ghazali, Imam. (1996). Ihya Ulumuddin. Mesir-Kairo: Dar al-Fikr.
Gerle, Elizabeth. (2000). Globalization with Many Paces. Gale Group, Word Council of Charches, Journal Internet.
Geertz, Clifford. (1983). Abangan Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa, diterjemahkan oleh Aswab Mahasin. Jakarta: Pustaka Jaya.
Green, Robert W. (ed). (1999). Prostestant and Capitalism: the Weber Thesis and Its's Critics, Boston DC: Health and Company.
Giddens, Antony. (1985). Kapitalisme dan Teori Sosial Modern: Studi Analisis Karya Marx, Durkheim dan Max Weber, diterjemahkan oleh Suheba Kamadibrata. Jakarta: UI Press.
Hart, Michael H. (1974). Muhammad Yang Agung. t.tp: Pustaka Jaya.
Hanafi. (1983). Teologi Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
H.M, Muhtarom. (2005). Reporoduksi Ulama di Era Globalisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Jamses, William. (t.th). Religius Expereace, New York Hand Books: American University.
Saputra, Riza, “Dialetika Islam dan Budaya Lokal dalam Tradisi Betamat Al-Qur’an Urang Banjar”, Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hadis, Vol. 3, No. 1, tahun 2021