Abstract
Penelitian ini membahas kritik etis dari tradisi Buddhisme dan Filsafat Islam terhadap pandangan terkait materialisme modern melalui pendekatan analisis komparatif. Materialisme merupakan paradigma yang menempatkan bahwa realitas fisik dan materi sebagai satu-satunya yang eksis, menjadi titik fokus perdebatan etis dalam konteks kemanusiaan bahkan makna hidup. Penelitian ini berfokus pada pemahaman bagaimana ajaran Buddhisme yang menyoroti aspek penderitaan, keterikatan, dan pembebasan jiwa, bersama dengan filsafat Islam yang menekankan pada kehendak Ilahi, etika, dan makna hidup yang transenden, menyampaikan kritik terhadap pandangan materialisme yang menyederhanakan realitas dengan mengesampingkan nilai-nilai spiritual dan moral. Pendekatan penelitian ini menggunakan kajian literatur secara kritis terhadap sumber-sumber utama serta pemikiran terkini dari kedua tradisi tersebut. Selain itu, dilakukan analisis tematik guna mengidentifikasi dan menggambarkan persamaan serta perbedaan dalam kritik etis yang diajukan terhadap materialisme. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kedua tradisi secara tegas menolak paradigma materialisme ekslusif karena diaangap tidak mampu menangkap kerumitan dan dimensi penuh dari eksistensi manusia, terutama terkait makna hidup yang mendalam dan kewajiban moral yang melekat pada manusia sebagai makhluk bermakna. Penolakan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan aspek spiritual dan etika dalam memahami eksistensi manusia secara menyeluruh. Buddhisme menekankan pentingnya kesadaran batin dan upaya pembebasan dari ketertarikan pada dunia material, sementara filsafat Islam menyoroti hubungan dengan Tuhan sebagai landasan utama bagi etika dan makna hidup. Penelitian ini memberikan sumbangsih yang signifikan dalam diskursus modern terakait krisis nilai serta spiritualitas yang muncul akibat dominasi paradigma matrialisme. Penelitian ini juga menganjurkan terbukanya dialog antar tradisi kegamaan dan filsafat guna merumuskan suatu paradigma etis yang lebih luas, menyeluruh, dan inklusif.
References
Afandi, A. &. (2023). Makna Eksistensial Zuhud: Menempatkan Harta Benda dalam Kerangka Tujuan Ilahi. Jurnal Filsafat Islam dan Etika, 98-115.
Al-Attas, S. M. (2021). Risalah untuk Kaum Muslimin. In S. M. Al-Attas, Risalah untuk Kaum Muslimin. (pp. 55-60). Kuala Lumpur: ISTAC-IIUM.
Anwar, F. (2021). Keadilan dan Tanggung Jawab Kolektif: Peran Prinsip ‘Adl dan Khalifah dalam Menanggulangi Krisis Distribusi Kekayaan. Jurnal Pemikiran Sosial dan Politik Islam, 190-210.
Anwar, K. (2023). Transformasi Kognitif Menuju Nibbāna: Solusi Buddhisme atas Keterikatan Duniawi. Jurnal Psikologi dan Spiritualitas, 80-95.
Chapple, C. K. (2023). Ecology and Spirituality in the Buddhist and Islamic Traditions. In C. K. Chapple, Ecology and Spirituality in the Buddhist and Islamic Traditions (pp. 101-105). New York Routledge: Routledge.
Fajriyah, N. (2023). Peran Zakat dan Larangan Riba dalam Mencegah Ketimpangan Distribusi Kekayaan Akibat Materialisme. Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam, 115-130.
Fikri, M. &. (2023). Anatomi Jiwa dalam Islam: Nafs Ammarah sebagai Sumber Penyimpangan Moral dan Materialisme. Jurnal Studi Tasawuf dan Akhlak, 155-170.
Gethin, R. (1998). The Foundations of Buddhism. In R. Gethin, The Foundations of Buddhism (pp. 72-78). Oxford Oxford University Press: Oxford University Press.
Hasibuan, F. &. (2023). Prinsip ‘Adl dan Mizan: Fondasi Filsafat Islam dalam Mengkritik Ketidakseimbangan Sosial-Ekologis Akibat Materialisme. Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam, 70-85.
Heil, J. (2020). The New Materialism: A Philosophical Introduction. In J. Heil, The New Materialism: A Philosophical Introduction (pp. 12-15). New York: Oxford University Press.
Iqbal, Z. (2021). Etika Konsumsi dalam Bingkai Tauhid: Materi sebagai Sarana Menuju Keridhaan Ilahi. jurnal Ekonomi Syariah dan Muamalah, 10-25.
Khoirunnisa, L. (2022). Zuhud dan Kesederhanaan: Strategi Sufistik Melawan Dominasi Materialisme di Era Modern. Jurnal Tasawuf dan Psikologi Islam, 48-56.
Komari, S. A. (2025). Meraih Kebahagiaan dengan Perjalanan Spiritualitas dan Dikotomi Kendali. Jurnal Sosial dan Teknologi (SOSTECH), 572–580.
Mustofa, R. (2021). Landasan Metafisik Kritik Materialisme: Tauhid Islam Melawan Non-Teisme Buddhisme. Jurnal Filsafat Perbandingan dan Doktrinal, 198-215.
Muthahhari, M. (2023). Kritik Islam terhadap Materialisme. Jurnal Studi Islam, 18-19.
Muttaqin, R. (2021). Materialisme, Nafsu (Nafs Ammarah), dan Degradasi Ekologi: Tinjauan Filsafat Moral Islam. Jurnal Studi Keagamaan dan Sosial, 65-80.
Nashr, S. H. (2017). Man and Nature: The Spiritual Crisis of Modern Man. In S. H. Nashr, Man and Nature: The Spiritual Crisis of Modern Man (pp. 201-205). Chicago: Kazi Publications.
Nurhadi, A. (2023). Ontologi Filsafat Islam dalam Mengkritik Materialisme: Relevansi Konsep Penciptaan dan Kekekalan. Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat, 88-105.
Nursi., H. (2022). Revitalisasi Spiritualitas Dalam Kritik Materialisme. Jurnal Filsafat dan Agama, 12-14.
Prasetyo, A. (2021). Etika Lingkungan Holistik: Sinergi Pratītyasamutpāda Buddhisme dan Tanggung Jawab Khalifah Islam. Jurnal Ekologi dan Spiritualitas, 135-150.
Prasetyo, W. (2021). Etika Khalifah dalam Menghadapi Kapitalisme dan Materialisme: Tanggung Jawab Ganda Manusia di Muka Bumi. Jurnal Studi Etika Islam,, 39-55.
Ratnayake, A. (2022). Anatta as an Antidote to Consumerist Alienation. Journal of Buddhist Studies, 70-85.
Rupert Gethin. (1998). The Foundations of Buddhism. In R. Gethin, The Foundations of Buddhism (pp. 72-78). Oxford: Oxford University Press.
Sadhr, M. B. (2025). Kritik Muhammad Baqir Shadr Terhadap Materialisme. Jurnal Ilmu Filsafat, 39-48.
Sadr, M. B. (2023). Modern Materialism and Islamic Thought: Revisiting Ontological Foundations. Journal of Islamic Philosophy, 34-40.
Sandel, M. (2023). The Tyranny of Merit: What’s Become of the Common Good? CZECH JOURNAL OF POLITICAL SCIENCE / POLITOLOGICK Ý ČA SOPIS, 45-50.
Shofwan, A. M. (2021). ETIKA AJARAN AGAMA BUDDHA UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA DALAM KEBERSAMAAN. Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan , 177.
Siregar, L. (2023). Materialisme dan Krisis Moral: Kajian Komparatif Penderitaan dalam Perspektif Islam dan Buddhisme. Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya, 10-25.
Suryadi, A. (2022). Relevansi Konsep Anicca dalam Kritik Etis Buddhisme terhadap Absolutisme Materi Modern. Jurnal Filsafat dan Studi Agama-agama, 98-115.
Suryana, T. (2021). Konsep Karma dan Tanggung Jawab Lingkungan: Tinjauan Etis dalam Buddhisme. Jurnal Filsafat Asia, 110-125.
Suryani, D. (2023). Model Aksi Etis Melawan Materialisme: Perbandingan Asketisme Buddhis dan Pengelolaan Kekayaan Islami (Zakat dan Infak). Jurnal Studi Agama dan Filantropi, 90-110.
Syafiq, A. (2022). Materialisme Modern dalam Perspektif Tauhid: Syirik Khafi dan Krisis Spiritual. Jurnal Studi Aqidah dan Filsafat Islam (JSAFI), 101-120.
Syamsul Hadi Untung, A. M. (2022). Relevansi Metta Karuna dan Implementasinya dalam Yayasan Buddha Tzu Chi. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 381-395.
Wibowo, T. (2022). Merumuskan Etika Inklusif: Perbandingan Solusi Materialisme dalam Filsafat Islam dan Etika Buddhis. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 44-50.
Wijaya, D. (2022). Perbedaan Solusi Etis dan Landasan Metafisika: Komparasi Filsafat Islam dan Buddhisme dalam Menanggapi Materialisme. Jurnal Studi Komparatif Agama, 125-140.
Wijaya, L. (2024). Etika Jalan Tengah dalam Menanggapi Ekstremisme Materialisme dan Asketsisme. Jurnal Filsafat Timur, 12-30.
Wiyono, B. (2021). Transformasi Moralitas Internal: Kesucian Batin sebagai Solusi Komparatif Islam dan Buddhisme atas Materialisme. Jurnal Etika dan Humaniora, 60-75.
Wulandari, D. (2022). Keterikatan dan Penderitaan: Analisis Konsep Taṇhā dan Dukkha dalam Kritik Etis Buddhis terhadap Materialisme. Jurnal Filsafat Buddhis dan Kebudayaan, 80-95.