Abstract
Perkembangan era digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, khususnya dalam bidang komunikasi, pendidikan, dan produksi pengetahuan. Meskipun kemajuan teknologi digital memberikan kemudahan dan efisiensi, era ini juga memunculkan berbagai tantangan seperti krisis etika, disinformasi, degradasi nilai kemanusiaan, serta dominasi paradigma teknosentris. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji relevansi nilai-nilai peradaban Islam klasik dalam menghadapi tantangan era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) terhadap sumber-sumber klasik Islam dan literatur akademik kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai peradaban Islam klasik, seperti integrasi wahyu dan akal, etika (akhlaq), prinsip keadilan dan keseimbangan, tradisi literasi dan budaya ilmiah, serta orientasi humanistik dan spiritual, memiliki relevansi yang kuat dan kontekstual dalam membangun peradaban digital yang beretika dan berkeadaban. Reaktualisasi nilai-nilai tersebut menjadi penting agar perkembangan teknologi digital tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknis, tetapi juga pada kemaslahatan dan martabat manusia.
References
Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and secularism. Kuala Lumpur: ISTAC.
Al-Farabi. (1985). Ara’ ahl al-madinah al-fadilah. Beirut: Dar al-Mashriq.
Al-Ghazali. (2005). Ihya’ ‘ulum al-din. Beirut: Dar al-Fikr.
Azra, A. (2017). Islam Indonesia: Kontribusi pada peradaban global. Bandung: Mizan.
Hidayat, K. (2019). Agama dan peradaban modern. Jakarta: Gramedia.
Ibn Miskawayh. (2011). Tahdzib al-akhlaq wa tathir al-a’raq. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Ibn Sina. (1999). Kitab al-shifa’. Cairo: Al-Hay’ah al-Mishriyyah al-‘Ammah li al-Kitab.
Nasr, S. H. (2007). Islam, science, and civilization. Chicago: Kazi Publications.
Rahman, F. (1982). Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. Chicago: University of Chicago Press.
Zubaedi. (2021). Pendidikan Islam dan tantangan era digital. Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 1–15.