Abstract
Al-Farabi dan Ibnu Sina adalah filsuf terpenting yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan filsafat Islam. Pemikiran mereka menunjukkan upaya sistematis untuk mendamaikan akal dan wahyu melalui pendekatan rasional yang dipengaruhi oleh filsafat Yunani. Artikel ini mengkaji persamaan dan perbedaan dalam pemikiran filosofis al-Farabi dan Ibnu Sina, khususnya di bidang ontologi, epistemologi, dan kosmologi. Investigasi ini didasarkan pada analisis kualitatif literatur primer dan sekunder yang relevan. Analisis menunjukkan bahwa al-Farabi menekankan peran akal dalam tatanan sosial dan politik sebagai dasar untuk menciptakan masyarakat ideal, sementara Ibnu Sina mengembangkan mode pemikiran metafisik yang lebih sistematis yang berfokus pada konsep eksistensi, esensi, dan jiwa. Temuan ini menegaskan bahwa pemikiran kedua filsuf tersebut tidak hanya membentuk sejarah intelektual Islam tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan filsafat Barat di Abad Pertengahan.
References
Ardiansyah, Andri. "Pemikiran Filsafat Al-Farabi Dan Ibnu Sina." TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Kemanusiaan 4.2 (2020).
Baharuddin, Ahmad. "Ibn Sina dan Pemikiran Teori Emanasi." Jurnal Adabiyah 15.2 (2015).
Herman, M. A., Amri, M., & Santalia, I. (2024). Pemikiran Filosof Al-Farabi dan Ibnu Sina. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(6).
M. Syarif, History of Muslim Philisophy, Para Filosof Muslim (Bandung: Mizan, 1994).
Pamungkas, ARDINAL WAHYU. "Konsep Jiwa Menurut Ibnu Sina dan Pengaruhnya Terhadap Etika Manusia." (2022).
Parlaungan, Parlaungan, Haidar Putra Daulay, and Zaini Dahlan. "Pemikiran Ibnu Sina Dalam Bidang Filsafat." Jurnal Bilqolam Pendidikan Islam 2.1 (2021).
Wiyono, M. (2016). Pemikiran Filsafat Al-Farabi. Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 18(1).