Abstract
Ilmu Manthiq merupakan disiplin ilmu yang berfungsi sebagai alat untuk menjaga ketepatan berpikir dan menghindarkan manusia dari kesalahan penalaran. Salah satu pembahasan pokok dalam ilmu Manthiq adalah konsep dilalah (penunjukan makna) dan lafzhiyah (lafaz/kata). Kedua konsep ini memiliki peran yang sangat penting dalam memahami hubungan antara lafaz dan makna, baik dalam bahasa, pemikiran logis, maupun dalam kajian keilmuan Islam seperti ushul fiqh dan tafsir. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengertian dilalah dan lafzhiyah, macam-macam dilalah, hubungan antara lafaz dan makna, serta urgensi pembahasan dilalah dan lafzhiyah dalam ilmu Manthiq. Metode penulisan yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman yang baik terhadap dilalah dan lafzhiyah sangat menentukan ketepatan dalam berpikir, berargumentasi, dan memahami teks, sehingga ilmu Manthiq benar-benar berfungsi sebagai alat penjaga nalar.
References
Al-Farabi. (1987). Risalah fi al-Mantik. Kairo: Dar al-Fikr al-Arabi.
Al-Ghazali. (1980). Ihya’ Ulum al-Din, vol. 2. Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Kindi. (1960). Risalah fi al-Tawhid. Kairo: Dar al-Kutub.
Al-Khwarizmi, Muhammad. (1990). Al-Mantik al-Arabi. Beirut: Dar al-Mashriq.
Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. (1999). Islam and the Philosophy of Science. Kuala Lumpur: ISTAC.
Ibn Rushd. (1992). Bidayat al-Mujtahid. Kairo: Dar al-Hikmah.
Ibn Sina. (1975). Al-Shifa, vol. 3. Baghdad: Dar al-Ma’arif.
Zuhaili, Wahbah. (1985). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, vol. 1. Beirut: Dar al-Fikr.