KONSEP ONTOLOGIS DALAM FILSAFAT ILMU INTEGRASI AGAMA DAN SAINS
pdf

Keywords

Filsafat, Ontologi, Sains, Agama

How to Cite

KONSEP ONTOLOGIS DALAM FILSAFAT ILMU INTEGRASI AGAMA DAN SAINS. (2026). Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 18(1), 1171-1180. https://cibjournal.com/index.php/tashdiq/article/view/7109

Abstract

Kajian mendalam ini menelaah konsep ontologis yang mendasari upaya integrasi agama dan sains dalam kerangka filsafat ilmu. Fenomena dikotomi pengetahuan, yang memisahkan "ilmu agama" dan "ilmu umum," telah menciptakan ketidakseimbangan struktural dalam sistem pendidikan dan pola pikir kontemporer. Secara historis, dikotomi ini berakar pada asumsi ontologis positivistik yang membatasi realitas hanya pada hal-hal empiris yang dapat diverifikasi oleh sains modern. Filsafat ilmu Islam secara fundamental menolak dualisme ini, memandang seluruh pengetahuan sebagai kesatuan yang koheren, di mana alam semesta (ayat-ayat kauniyah) dan wahyu (ayat-ayat qauliyah) adalah manifestasi dari Realitas Tunggal, yaitu Tuhan. Dengan menggunakan pendekatan kajian pustaka, artikel ini menganalisis kritik Seyyed Hossein Nasr terhadap sains modern, yang menuntut pengakuan dimensi spiritual alam semesta (scientia sacra), serta kerangka integrasi yang diusulkan oleh Ian G. Barbour, yang mencari titik temu antara temuan ilmiah dan doktrin teologis untuk membentuk pandangan dunia yang menyatu. Temuan utama menunjukkan bahwa fondasi terkuat bagi integrasi adalah ontologi pluralistik hierarkis. Ontologi ini mengakui adanya tingkatan realitas, yang mencakup baik realitas fisik maupun metafisik. Pandangan ini memungkinkan sains untuk terus mengeksplorasi mekanisme alam tanpa mengabaikan makna eksistensial dan tujuan yang disediakan oleh agama. Integrasi ontologis ini bukan sekadar solusi teoretis, tetapi juga keharusan praktis untuk membentuk insan kamil (manusia sempurna), yaitu individu yang seimbang antara kecerdasan rasional dan spiritual, demi mewujudkan peradaban yang harmonis dan bermakna.

pdf

References

Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. Prolegomena to the Metaphysics of Islam. ISTAC, 1995.

Bakar, Osman. Classification of Knowledge in Islam: A Study in Islamic Philosophies of Science. Islamic Texts Society, 2018.

Daffa, R. A., dan Ramadhani, S. "Ontologi Hierarkis dan Implikasi Metodologisnya dalam Studi Sains Kealaman." Jurnal Integrasi Filsafat dan Sains, vol. 7, no. 1, 2024, hlm. 45-60.

Hafni, Rizki A., dan Fitriyah, K. "Integrasi Sains dan Islam dalam Teori Evolusi." Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah, vol. 18, no. 1, 2021, hlm. 1-13.

Hasan, M. "Ontologi Ilmu Pengetahuan dan Integrasi Sains-Agama." Jurnal Filsafat Indonesia, vol. 4, no. 2, 2021, hlm. 79-87.

Jaya, Bahrul, dan Nur, M. "Pemetaan Model Hubungan Agama dan Sains dalam Bingkai Filsafat Ilmu." Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, vol. 19, no. 1, 2023, hlm. 1-18.

Khalid, M. A. The Scientific Crisis: Rethinking Modernity's Epistemic Limits. Routledge, 2022.

Mahyuddin, M., dan Setiawan, A. "Kritik Atas Naturalisme Metodologis dan Materialisme Ontologis dalam Filsafat Ilmu Kontemporer." Jurnal Filsafat, vol. 34, no. 1, 2024, hlm. 1-15.

Nasr, Seyyed Hossein. Knowledge and the Sacred. State University of New York Press, 1989.

Prasetyo, A., dan Haryanto, A. "Dualisme Pikiran-Tubuh dalam Perspektif Filsafat Ilmu: Tinjauan Kritis terhadap Epifenomenalisme." Jurnal Filsafat Kontemporer, vol. 5, no. 2, 2022, hlm. 120-135.

Syamsu, M. "Pencarian Landasan Ontologis Integrasi Sains dan Agama di Era Post-Sekuler." Jurnal Filsafat Ilmu, vol. 28, no. 3, 2023, hlm. 287-302.

Zulkarnain, F., dan Hadi, S. "Tinjauan Kritis Terhadap Naturalisme Metodologis dalam Filsafat Sains Kontemporer." Studia Islamika, vol. 30, no. 3, 2023, hlm. 487-510.

Downloads

Download data is not yet available.