Tantangan Dalam Tata Kelola Desa Adat Tenganan Pegringsingan

Authors

  • Silvia Nuraeni Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Author
  • Caritas Nadya Anisti Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Author
  • Kezia Marlinata Sinaga Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Author
  • Fatkhuri Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Author
  • Gema Pertiwi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Author

Keywords:

Tenganan Pegringsingan, Dualism of Authority, Legal Pluralism

Abstract

The traditional village of Tenganan Pegringsingan in Karangasem, Bali, is a Bali Aga community that still strongly adheres to customary rules through awig-awig. However, since the enactment of the 2014 Village Law, a dualism of authority has emerged between the traditional village and the administrative village, making governance more complicated, especially in relation to resource management, decision-making, and the preservation of traditions. This study uses a descriptive qualitative method with case studies to understand how these two systems of authority interact and negotiate. Referring to the theory of Legal Pluralism and the concept of Dualism Governance, the study finds that Tenganan has formed a hybrid governance model, in which the Traditional Village retains strong cultural legitimacy, while the Administrative Village plays a role in administration and access to state policies. Although tensions often arise when formal policies are not in line with customary values, this dualism also opens up opportunities for synergy, especially in cultural preservation and tourism management. These findings demonstrate the importance of integrating customary authority and modern governance to create a more harmonious and accountable village administration.

Keywords: Tenganan Pegringsingan, Dualism of Authority, Legal Pluralism, Village Governance

Downloads

Download data is not yet available.

References

Antari, P. E. D., & Adnyana, I. K. B. S. (2023). Kewenangan dan kekuatan hukum putusan yang dikeluarkan oleh Kerta Desa Adat di Bali. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 7(2), 187–210. https://doi.org/10.24246/jrh.2023.v7.i2.p187-210

Astara, I. W. W. (2024). Diskursus Politik Hukum dalam Mempertahankan Eksistensi Desa Adat di Bali: Perspektif Hukum dan Budaya. KERTHA WICAKSANA, 18(1), 69-81.

Astiti, N. K. D. M., & Sugiantari, A. A. P. W. (n.d.). Efektivitas awig-awig dalam kelestarian lingkungan hidup pohon di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Jurnal Hukum Mahasiswa.

Dasor, Y. W., Hermaditoyo, S., & Hudin, R. (2023). Nilai-nilai good governance dalam tata kelola lembaga adat masyarakat Manggarai Nusa Tenggara Timur. Jurnal Adat dan Budaya Indonesia, 5(2). https://doi.org/10.23887/jabi.v5i2.59400

de Sousa Santos, B., & de Sousa Santos, B. (2002). Toward a new legal common sense.

Geertz, Clifford. Negara Teater: Politik Kebudayaan di Indonesia. Yogyakarta: Bentang, 1991.

Griffiths, J. (1986). What is Legal Pluralism? Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, 18(24), 1–55. https://doi.org/10.1080/07329113.1986.10756387

Holzinger, K., Kern, F. G., & Kromrey, D. (2016). The dualism of contemporary traditional governance and the state: Institutional setups and political consequences. Political Research Quarterly, 69(3), 469-481.

Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 1985.

Maysuranti, P. (2018). Eksistensi masyarakat hukum adat Desa Tenganan Pegringsing­an dengan adanya regulasi penetapan sebagai desa wisata. Novum: Jurnal Hukum, 5(2). https://doi.org/10.2674/novum.v5i2.36021

Subanda, I. N., Budiana, I. N., & Supriyadinata Gorda, A. A. N. E. (2020). The Implications of Village Regulation toward the Dualism of Local Leadership Dynamics. Udayana Journal of Law and Culture, 4(1). https://doi.org/10.24843/UJLC.2020.v04.i01.p03

Sumarjo, S. (n.d.). Eksistensi awig-awig dalam menjaga harmonisasi Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali. Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, & Antropologi.

Suwitra, I. M. (2020). Eksistensi tanah adat dan masalahnya terhadap penguatan desa adat di Bali. Wicaksana: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 4(1), 31–44. https://doi.org/10.22225/wicaksana.4.1.2020.31-44

Suyadnya, I. W. (2021, October 18). Interaksi kekuasaan adat dan negara dalam perspektif masyarakat Bali Kuno Tenganan Pegringsingan. Jurnal Harian Regional.

Suyadnya, I. W. (2021). Interaksi Kekuasaan adat dan negara dalam perspektif masyarakat Bali Kuno Tenganan Pegringsingan. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 11(2), 517.

Triadi, I. K. A., Anggawira, A. A. B. B., Narayana, K. P. S. N., Adiartha, M. A., & Suparsa, T. G. D. (2023). Dualisme Pemerintahan Desa Dinas dan Desa Pakraman di Kelurahan Peguyangan. Undagi: Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa, 11(2), 332-336.https://doi.org/10.22225/undagi.11.2.8787.332-336

Triadi, I. K. A., Anggawirya, A. A. B. B., Narayana, K. P. S. N., Adiartha, M. A., & Suparsa, T. G. D. (2023). Dualisme Pemerintahan Desa Dinas dan Desa Pakraman di Kelurahan Peguyangan. Undagi: Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa, 11(2), 332-336.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7.

Warren, Carol. Adat and Dinas: Balinese Communities in the Indonesian State. Kuala Lumpur: Oxford University Press, 1993.

Wibawa, I. P. S., Martha, I. W., & Diana, I. K. D. (2022). Menakar kewenangan dan tata hubungan kelembagaan antara Majelis Desa Adat dengan Desa Adat di Bali. Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia, 3(1), 671. https://doi.org/10.32795/vw.v3i1.671

Yanti, A. I. E. K. (2019). Kewenangan Desa Adat dalam Pengelolaan Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat. Jurnal Hukum Saraswati (JHS), 1(1).

Yanti, A. I. E. K. (2019). Kewenangan Desa Adat dalam Pengelolaan Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Desa Adat. Jurnal Hukum Saraswati, 1(1).

Yoga, K. A. S. P. (2023). Awig-Awig sebagai hukum adat di wilayah desa adat Provinsi Bali. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(1), 293-296.

Downloads

Published

2025-12-03

How to Cite

Tantangan Dalam Tata Kelola Desa Adat Tenganan Pegringsingan. (2025). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(9), 301-310. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/2200

Similar Articles

11-16 of 16

You may also start an advanced similarity search for this article.