ANALISIS NEW PUBLIC SERVICE (NPS) PADA PROGRAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) DI KOTA SURABAYA

Authors

  • Debora Ayuningtyas Hutomo Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Author
  • Agus Sukriyanto Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Author
  • Roisul Basyar Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Author

Keywords:

PTSL, New Public Service, Pelayanan Publik, BPN Surabaya, Administrasi Pertahanan

Abstract

Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan

program strategis nasional yang bertujuan mempercepat

pendaftaran seluruh bidang tanah di Indonesia serta memberikan

kepastian hukum bagi masyarakat. Surabaya sebagai kota

metropolitan dengan dinamika pertanahan yang kompleks menjadi

wilayah yang penting untuk dikaji, terutama terkait kualitas

pelayanan publik dalam pelaksanaan program ini. Penelitian ini

bertujuan menganalisis bagaimana prinsip-prinsip New Public

Service (NPS) diterapkan dalam penyelenggaraan PTSL oleh Kantor

Pertanahan Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan

kualitatif deskriptif dengan studi kasus intrinsik. Data diperoleh

melalui wawancara mendalam dengan pegawai BPN, perangkat

kelurahan, dan warga penerima manfaat, serta melalui observasi

dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan

model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data,

dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

sebagian prinsip NPS telah tercermin dalam pelaksanaan PTSL,

seperti upaya pelayanan yang berorientasi pada kepentingan warga, adanya kerja sama antara

BPN, pemerintah daerah, dan masyarakat, serta komitmen untuk meningkatkan kepastian

hukum. Namun, beberapa kendala masih ditemukan, terutama terkait keterbatasan sumber

daya manusia, kurangnya sosialisasi, hambatan administratif, dan variasi tingkat partisipasi

masyarakat. Akuntabilitas dan transparansi juga masih perlu ditingkatkan agar proses pelayanan

lebih mudah dipahami dan diakses warga. Secara keseluruhan, PTSL di Surabaya memberikan

dampak positif terhadap legalitas aset masyarakat, tetapi penyempurnaan tata kelola pelayanan

publik diperlukan untuk menghadirkan proses yang lebih partisipatif, kolaboratif, dan responsif

sesuai karakteristik New Public Service.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Brata, A. (2003). Pelayanan publik. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Denhardt, R. B. (2000). The new public service: Serving rather than steering. Public

Administration Review, 60(6), 549–559.

Denhardt, R. B., & Denhardt, J. V. (2000). The new public service: Serving, not steering. Public

Administration Review, 60(6), 549–559.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (2018). Peraturan Menteri

ATR/BPN Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. (2003). Kepmenpan No. 63/KEP/M.PAN/7/2003

tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Publik.

Moenir, H. A. S. (1992). Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Moenir, H. A. S. (1998). Manajemen pelayanan umum. Jakarta: Bumi Aksara.

Mustahir, M., Madaling, M., & dkk. (2019). Pelayanan Publik dan Administrasi Pemerintahan.

Makassar: Pustaka Pelajar.

Pemerintah Republik Indonesia. (1997). Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang

Pendaftaran Tanah. Jakarta: Sekretariat Negara.

Ratminto, & Winarsih, A. (2005). Manajemen Pelayanan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Republik Indonesia. (1960). Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Tahun 1960. Jakarta:

Sekretariat Negara.

Ridla, M. R. (2016). Administrasi Publik dan Paradigma New Public Service. Jakarta: Prenada

Media.

Westra, R. (1981). Ensiklopedia Administrasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Downloads

Published

2025-12-10

How to Cite

ANALISIS NEW PUBLIC SERVICE (NPS) PADA PROGRAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) DI KOTA SURABAYA. (2025). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(9), 981-990. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/3320

Similar Articles

31-40 of 320

You may also start an advanced similarity search for this article.