ANALISIS PERENCANAAN PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN DI KABUPATEN SIDOARJO (STUDI PADA SENTRA INDUSTRI PENGOLAHAN TAS DAN SEPATU TANGGULANGIN)
Keywords:
Wisata Budaya; Kampung Adat Lamahelan; 6A BuhalisAbstract
Kampung Adat Lamahelan di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, memiliki potensi wisata budaya yang unik dengan tradisi adat,tarian tarian tradisional, dan arsitektur tradisional yang masih terjaga. Pengembangan pariwisata budaya di kampung ini dianalisis menggunakan kerangka 6A Buhalis yang menonjolkan aspek atraksi budaya, aksesibilitas, fasilitas, aktivitas, kelembagaan, dan dukungan masyarakat. Meskipun daya tarik budaya dan partisipasi masyarakat sangat kuat, keterbatasan fasilitas pendukung, akses digital, dan kapasitas sumber daya manusia menjadi hambatan pengembangan. Studi ini menekankan perlunya penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan strategi pemasaran digital untuk mewujudkan pembangunan pariwisata budaya yang berkelanjutan serta memberikan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat setempat.
Downloads
References
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidoarjo. (2024). PDRB Sidoarjo Menurut Lapangan Usaha 2020–
2024 (No. 9302008.3515).
Caffarella, R. S. (2002). Planning Programs for Adult Learners: A Practical Guide. Jossey-Bass.
Conyers, D., & Hills, P. (1984). An Introduction to Development Planning in the Third World. John
Wiley & Sons.
Farozdaq, T. A. (2022). Pemberdayaan UMKM tas kulit yang terdampak pandemi.
Frisca, P. N. N., & Yasin, M. (2023). Analisis kelayakan usaha industri kecil menengah tas di
Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo.
Kuncoro, M. (2000). Ekonomi Pembangunan: Teori, Masalah, dan Kebijakan. UPP AMP YKPN.
Tambunan, T. (2019). UMKM di Indonesia: Isu-Isu Penting. Ghalia Indonesia.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

