ANALISIS PERAN LKP ANNISA MEDAN HELVETIA SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN NONFORMAL DALAM MENGURANGI PENGANGGURAN PERKOTAAN
Keywords:
Training and Course Institution, Nonformal Education, Urban Unemployment, Community Empowerment, Sewing SkillsAbstract
This study aims to analyze the role of Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Annisa Medan Helvetia as a nonformal educational institution in reducing the rate of urban unemployment. The research is based on the growing issue of high unemployment caused by limited formal job opportunities and the low skill level of the workforce. LKP Annisa plays a crucial role in providing vocational training, particularly in sewing. Employing a qualitative approach and a case study method, data were collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that LKP Annisa made a significant contribution to improving participants' vocational skills, expanding employment opportunities, and fostering the emergence of new entrepreneurs in urban communities. The institution also enhances participants' confidence and self-reliance. However, limited access to business capital and national skill certification remains a major obstacle to maximizing training outcomes.
Downloads
References
Aprianti, W., & Herlina. (2024). Implementasi Pelatihan Keterampilan Menjahit Busana Wanita Terhadap Taraf Ekonomi Peserta Pelatihan di LPPK Maherka Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Transformasi: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal, 10(2), 166–174.
Becker, G. S. (1964). Human capital: A theoretical and empirical analysis, with special reference to education. University of Chicago Press.
Damayanti, S. (2021). Efektivitas Program Kursus dalam Peningkatan Kompetensi Masyarakat. Jurnal Pemberdayaan, 7(1), 23–34.
Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas. (2020). Profil Lembaga Kursus dan Pelatihan. Kemdikbud.
Direktorat Kursus dan Pelatihan. (2021). Strategi penguatan LKP dalam peningkatan kompetensi masyarakat. Ditjen PAUD Dikmas.
Fitriani, R. (2022). Peran lembaga kursus dan pelatihan dalam mengurangi pengangguran di wilayah perkotaan. Alfabeta.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Permendikbud Nomor 81 Tahun 2013 tentang Pendirian Lembaga Kursus dan Pelatihan. Kemdikbud.
Lukman, A. I. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan nonformal di PKBM Tiara Dezzy Samarinda. Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 5(2), 180–190.
Mulyono, H. (2021). Manajemen lembaga kursus dan pelatihan: Strategi pengelolaan untuk peningkatan kualitas. Rajawali Pers.
Nurhadi, S. (2020). Strategi pendidikan nonformal dalam mengatasi pengangguran di Indonesia. Deepublish.
Oswald-Egg, M., & Renold, U. (2021). The dual-track vocational education and training system: An effective strategy to reduce youth unemployment? IZA Journal of Labor Economics, 10(1), 1-28.
Prastowo, A. (2018). Pendidikan nonformal sebagai instrumen peningkatan kualitas SDM. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 10(2), 45-53.
Santoso, B. (2021). Modal manusia dan daya saing tenaga kerja Indonesia. Pustaka Pelajar.
Schultz, T. W. (1961). Investment in human capital. The American Economic Review, 51(1), 1–17.
Simamora, S., Mayasari, Nurhakiki, Sinulingga, A. W., Pakpahan, J., & Naibaho, I. S. (2023). Optimalisasi peranan LKP dalam membantu perekonomian kaum wanita melalui program pelatihan menjahit. DIKLUS: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 7(1), 75–86.
Sudjana, D. (2019). Pendidikan nonformal: Wawasan, sejarah perkembangan, falsafah, teori pendukung, asas. Falah Production.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

