REPRESENTASI PESAN MORAL DALAM DRAMA KOREA WHEN LIFE GIVES YOU TANGERINES (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)
Keywords:
Representasi, Pesan Moral, Drama Korea, Semiotika Roland BarthesAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi pesan moral dalam drama Korea When Life Gives You Tangerines episode 6 dan 16 dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Drama ini menggambarkan nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian moral dalam konteks budaya patriarki Korea. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi adegan dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drama ini secara konsisten merepresentasikan nilai-nilai moral menurut Franz Magnis Suseno, antara lain kejujuran, kemandirian, tanggung jawab, keberanian moral, menjadi diri sendiri, rendah hati, dan sikap kritis. Analisis semiotika Roland Barthes menunjukkan bahwa makna denotatif, konotatif, dan mitologis dalam drama ini saling berinteraksi untuk membangun narasi moral yang mendalam. Dengan demikian, drama ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga medium reflektif yang menanamkan nilai-nilai etis dalam masyarakat.
Downloads
References
Fauzan, N. A., & Ainurrofiq, F. (n.d.). PESAN MORAL DALAM FILM BUDI PEKERTI KARYA WREGAS BHANUTEJA ( Analisis Semiotika Roland Barthes ) SKRIPSI Oleh.
Kustati, Y. (2024). REPRESENTASI NILAI MORAL DALAM FILM “FARHA” (Analisis Semiotika Roland Barthes) SKRIPSI.
Lidya Oktaviani, & Ade Budi Santoso. (2024). Analisis Semiotika Pesan Moral dalam Drama Korea Twinkling Watermelon. Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial, 2(4), 01–17. https://doi.org/10.59581/harmoni-widyakarya.v2i4.4108
Rahayu, E. S. (n.d.). ANALISIS SEMIOTIKA PESAN MORAL SERIAL DRAMA KOREA TWENTY-FIVE TWENTY-ONE SKRIPSI Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Strata 1 Program Studi Ilmu Komunikasi Disusun Oleh.
Syahda, D., & Wijaksono, D. S. (2022). Pesan Moral dalam Drama Korea “It’s Okay not to be Okay.” Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Dan Pengajaran (KIBASP), 6(1), 229–241. https://doi.org/10.31539/kibasp.v6i1.4522

