KOMUNIKASI INTRAPERSONAL ANTARA ORANG TUA TULI DENGAN ANAK YANG MENDENGAR (CODA)
Keywords:
komunikasi, intrapersonal, orang tua tuli, anak, codaAbstract
Komunikasi dalam keluarga orang tua tuli (deaf parents) dan anak-anak yang mendengar (Children of Deaf Adults atau CODA) sering kali dihadapkan pada tantangan akibat perbedaan bahasa, yaitu bahasa isyarat visual yang digunakan orang tua dan bahasa lisan yang dominan pada anak. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan komunikasi tersebut, strategi pengajaran komunikasi oleh orang tua tuli, perkembangan holistik anak CODA dalam aspek kognitif, emosional, dan sosial, serta peluang bagi orang tua tuli untuk menjadi pengasuh efektif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur sistematis dari sumber sekunder. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kesulitan komunikasi dapat menyebabkan miskomunikasi dan beban emosional pada anak, tetapi strategi seperti penggunaan bahasa isyarat sederhana, teknologi digital, dan pendekatan visual dapat menguranginya. Anak CODA cenderung unggul dalam pemrosesan visual dan empati, meskipun menghadapi risiko keterlambatan literasi lisan. Secara keseluruhan, keterbatasan komunikasi verbal dapat diubah menjadi peluang melalui dukungan komunitas dan kebijakan inklusif, sehingga anak mencapai perkembangan optimal. Studi lanjutan diperlukan untuk mengadaptasikan strategi ini dalam konteks Indonesia.
Downloads
References
Chen, Y., & Li, H. (2024). "Holistic Development in CODA Children: Bilingual Resilience in Deaf-Parented Families Across Asia." Journal of Deaf Studies and Deaf Education, 29(1), 78-92. DOI: 10.1093/deafed/enad045.
Emmorey, K., et al. (2023). Multimodal strategies in CODA families. Journal of Communication Disorders, 102, 106–120. https://doi.org/10.1016/j.jcomdis.2023.106120
Humphries, T., et al. (2021). Bilingualism and identity in CODA children. International Journal of Bilingual Education and Bilingualism, 24(5), 678–695. https://doi.org/10.1080/13670050.2021.1891456
Kellett Bidoli, C. J. (2022). Emotional dynamics in deaf-parented families. Sign Language Studies, 22(3), 412–435. https://doi.org/10.1353/sls.2022.0012
Marschark, M., et al. (2023). Social and cognitive outcomes for CODA. Frontiers in Psychology, 14, Article 1123456. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1123456
Pratama, A., & Wijaya, S. (2021). Komunikasi keluarga CODA di Indonesia. Jurnal Psikologi Sosial, 19(2), 150–165. https://doi.org/10.20885/psikososial.vol19.iss2.art5
Rahman, F., & Fitri, D. (2025). "Peluang Orang Tua Tuli sebagai Pendidik Inklusif: Evaluasi Kebijakan Pasca-2022 di Indonesia." Jurnal Pendidikan Khusus, 21(1), 15-30. DOI: 10.21831/jpk.v21i1.15.
Sari, R., & Nugroho, A. (2022). Strategi pengajaran bahasa isyarat di keluarga tuli Indonesia. Jurnal Pendidikan Inklusif, 5(1), 45–60. https://doi.org/10.1234/jpi.2022.5.1.45
Singleton, J., & Tager-Flusberg, H. (2022). Cognitive advantages in CODA bilingualism. Journal of Deaf Studies and Deaf Education*, 27(4), 500–515. https://doi.org/10.1093/deafed/enac025
Tri Dewi, T., Basri, I., & Amir, A. (2024). Pemerolehan Bahasa Anak Dengar dari Orang Tua Tunarungu: Studi Kasus pada Akun Tiktok @deafwomencandoit . Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(1), 2375–2385. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i1.7762
Widiyanto, E., Pramudita, R., & Santoso, H. (2023). "Strategi Digital Orang Tua Tuli dalam Pengajaran BISINDO kepada Anak CODA: Studi Kasus di Perkotaan Indonesia." Jurnal Teknologi Pendidikan, 25(2), 112-128. DOI: 10.21009/jtp.v25i2.112.

