TRADISI BALIMAU KASAI SEBAGAI EKSPRESI NILAI SOSIAL QS. AL-MĀ’IDAH [5]: 2 DALAM MASYARAKAT KAMPAR

Authors

  • M. Farhan Hidayat UIN Sultan Syarif Kasim Riau Author
  • Edi Hermanto UIN Sultan Syarif Kasim Riau Author

Keywords:

Tafsir Sosial, Living Qur’an, Balimau Kasai, QS. Al-Mā’idah [5]: 2, Budaya Kampar

Abstract

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga sebagai sumber nilai sosial yang membimbing kehidupan bermasyarakat. Salah satu ayat yang menegaskan prinsip etika sosial Islam adalah QS. Al-Mā’idah [5]: 2 yang memerintahkan tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan serta melarang kerja sama dalam dosa dan permusuhan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Balimau Kasai sebagai ekspresi nilai sosial QS. Al-Mā’idah [5]: 2 dalam masyarakat Kampar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir sosial dan Living Qur’an, yang menempatkan Al-Qur’an sebagai teks normatif yang hidup dan berinteraksi dengan realitas sosial budaya masyarakat. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap tafsir klasik dan kontemporer serta kajian-kajian tentang tradisi Balimau Kasai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Balimau Kasai merefleksikan nilai ta‘āwun, kebersamaan, dan tanggung jawab kolektif sebagaimana ditekankan dalam QS. Al-Mā’idah [5]: 2. Tradisi ini berfungsi sebagai sarana penguatan solidaritas sosial, rekonsiliasi sosial, dan persiapan spiritual menjelang Ramadan. Dengan demikian, Balimau Kasai dapat dipahami sebagai bentuk aktualisasi nilai sosial Al-Qur’an melalui medium budaya lokal yang menunjukkan relasi dialogis antara teks Al-Qur’an dan tradisi masyarakat Muslim.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abror, Ahmad Fauzi, dkk. “Tradisi Balimau Kasai dan Kohesi Sosial Masyarakat Kampar.” Jurnal Sosial Keagamaan 12, no. 1 (2019): 25–44.

Asrizal, Armita, dan Rizki. “Integrasi Nilai Islam dan Budaya Lokal dalam Tradisi Balimau Kasai Masyarakat Kampar.” Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies 3, no. 2 (2019): 101–118.

Auda, Jasser. Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: International Institute of Islamic Thought (IIIT), 2008.

Geertz, Clifford. The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books, 1973.

Ibn Katsir. Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Vol. 3. Beirut: Dār al-Fikr, 1999.

Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.

Mardeni, dan Copriady. “Makna Tradisi Balimau Kasai dalam Perspektif Fenomenologi.” Jurnal Filsafat Indonesia 6, no. 1 (2023): 49–55.

Rahman, Fazlur. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press, 1982.

Shihab, M. Quraish. Tafsir al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an. Vol. 3. Jakarta: Lentera Hati, 2002.

Syamsuddin, Sahiron. Living Qur’an dan Hadis. Yogyakarta: TH Press, 2007.

Zulfa, dan Sofyan. “Ritual Balimau Kasai di Desa Batu Belah Kabupaten Kampar.” Jurnal Ilmu Budaya 5, no. 2 (2008): 25–38.

Downloads

Published

2026-01-01

How to Cite

TRADISI BALIMAU KASAI SEBAGAI EKSPRESI NILAI SOSIAL QS. AL-MĀ’IDAH [5]: 2 DALAM MASYARAKAT KAMPAR. (2026). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(10), 1-10. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/5186

Similar Articles

21-30 of 690

You may also start an advanced similarity search for this article.