REKONSTRUKSI IDENTITAS MELALUI MODE RAMBUT DAN AKSESORI KEPALA DALAM TINJAUAN SEJARAH MODE

Authors

  • Anik Maghhfiroh Universitas Negeri Semarang Author
  • Maria Krisnawati Universitas Negeri Semarang Author
  • Haniyah Fitri Nur Baiti Universitas Negeri Semarang Author
  • Arthanti Zaina Nabilah Universitas Negeri Semarang Author
  • Putri Setyaningrum Universitas Negeri Semarang Author
  • Refa Wahyuningtyas Universitas Negeri Semarang Author

Keywords:

rambut, aksesori kepala, identitas budaya, simbol sosial, globalisasi, sejarah mode, ekspresi diri, semiotika

Abstract

Artikel ini mengkaji perkembangan mode rambut dan aksesori kepala sebagai bagian integral dari identitas dan ekspresi budaya manusia. Sejak peradaban kuno, rambut serta hiasan kepala tidak sekadar berfungsi estetis, tetapi juga memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan status sosial, gender, usia, kekuasaan, serta peranan spiritual. Pada masa Mesir Kuno, Yunani, dan Asia Timur tradisional, gaya rambut dan aksesori berperan sebagai penanda hierarki sosial dan nilai moral dalam masyarakat. Seiring memasuki era modern, perubahan sosial akibat industrialisasi, kolonialisme, dan munculnya media massa menggeser fungsi rambut menjadi simbol profesionalitas, modernitas, dan bagian dari proses pembentukan identitas diri. Pada periode kontemporer, rambut dan aksesori kepala semakin dipahami sebagai media ekspresi individual serta simbol afiliasi kelompok, baik etnis, budaya, maupun religius.

Globalisasi dan teknologi digital mempercepat penyebaran tren rambut dan aksesori, menciptakan proses hibridisasi budaya sekaligus menimbulkan tantangan dalam mempertahankan makna tradisional yang semakin terkikis oleh komersialisasi. Mode rambut dan aksesori kepala menjadi bentuk komunikasi nonverbal yang menyampaikan identitas personal dan kolektif, serta mencerminkan dinamika sosial dalam masyarakat global. Dengan pendekatan antropologis, historis, dan semiotik, artikel ini menegaskan bahwa perubahan gaya rambut dan aksesori kepala tidak hanya merepresentasikan estetika, tetapi turut membangun konstruksi identitas, relasi kekuasaan, serta perkembangan budaya dari masa ke masa.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asbeck, S., Riley-Prescott, C., Glaser, E., & Tosti, A. (2022). Afro-Ethnic Hairstyling Trends, Risks, and Recommendations. Cosmetics, 9(1), 17. https://doi.org/10.3390/cosmetics9010017

Ashby, S. P. (2016). The archaeology of hair and head-dress in early societies. Oxford: Archaeopress.

Daniels, A., Smith, R., & Lee, J. (2025). Identity, self-presentation, and hair management: An interdisciplinary analysis. Journal of Cultural Semiotics, 14(2), 115–137.

Fardzilawati, N. M. N. (2024). Trend terkini guntingan rambut wanita [E-book]. Kolej Komuniti Muar, Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia.

Istiani, A. N. (2015). Konstruksi makna hijab fashion bagi moslem fashion blogger. Jurnal Kajian Komunikasi, 3(1), 48-55. DOI: 10.24198/jkk.v3i1.7393

Koksal, F. (t.t.). The Cultural Significance of Hair. Visual Culture Research Project. (Dokumen proyek, tidak dipublikasikan secara formal).

Krimadi, T., & Paramita, S. (2024). Tren rambut sambung di kalangan perempuan Papua. KIWARI, 3(3). https://doi.org/10.24912/ki.v3i3.32032

Kuumba, B. M. (1998). Dreadlocks: The hair aesthetics of cultural resistance. Journal of Black Studies, 28(5), 633–648.

Mardhiah, A, Fadhilah, & Novita. (2020). Pengaruh Perkembangan Mode Busana Bagi Rema Putri. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 5(1), 32-48.

Miller, C. L. (2001). Cornrows, cultural identity, and African diaspora aesthetics. New York: Black Diaspora Press.

Nurhijrah. (2024). Pelengkap Busana Bersifat Akesoris. Tahta Media

Pergament, D. (1999). The meaning of hair in anthropology and cultural studies. Anthropology Today, 15(3), 5–9.

Safitri, A. (2018). Perkembangan gaya rambut wanita tahun 1980–1990. AVATARA: e-Journal Pendidikan Sejarah, 6(2), 155–159.

Sorea, D. (2018). Head adornment as cultural identity: A semiotic study of traditional women’s costumes in Rupea, Romania. Journal of Ethnographic & Cultural Studies, 7(1), 44–58.

Turner, T. (2012). The Social Skin. In J. Cherfas & R. Lewin (Eds.), Not Work Alone: A Cross-Cultural View of Activities Superfluous to Survival (pp. 112–140). London: Temple Smith. (Karya aslinya 1980; edisi yang sering digunakan 2012)

Vukadinović, M. S. (2023). The dance of hair: Toward a more powerful performance. Frontiers in Psychology, 14, 10477601. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.10477601

Downloads

Published

2025-12-06

How to Cite

REKONSTRUKSI IDENTITAS MELALUI MODE RAMBUT DAN AKSESORI KEPALA DALAM TINJAUAN SEJARAH MODE. (2025). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(9), 431-440. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/2929

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 457

You may also start an advanced similarity search for this article.