PENGANIAYAAN SEBAGAI BENTUK KEKERASAN FISIK: STUDI KASUS NARAPIDANA DI LAPAS CIBINONG DAN CIPINANG
Keywords:
kekerasan fisik, konflik interpersonal, penganiayaan, perilaku menyimpangAbstract
Kekerasan fisik dalam bentuk penganiayaan merupakan fenomena sosial yang sering kali berakar dari konflik interpersonal yang tidak terselesaikan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses terjadinya penganiayaan sebagai respons atas konflik sosial dengan menelaah pengalaman narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang. Kajian ini menggunakan General Strain Theory sebagai landasan teoritis untuk menjelaskan bagaimana tekanan emosional, konflik sosial, dan kondisi situasional dapat mendorong individu melakukan kekerasan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara semi-terstruktur terhadap dua narapidana kasus penganiayaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kekerasan fisik dipicu oleh emosi sesaat yang berkembang menjadi tindakan penganiayaan akibat lemahnya kontrol diri dan respons impulsif terhadap tekanan sosial. Konflik interpersonal yang awalnya bersifat personal mengalami eskalasi karena pengaruh lingkungan sosial, pembiaran konflik, serta minimnya intervensi sosial. Penganiayaan dipahami sebagai perilaku menyimpang yang melanggar norma sosial dan hukum, dengan proses hukum menjadi ruang pembelajaran sosial bagi pelaku.
Downloads
References
Agnew, R. (1992). Foundation for a general strain theory of crime and delinquency. Criminology, 30(1), 47–88.
Arendt, H. (1970). On violence. Harcourt, Brace & World.
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
Galtung, J. (1969). Violence, peace, and peace research. Journal of Peace Research, 6(3), 167–191.
Hirschi, T. (1969). Causes of delinquency. University of California Press.
Kartono, K. (2014). Patologi sosial. RajaGrafindo Persada.
Kyranides, M. N. (2024). Verbal, physical, and relational aggression: The role of negative emotions. Current Psychology, 43(7), 5894–5906.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.
Merton, R. K. (1968). Social theory and social structure. Free Press.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.
Soekanto, S. (2017). Sosiologi: Suatu pengantar. Rajawali Pers.
Sutherland, E. H., & Cressey, D. R. (1978). Criminology (10th ed.). Lippincott.
World Health Organization. (2002). World report on violence and health. World Health Organization.
Zeyrek-Rios, E. Y., Çetinöz, E., Erten, İ., Gürsoy, A., & Gönültaş, M. B. (2025). Relationship between emotion regulation and aggression among incarcerated individuals. Aggression and Violent Behavior, 74, 101812.

