TRADISI MERISIK DALAM PERNIKAHAN MASYARAKAT MELAYU DAN RELEVANSINYA DENGAN NILAI MUSYAWARAH DALAM AL-QUR’AN : ANALISIS TAFSIR AYAT-AYAT SOSIAL BUDAYA

Authors

  • Tiara Amalia Nizamuddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau Author
  • Edi Hermanto UIN Sultan Syarif Kasim Riau Author

Keywords:

Merisik, Pernikahan Melayu, Musyawarah, Al-Qur’an, Tafsir Sosial Budaya

Abstract

Tradisi merisik merupakan salah satu tahapan awal dalam pernikahan masyarakat Melayu yang berfungsi sebagai sarana penjajakan, komunikasi, dan musyawarah antara dua keluarga calon mempelai. Tradisi ini dilakukan secara halus dan penuh etika, dengan tujuan memperoleh informasi serta memastikan kesiapan kedua belah pihak sebelum melanjutkan ke tahap peminangan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi tradisi merisik dengan nilai musyawarah dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir ayat-ayat sosial-budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif analitis terhadap literatur adat Melayu dan tafsir Al-Qur’an. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi merisik memiliki kesesuaian dengan prinsip musyawarah dalam Al-Qur’an, khususnya dalam aspek dialog, pertimbangan bersama, dan penghormatan terhadap nilai kekeluargaan. Dengan demikian, tradisi merisik dapat dipahami sebagai bentuk aktualisasi nilai-nilai Qur’ani dalam praktik budaya masyarakat Melayu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, M. Amin. Islam dan Ilmu Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.

Abdullah, M. Amin. Islam dan Etika Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.

Abdullah, M. Amin. Studi Islam: Normativitas dan Historisitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011.

Auda, Jasser. Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law. London: International Institute of Islamic Thought (IIIT), 2008.

Dahlan, M. Sistem Sosial Budaya Masyarakat Melayu. Pekanbaru: Alaf Riau, 2010.

Junus, Hasan. Adat Istiadat Melayu. Jakarta: Balai Pustaka, 2003.

Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.

Al-Qurṭubī. Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Saeed, Abdullah. Interpreting the Qur’an: Towards a Contemporary Approach. London: Routledge, 2006.

Saeed, Abdullah. Islam in Australia. Crows Nest: Allen & Unwin, 2003.

Shihab, M. Quraish. Wawasan Al-Qur’an. Bandung: Mizan, 1996.

Shihab, M. Quraish. Tafsir al-Mishbah. Jakarta: Lentera Hati, 2002.

Sinar, Tengku Luckman. Adat Budaya Melayu Riau. Pekanbaru: Pemerintah Provinsi Riau, 2012.

Ali, Tengku Muhammad. Nilai-Nilai Adat dalam Masyarakat Melayu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014.

Downloads

Published

2026-01-03

How to Cite

TRADISI MERISIK DALAM PERNIKAHAN MASYARAKAT MELAYU DAN RELEVANSINYA DENGAN NILAI MUSYAWARAH DALAM AL-QUR’AN : ANALISIS TAFSIR AYAT-AYAT SOSIAL BUDAYA. (2026). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(10), 271-280. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/5351

Similar Articles

41-50 of 657

You may also start an advanced similarity search for this article.