PROSES COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM MENCEGAH STUNTING DI LEMBANG SA’DAN ULUSALU, KECAMATAN SA’DAN, KABUPATEN TORAJA UTARA
Keywords:
Collaborative Governance, Pencegahan Stunting, Pemerintah DesaAbstract
Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan lintas sektor. Tingginya prevalensi stunting di Lembang Sa’dan Ulusalu, Kecamatan Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara menunjukkan perlunya pendekatan collaborative governance. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses collaborative governance dalam pencegahan stunting di tingkat desa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pemerintah lembang, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi telah berjalan melalui dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, dan komitmen antarpemangku kepentingan. Pemerintah lembang berperan sebagai fasilitator, sedangkan tenaga kesehatan dan kader posyandu menjadi aktor utama dalam pelaksanaan program. Namun, kolaborasi belum optimal akibat keterbatasan intensitas koordinasi, perbedaan pemahaman masyarakat, serta keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas kader, dan edukasi masyarakat berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pencegahan stunting di tingkat desa.
Downloads
References
Achjar, K. A. H., Anwar, T., Raji, H. F., Alita, R., Sulistiyorini, D., Maidartati, M., & Sihombing, D. R. (2024). Stunting. PT Green Pustaka Indonesia.
Adha, A. (2023). Pola komunikasi kesehatan kader posyandu dalam program penanggulangan stunting di Desa Pabuaran Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor (Disertasi). Universitas Nasional.
Afrida, C., Mustofa, A., & Susilo, K. D. (2024). Collaborative governance dalam pencegahan stunting di Kabupaten Sidoarjo. Soetomo Administrasi Publik, 2(1), 71–82.
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Anwar, S., Winarti, E., & Sunardi, S. (2022). Systematic review faktor risiko, penyebab, dan dampak stunting pada anak. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(1), 88–94.
Armayoga, B., Erlina, A. I. M. H., & Hijriyah, U. (2024). Implikasi hak anak dalam kandungan terhadap kebijakan kesehatan ibu dan anak. Journal on Education, 7(1), 7269–7277.
Ashari, W. K., Adekantari, D. R., Juita, K., & Jaelani, M. A. (2024). Penanganan stunting oleh DPPKB Kota Mataram dalam pendekatan collaborative governance. https://doi.org/10.61132/natural.v2i2.374
Astuti, D. D., Adriani, R. B., & Handayani, T. W. (2020). Pemberdayaan masyarakat dalam rangka stop generasi stunting. Jurnal Masyarakat Mandiri, 4(2), 156–162.
Choliq, I., Nasrullah, D., & Mundakir, M. (2020). Pencegahan stunting melalui modifikasi makanan anak. Humanism: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1).
Dermawan, A., Mahanim, M., & Siregar, N. (2022). Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Asahan. Jurnal Bangun Abdimas, 1(2), 98–104.
Dewi, N. L. Y. (2019). Dinamika collaborative governance dalam studi kebijakan publik. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 3(2), 200–210.
Fatikha, N. T., & Permatasari, A. (2023). Collaborative governance dalam penanganan stunting. Jurnal Kebijakan Publik, 14(3), 277. https://doi.org/10.31258/jkp.v14i3.8308
Habibah, E. N. (2021). Collaborative governance: Konsep dan praktik dalam pengelolaan bank sampah. Pustaka Rumah C1nta.
Hadi, N. I. (2023). Challenges and opportunities of collaborative governance in addressing stunting: Lessons from Papua. KnE Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v8i17.14183
Hartini, S. (2023). Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Bantul (Disertasi). Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Hidete, M. J., Rorong, A., & Palar, N. (2022). Peran pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Administrasi Publik, 8(114).
Jannah, F. (2019). Hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan orang tua terhadap kejadian stunting pada balita (Skripsi). UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Komalawati, V., & Siahaan, Y. E. L. (2020). Pemenuhan hak atas kesehatan bagi anak berkebutuhan khusus. Jurnal Aktualita, 3, 505–523.
Kurniasih, D. (2023). Collaborative governance in stunting reduction: A case study in Banyumas District. Jurnal Administrasi Publik, 14(1). https://doi.org/10.31506/jap.v14i1.19423
Kusnadi, I. H. (2019). Jejaring collaborative governance dalam pencegahan HIV/AIDS. International Journal of Demos, 1(2), 204–231.
La Ode Syaiful Islamy, H. (2018). Collaborative governance: Konsep dan aplikasi. Deepublish.
Levi-Faur, D. (Ed.). (2012). The Oxford handbook of governance. Oxford University Press.
Nurdiansyah, I. L., Ramdhani, A., Rismayanti, E., & Adnan, Z. (2024). Faktor yang mempengaruhi stunting anak usia 6–23 bulan. Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik, 15(1), 30–39.
Rehing, E. Y., Suryoputro, A., & Adi, S. (2021). Faktor yang mempengaruhi kunjungan ibu balita ke posyandu. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 12(2), 256–262.
Siradj, A. M., & Sudarmono, S. (2024). Collaborative governance in addressing stunting in the Bajau community. Jurnal Kebijakan Pemerintahan, 66–84. https://doi.org/10.33701/jkp.v7i1.4364
Subarsono. (2011). Analisis kebijakan publik: Konsep, teori, dan aplikasi. Pustaka Pelajar.
Sudarmo. (2015). Menuju model resolusi konflik berbasis governance. UNS Press.
Tirayoh, J., Tulusan, F., & Pombengi, J. (2023). Implementasi program pencegahan stunting di Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Administrasi Publik, 9(4), 608–619.
Wulandjani, H., Widiyahseno, B., Utomo, E. N., Megaster, T., Sudarmanto, E., Saleha, D., & Islam, N. (2025). Collaborative governance. Minhaj Pustaka Indonesia.
Yuwanti, Y., Mulyaningrum, F. M., & Susanti, M. M. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi stunting pada balita. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 10(1), 74–84.

