BUDAYA SELF-REWARD DIGITAL DI KALANGAN MAHASISWA: NORMALISASI KONSUMSI SEBAGAI PRAKTIK HEALING DAN PENGELOLAAN EMOSI
Keywords:
self-reward digital; mahasiswa; media sosial; perilaku konsumtif; budaya digitalAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik self-reward digital di kalangan mahasiswa serta makna, motif, dan implikasinya dalam konteks budaya digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi aktivitas mahasiswa di media sosial, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-reward digital dimaknai sebagai bentuk penghargaan diri, self-care, dan mekanisme coping dalam menghadapi tekanan akademik dan emosional. Media sosial berperan penting dalam menormalisasikan praktik tersebut melalui narasi healing dan konsumsi simbolik. Praktik self-reward digital bersifat ambivalen, karena di satu sisi membantu menjaga keseimbangan psikologis mahasiswa, namun di sisi lain berpotensi mendorong perilaku konsumtif impulsif dan tekanan mengikuti gaya hidup digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesadaran kritis, literasi digital, dan literasi keuangan agar praktik self-reward dapat dijalankan secara lebih sehat dan berkelanjutan
Downloads
References
Amalia, F. (2025). Budaya healing di kalangan mahasiswa Gen Z: Telaah terhadap regulasi emosi dalam konteks sosial modern. 7, 23–44.
Anggasta, G., Guretti, D., & Puspitasari, G. (2024). Implikasi budaya self-reward terhadap konsumtivitas: Studi kasus Gen Z. 2(12).
Didaktika, J. W. (n.d.). 1, 1,2. 2(01), 49–59.
Martin, L. H., & Hutton, P. H. (Eds.). (n.d.). No title.
Nafilah, J., & Safitri, D. (2025). Fenomena self-reward dalam budaya konsumerisme digital: Studi literatur tentang tren Gen Z di media sosial. 2934–2939.
Neff, K. D. (2003). Self-compassion: An alternative conceptualization of a healthy attitude toward oneself. Self and Identity, 2(2), 85–101. https://doi.org/10.1080/15298860390129863

