DARI GUARDIAN OF THE CONSTITUTION MENJADI LAWFARE: ANALISIS KEMUNDURAN DEMOKRASI KONSTITUSIONAL PASCA-PUTUSAN MK TENTANG SYARAT USIA CALON PRESIDEN/WAKIL PRESIDEN

Authors

  • Nur Ulfa Amalia Universitas Bakrie Author
  • Alia Kamilah Universitas Bakrie Author

Keywords:

Kemunduran demokrasi konstitusional, Mahkamah Konstitusi Indonesia, Lawfare

Abstract

Artikel ini mengkaji fenomena kemunduran demokrasi konstitusional di Indonesia pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang berkaitan dengan persyaratan usia calon presiden dan wakil presiden. Dalam kerangka sistem ketatanegaraan, Mahkamah Konstitusi berperan sebagai guardian of the constitution yang bertugas menjamin supremasi konstitusi serta melindungi hak-hak fundamental warga negara. Namun demikian, putusan tersebut mencerminkan adanya pergeseran signifikan dari peran Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga yudisial yang independen dan imparsial menuju instrumen politik yang sarat dengan konflik kepentingan dan praktik lawfare. Analisis dalam artikel ini menunjukkan bahwa proses pengambilan putusan yang berlangsung secara cepat, inkonsistensi dalam penerapan doktrin hukum, serta adanya pelanggaran etik yang bersifat serius merupakan indikator terjadinya degradasi fungsi Mahkamah Konstitusi. Kondisi tersebut berimplikasi langsung pada menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan konstitusional serta melemahnya prinsip checks and balances dalam sistem ketatanegaraan. Dalam jangka panjang, situasi ini berpotensi mengakibatkan berkurangnya legitimasi lembaga peradilan, terhambatnya penegakan prinsip rule of law, serta meningkatnya risiko kemunduran demokrasi menuju kecenderungan otoritarianisme. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan perlunya penegasan kembali independensi Mahkamah Konstitusi melalui reformasi struktural, khususnya dalam mekanisme pengawasan dan penegakan etik hakim konstitusi, sebagai langkah strategis untuk memulihkan integritas serta mengembalikan fungsi ideal Mahkamah Konstitusi dalam sistem demokrasi Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Auliadi, M. I. A., Pradana, O. F. R., Intansari, L., & Arifin, S. (2024). Konsekuensi Pelanggaran Kode Etik Hakim MK Terhadap Berlakunya Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023. Sosio Yustisia: Jurnal Hukum dan Perubahan Sosial, 4(1), 1-16.

Alamsyah, H. (2024). TINJAUAN YURIDIS KEDUDUKAN DAN PERANAN DISSENTING OPINION DAN CONCURING OPINION DALAM PUTUSAN HAKIM MAHKAMAH KONSTITUSI (Studi Kasus Putusan MK No 90/PUU-XXI/2023) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).

Appihi. (2023).Jurnal Demokrasi. https://journal.appihi.or.id/index.php/Demokrasi/article/download/1020/1210/5221

Arisuma, N., Saleh, A., Alfarisi, S., & Juliansyah, F. (2024). Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/Puu-Xxi/2023 Terhadap Demokrasi Dan Regenerasi Kepemimpinan Nasional. Lex Lectio Law Journal, 3(2), 66-75.

Armawan, S.H., M.H. (2023). Putusan 90/PUU-XXI/2023: Sisi lain rapat permusyawaratan hakim, hak dissenting dan refleksi para negarawan. https://jdih.mahkamahagung.go.id/download-file-satker/putusan-90puu-xxi2023-sisi-lain-rapat-permusyawaratan-hakim-hak-dissenting-dan-refleksi-para-negarawan

Barber, N. W. (2018). The Principles of Constitutionalism. Oxford University Press.

Butt, S., & Lindsey, T. (2018). Judicial mafia: The courts and state illegality in Indonesia. In E. Aspinall & M. Mietzner (Eds.), Problems of Democratisation in Indonesia: Elections, Institutions and Society (pp. 189-213). ISEAS Publishing.

Comaroff, J., & Comaroff, J. L. (2006). Law and disorder in the postcolony: An introduction. In J. Comaroff & J. L. Comaroff (Eds.), Law and Disorder in the Postcolony (pp. 1-56). University of Chicago Press.

Dixon, R., & Landau, D. (2020). Abusive judicial review: Courts against democracy. UC Davis Law Review, 53(3), 1313-1387.

Fallon, R. H. (2018). Law and legitimacy in the Supreme Court. Harvard Law Review, 131(7), 1808-1895.

Gibson, J. L., & Nelson, M. J. (2015). Is the US Supreme Court's legitimacy grounded in performance satisfaction and ideology? American Journal of Political Science, 59(1), 162-174.

Ginsburg, T., & Huq, A. Z. (2018). How to Save a Constitutional Democracy. University of Chicago Press.

Helmke, G. (2017). Institutions on the Edge: The Origins and Consequences of Inter-Branch Crises in Latin America. Cambridge University Press.

Hirschl, R. (2008). The judicialization of mega-politics and the rise of political courts. Annual Review of Political Science, 11, 93-118.

Issacharoff, S. (2015). Fragile Democracies: Contested Power in the Era of Constitutional Courts. Cambridge University Press.

Iswandi, S. H. (2020). DISKRESI MAHKAMAH KONSTITUSI SEBAGAI INSTRUMENT THE GUARDIAN OF THE CONSTITUTION PERSPEKTIF KEKUASAAN KEHAKIMAN (Doctoral dissertation, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA).

Hidayah, A. N. (2025). PERAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM PENEGAKAN HUKUM TATANEGARA DI INDONESIA. Lentera Ilmu, 2(1), 31-37.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2023). Ikhtisar putusan perkara nomor 90/2023. https://www.mkri.id/public/content/persidangan/sinopsis/ikhtisar_3646_1941_Ikhtisar_90_2023.pdf

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2023, 7 November). MKMK berhentikan Anwar Usman dari jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi. https://www.mkri.id/berita/-19751

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2023). Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 93/PUU-XV/2017. https://www.mkri.id/public/content/persidangan/putusan/putusan_mkri_9332_1697427438.pdf

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2023). [Judul berita Mahkamah Konstitusi]. https://www.mkri.id/berita/-19751

PSHK Indonesia. (2023). Diskusi “Menilik syarat usia calon presiden dan calon wakil presiden: Membaca potensi putusan Mahkamah Konstitusi dan potret kepemimpinan orang muda.” Kanal YouTube PSHK Indonesia. https://www.pshk.or.id/aktivitas/batas-usia-capres-cawapres-bukan-isu-konstitusional/

Pujianti. S (2023, 7 November). MKMK berhentikan Anwar Usman dari jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi. https://www.mkri.id/berita/-19751

Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. (2023). Batas usia capres-cawapres bukan isu konstitusional. https://www.pshk.or.id/aktivitas/batas-usia-capres-cawapres-bukan-isu-konstitusional/0

Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (2023). Kuat dugaan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman melakukan pelanggaran etik dan perilaku hakim konstitusi. https://pshk.or.id/publikasi/kuat-dugaan-ketua-mahkamah-konstitusi-anwar-usman-melakukan-pelanggaran-etik-dan-perilaku-hakim-konstitusi-para-guru-besar-dan-pengajar-hukum-tata-negara-mendesak-majelis-kehormatan-harus-jatuhkan-sa/

Rohman. (2025). Implikasi putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 terhadap demokrasi di Indonesia. Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik, 2(3), 100–112. https://doi.org/10.62383/demokrasi.v2i3.1020

Rivaldo, V., & Sitabuana, T. H. (2022). Kedudukan dan Peranan Mahkamah Konstitusi dalam Sistem Kenegaraan. Seri Seminar Nasional, 139-145.

Rizky, M. F., Yuhermasyah, E., & Umur, A. (2024). Konflik kepentingan putusan mk nomor 90/puu-xxi/2023 tentang batas usia capres dan cawapres menurut uu kekuasaan kehakiman. MAQASIDI: Jurnal Syariah dan Hukum, 142-151.

Satria, A. N. (2023, 23 Oktober). Pandangan pakar UGM terkait putusan MK soal batas usia capres-cawapres. Liputan. https://namadomainwebsite.com/jurnal-berita-oktober-2023

Siplaw Firm. (2023, April 13). Pengaturan batas usia pejabat pemerintah gunakan azas principium precisione (kecermatan). https://siplawfirm.id/pengaturan-batas-usia-pejabat-pemerintah-gunakan-azas-principium-precisione-kecermatan/?lang=id

Santoso, M Agus. “PERKEMBANGAN KONSTITUSI DI INDONESIA.” Vol. 2. Perkembangan Konstitusi di Indonesia, 2013.

Tasya. (2023, 23 Oktober). Pandangan pakar UGM terkait putusan MK soal batas usia capres-cawapres. Liputan (Berita-berita). https://ugm.ac.id/id/berita/pandangan-pakar-ugm-terkait-putusan-mk-soal-batas-usia-capres-cawapres/

Universitas Gadjah Mada. (2023). Pandangan pakar UGM terkait putusan MK soal batas usia capres-cawapres. https://ugm.ac.id/id/berita/pandangan-pakar-ugm-terkait-putusan-mk-soal-batas-usia-capres-cawapres/

Violla Reininda. (2023, 26 September). Potensi anomali dalam putusan Mahkamah Konstitusi tentang syarat calon presiden dan calon wakil presiden. PSHK Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia.

Yasin, N. B. Z. P., & Ubaidillah, L. (2024). Tinjauan Yuridis Atas Pelanggaran Kode Etik Hakim Mahkamah Konstitusi Dalam Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023. Indonesian Journal of Law and Justice, 2(1), 9-9.

Yudiansyah, F., Rika, E., Sari, L., Hidayat, T. W., & Yana, Y. (2024). Perkembangan Konstitusi di Indonesia Melalui Peran Mahkamah Konstitusi dalam Penegakan Hukum Konstitusi di Kaji Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 Tentang Mahkamah Konstitusi. Jembatan Hukum: Kajian Ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara, 1(2), 223-237.

Downloads

Published

2026-01-11

How to Cite

DARI GUARDIAN OF THE CONSTITUTION MENJADI LAWFARE: ANALISIS KEMUNDURAN DEMOKRASI KONSTITUSIONAL PASCA-PUTUSAN MK TENTANG SYARAT USIA CALON PRESIDEN/WAKIL PRESIDEN. (2026). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(10), 1321-1330. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/6195

Similar Articles

1-10 of 183

You may also start an advanced similarity search for this article.