KABINET BURHANNUDIN HARAHAP DAN PEMILU 1955: STUDI TRANSISI KEKUASAAN SECARA DEMOKRATIS

Authors

  • Tubagus Muhammad Damar Ilhami Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Author
  • Eko Ribawati Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Author

Keywords:

Demokrasi Liberal, Kabinet Burhanuddin Harahap, Pemilu 195, Transisi

Abstract

Transisi kekuasaan merupakan salah satu barometer krusial dalam mengukur kematangan politik dan keberlanjutan sebuah negara demokrasi. Setelah pengakuan kedaulatan penuh pada tahun 1949, Indonesia memilih sistem parlementer, secara teoretis menjamin kontrol rakyat melalui parlemen. Pada 12 Agustus 1955, di tengah suasana politik yang sangat memanas, Burhanuddin Harahap dari partai Masyumi dipercaya membentuk kabinet. Penelitian ini membahas peran Kabinet Burhanuddin Harahap dalam mempersiapkan dan menyelenggarakan Pemilu 1955. tantangan dan hambatan yang dihadapi Kabinet Burhanuddin Harahap dalam melaksanakan agenda Pemilu 1955. Dan sejauh mana Pemilu 1955 mencerminkan keberhasilan transisi kekuasaan secara demokratis di Indonesia pada masa itu. Penelitian ini menggunakan metode historis menurut Kuntowidjoyo. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Kabinet Burhanuddin Harahap berhasil melaksanakan Pemilu 1955, yang secara luas diakui sebagai Pemilu Indonesia yang paling demokratis sepanjang sejarah bangsa. Pelaksanaannya mencatat tingkat partisipasi pemilih yang sangat tinggi, mencapai 91,54% dari total pemilih terdaftar. Keberhasilan Kabinet Burhanuddin Harahap dalam mengembalikan stabilitas politik, menyelesaikan masalah dalam tubuh Angkatan Darat (mengangkat A.H. Nasution sebagai KSAD), dan gencar memberantas korupsi berfungsi sebagai prasyarat penting bagi penyelenggaraan. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anwar, S. (2012). "The 1955 General Election: A Milestone in Indonesian Democracy.". Journal of

Historical Studies 1, no. 2, 1-15.

Budiardjo, M. (1988). "The 1955 General Election and the Role of Political Parties.". Indonesian

Political Science Review 12, no. 1, 45-60.

Crouch, H. (1978). The Army and Politics in Indonesia. Ithaca: Cornell University Press.

Feith, H. (1962). The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia. Ithaca: Cornell University

Press.

Lev, D. S. (1964). "The Political Role of the Indonesian Army in the Post-Independence Period.".

Journal of Southeast Asian History 5, no. 1, 172-192.

Nasution, A. B. (1992). The Aspiration for Constitutional Government in Indonesia: A Socio-Legal

Study of the Indonesian Constituent Assembly 1956-1959. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Pringgodigdo, A. (1957). Tiga Undang-Undang Dasar. Jakarta: Pustaka Rakyat.

Ramage, D. E. (1993). "Politics in Indonesia: From Guided Democracy to the New Order." . Asian

Survey 33, no. 5:, 483-492.

Ricklefs, M. (2008). A History of Modern Indonesia since c.1200. London: Macmillan.

Schwarz, A. (1992). "The Decline of Democracy in Indonesia: An Institutional Perspective.".

Contemporary Southeast Asia 14, no. 1, 30-50.

Downloads

Published

2026-01-14

How to Cite

KABINET BURHANNUDIN HARAHAP DAN PEMILU 1955: STUDI TRANSISI KEKUASAAN SECARA DEMOKRATIS. (2026). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(10), 1481-1490. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/6436

Similar Articles

21-30 of 38

You may also start an advanced similarity search for this article.