SITUS LEBAK CIBEDUG DESA CITOREK, KECAMATAN CIBEBER, KABUPATEN LEBAK BANTEN
Keywords:
Kasepuhan Lebak CibedugAbstract
Situs Lebak Cibedug adalah peninggalan kebudayaan megalitikum yang diperkirakan berasal dari masa Neolitikum (sekitar 2500–1500 SM). Bangunan utamanya adalah punden berundak yang besar, bertingkat-tingkat, dan tersusun dari bebatuan andesit dan lempung. Situs ini juga memiliki tinggalan megalitik lain seperti menhir (batu tegak) dan dolmen (batu datar).Penelitian ini adalah penelitian kualitatif mengenai Situs Lebak Cibedug memiliki tujuan untuk,menganalisis fungsi awal punden berundak sebagai sarana peribadatan dan penghormatan terhadap roh nenek moyang, serta menafsirkan makna simbolis dari struktur bertingkat yang mengarah ke atas (mencerminkan hubungan dunia fana dan dunia roh).Mengidentifikasi Konteks Sosial Budaya, mendeskripsikan dan memahami sistem kepercayaan dan ritual masyarakat prasejarah yang membangun situs tersebut.Mendokumentasikan Kelestarian Adat, Mengkaji bagaimana masyarakat adat setempat saat ini (misalnya Kasepuhan Lebak Cibedug) menjaga, melestarikan, dan masih menggunakan situs ini untuk acara keadatan (seperti seren taun atau panen raya).Metodologi kualitatif, yang mungkin digunakan dalam penelitian situs seperti ini adalah pendekatan Etnografi, Sejarah, atau Arkeologi Budaya.Teknik Pengumpulan Data,Observasi Mengamati struktur fisik punden berundak dan tinggalan megalitik lainnya, serta prosesi atau ritual yang masih dilakukan oleh masyarakat adat di situs.Wawancara Mendalam, Melakukan wawancara dengan Juru Kunci Situs, tokoh adat (Ketua Kasepuhan), dan masyarakat sekitar untuk menggali informasi tentang sejarah lisan, kepercayaan, dan ritual terkait situs.Studi Literatur/Dokumentasi, Menganalisis laporan kepurbakalaan Belanda (seperti J.W.G. Prive, Van Tricht, atau van der Hoop) dan penelitian-penelitian arkeologi sebelumnya.Berdasarkan fungsi dan latar belakang situs, kesimpulan dari penelitian kualitatif, Manifestasi Kepercayaan Leluhur, Situs Lebak Cibedug adalah bukti fisik yang signifikan dari sistem kepercayaan megalitik di Nusantara, khususnya praktik penghormatan roh nenek moyang melalui pembangunan punden berundak.Kontinuitas Budaya, Meskipun sudah ribuan tahun, kesakralan situs ini masih lestari dan dipertahankan oleh masyarakat adat setempat, menunjukkan adanya kontinuitas budaya antara masa prasejarah dengan praktik adat saat ini.Pusat Peradaban, Situs ini menjadi petunjuk penting bahwa masyarakat di wilayah Citorek atau Banten pada masa Neolitikum sudah memiliki peradaban yang maju dengan kemampuan membangun struktur monumental berukuran besar.
Downloads
References
N. 1. James P. Spradley, Participant Observation (New York: Holt, Rinehart and Winston, 1980), 3–15.
N. 1. R.P. Soejono, Jaman Prasejarah di Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1984), 215–230.
N. 2. S. Sartono Kartodirdjo, Budaya dan Pembangunan: Suatu Pendekatan Historis (Jakarta: Gramedia, 1999), 11–25.
N. 4. John Van Maanen, Tales of the Field: On Writing Ethnography (Chicago: University of Chicago Press, 1988), 101–134.
N. 5. Steinar Kvale, "The Qualitative Research Interview," Sage Publications 24, no. 1 (2007): 37–52.
P.V. van Stein Callenfels, "De Keris en de Hindu-Javaanse Kunst," TBG: Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde 77, no. 1 (1937): 110–135.

