MAKAM KI MAS JONG DAN KI AGUS JU: BUKTI ARKEOLOGIS TRANSISI KEAGAMAAN DAN POLITIK DI SITUS BANTEN GIRANG ABAD KE-16
Keywords:
Arkeologi Islam, Banten Girang, Transisi Budaya, Ki Mas Jong, Ki Agus Ju, Kooptasi ElitAbstract
Situs Banten Girang merupakan pusat permukiman penting Kerajaan Sunda sebelum menjadi cikal bakal Kesultanan Banten. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan signifikansi Makam Ki Mas Jong dan Ki Agus Ju sebagai objek arkeologis yang merefleksikan akulturasi budaya serta peralihan kekuasaan dari Hindu-Buddha ke Islam pada abad ke-16. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, meliputi observasi langsung di situs, wawancara mendalam dengan Juru Kunci, dan analisis sumber sekunder dari studi literatur dan rekaman video YouTube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makam ini adalah bukti material keberadaan tokoh lokal yang sangat berpengaruh, yakni para panglima yang menjadi pendukung utama Maulana Hasanuddin. Lokasi makam yang berdekatan dengan struktur purbakala, seperti gua atau tempat tirakat, mengindikasikan adanya sinkretisme budaya dan keberlanjutan fungsi ruang suci. Makam Ki Mas Jong dan Ki Agus Ju merupakan penanda penting dalam historiografi Banten yang merekam proses Islamisasi yang damai dan politis.
Downloads
References
Narasumber 1
Nama : Ahmad Jubaedar HijasYamani.
Alamat : kampung balaya, desa sempu, kota serang.
Perkerjaan : guru

