MENGGALI TAFSIR AYAT-AYAT SOSIAL DALAM AL-QUR'AN: PERSPEKTIF BUDAYA DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT
Keywords:
tafsir Al-Qur’an, ayat sosial, budaya, kehidupan masyarakatAbstract
Artikel ini membahas tafsir ayat-ayat sosial dalam Al-Qur’an dengan menitikberatkan pada perspektif budaya dan kehidupan masyarakat. Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga sebagai sumber nilai-nilai sosial yang mengatur hubungan antarindividu dan komunitas. Melalui pendekatan tafsir kontekstual dan sosio-kultural, kajian ini bertujuan untuk menggali makna ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan keadilan sosial, solidaritas, toleransi, dan etika bermasyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menganalisis tafsir klasik dan kontemporer serta mengaitkannya dengan realitas sosial budaya yang berkembang di masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa ayat-ayat sosial dalam Al-Qur’an bersifat universal dan fleksibel, sehingga dapat diterapkan dalam berbagai konteks budaya tanpa kehilangan nilai dasarnya. Dengan demikian, tafsir ayat-ayat sosial diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, adil, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
Downloads
References
Al-Qur’an al-Karim.
Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, Bandung: Mizan, 1992.
Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah, Jakarta: Lentera Hati, 2002.
Fazlur Rahman, Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition, Chicago: University of Chicago Press, 1982.
Nasr Hamid Abu Zayd, Mafhūm al-Naṣṣ: Dirāsah fī ‘Ulūm al-Qur’ān, Kairo: al-Hay’ah al-Miṣriyyah, 1990.
Sahiron Syamsuddin, Hermeneutika dan Pengembangan Ulumul Qur’an, Yogyakarta: Pesantren Nawesea Press, 2009.
Amin Abdullah, Studi Agama: Normativitas atau Historisitas?, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006

