Peran WALHI dalam Penanggulangan Bencana Nasional: Analisis Panduan dan Implementasi
Keywords:
WALHI, penanggulangan bencana nasional, analisis SWOT, organisasi masyarakat sipil, kebijakan lingkunganAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dalam penanggulangan bencana nasional, dengan fokus pada aspek panduan kebijakan dan implementasi di lapangan. WALHI sebagai organisasi masyarakat sipil memiliki kontribusi penting dalam advokasi lingkungan, mitigasi bencana, serta pemberdayaan komunitas terdampak. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi efektivitas peran WALHI dalam sistem penanggulangan bencana di Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa WALHI memiliki kekuatan utama berupa jaringan organisasi yang luas, kapasitas advokasi tinggi, dan kredibilitas publik yang kuat dalam isu keadilan ekologis. Namun, kelemahan internal masih ditemukan pada aspek keterbatasan sumber daya, koordinasi antarwilayah, serta kesinambungan antara kebijakan advokasi dan implementasi praktis. Di sisi lain, peluang eksternal hadir dari meningkatnya perhatian pemerintah terhadap mitigasi perubahan iklim, terbukanya kerja sama lintas-sektor, dan dukungan publik terhadap gerakan lingkungan. Sementara itu, ancaman utama berasal dari tekanan politik, kepentingan ekonomi korporasi, dan lemahnya penegakan hukum lingkungan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa WALHI berperan strategis dalam memperkuat pendekatan ekologis dan partisipatif terhadap penanggulangan bencana di Indonesia. Untuk meningkatkan efektivitas peran tersebut, diperlukan penguatan kapasitas kelembagaan, sinergi multi-aktor, serta pemantapan strategi advokasi berbasis data dan riset ilmiah. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembangan kebijakan nasional dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil di bidang kebencanaan dan lingkungan.
Downloads
References
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2024). Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI). Jakarta: BNPB.
Hilhorst, D. (2018). Disaster Risk Governance: Resilience, Responsibility and Reflexivity. Disaster Studies, Wageningen University.
Kelman, I. (2022). Disaster by Choice: How Our Actions Turn Natural Hazards into Catastrophes. Oxford: Oxford University Press.
Mis¬management of Spatial Planning Fuels Disaster in Java Island.” WALHI Press Release, 24 Jan 2023.
Relawan WALHI Sumsel Siaga Bencana Banjir.” ANTARA News, 29 Des 2018.
Saputra, Dodi. Green Social Movement dan Civil Society: Peran WALHI dalam Mengadvokasi Dampak Krisis Iklim Masyarakat Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2024.
Sopaheluwakan, J. (2021). Peran masyarakat sipil dalam sistem kebencanaan nasional. Jurnal Kebencanaan Indonesia, 12(2), 134–149.
Siagian, Sondang P. 2008. Manajemen Strateji. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Suryanti, Made Selly Dwi. “Bencana Kabut Asap: Pandangan dan Sikap Non-Govermental Organization.” FETRIAN, vol. 4, no. 1, 2022, hlm. 63-82.
Trinata, A., Perdana, D. R., Harahap, G., dkk. (2025). Bencana Ekologis: Mereduksi Risiko, Memulihkan Indonesia. Yogyakarta: Samudra Biru & WALHI.
Twigg, J. (2015). Disaster Risk Reduction. Overseas Development Institute.
United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR). (2015). Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030. Geneva: UNDRR.
Walhi: Negara Belum Optimal Selesaikan Bencana Ekologis.” ANTARA News, 21 Des 2006.
WALHI. (2024). Buku Saku Tanggap Bencana WALHI. Jakarta: WALHI.
WALHI. (2021). Laporan Tahunan WALHI 2021.
WALHI. (2020). Panduan penanggulangan bencana berbasis ekosistem dan keadilan ekologis. WALHI
Wisner, B., Blaikie, P., Cannon, T., & Davis, I. (2004). At Risk: Natural Hazards, People’s Vulnerability and Disasters. London: Routledge.

