ANALISIS CAMPUR KODE BAHASA BANJAR DAN BAHASA INDONESIA PADA UNGGAHAN MEDIASOSIAL @BANJARNYAMAN (INSTAGRAM DAN TIKTOK)

Main Article Content

Fatimah Azzahra
Bariah Bariah
Muhammad Halim
Fitri Yuliana
Nursyifa Aliyyin Akraamah

Abstract

Fenomena campur kode semakin marak terjadi di media


sosial seiring dengan meningkatnya interaksi digital


masyarakat yang bilingual. Penelitian ini bertujuan untuk


mendeskripsikan wujud dan fungsi campur kode bahasa


Banjar dan bahasa Indonesia yang terdapat pada kolom


komentar akun Instagram dan TikTok @Banjarnyaman.


Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan


metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan


dengan dokumentasi dan teknik simak catat, menggunakan


teknik purposive sampling untuk memilih komentar yang


mengandung unsur campur kode. Hasil penelitian


menunjukkan bahwa campur kode yang terjadi meliputi


campur kode berwujud kata, frasa, baster (pembentukan


kata hibrida), dan penyisipan partikel. Temuan data


mengindikasikan bahwa penggunaan kata ganti ulun (saya)


dan sidin (beliau), serta partikel penegas seperti pang dan


lah sangat dominan. Campur kode ini berfungsi sebagai


strategi kesopanan (politeness strategy), sarana membangun


keakraban (intimacy), serta penegasan identitas budaya


Banjar dalam konteks kuliner dan nostalgia. Penelitian ini


menyimpulkan bahwa media sosial dapat menjadi wadah


pemertahanan eksistensi bahasa daerah melalui adaptasi


gaya tutur yang santai namun tetap menjunjung nilai rasa


bahasa.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

ANALISIS CAMPUR KODE BAHASA BANJAR DAN BAHASA INDONESIA PADA UNGGAHAN MEDIASOSIAL @BANJARNYAMAN (INSTAGRAM DAN TIKTOK). (2025). Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 11(5), 131-140. https://cibjournal.com/index.php/argopuro/article/view/2006

References

Asruri, R. P. M. N., Yasin, M. F., & Noortyani, R. (2024). Alih kode dan campur kode pada

interaksi peserta didik MAN 2 Tapin. LOCANA, 7(1), 91–101.

https://doi.org/10.20527/jlc.v7i1.199

Dewi, I., Fitriana, I., & Marwil, A. N. (2025). Analisis campur kode dalam novel “Timun Jelita”

karya Raditya Dika: Kajian sosiolinguistik. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra,

5(4), 3113–3121. https://doi.org/10.53769/deiktis.v5i4.2232

Eliastuti, M., Puspitasari, B. M., Ramadhanty, S., Ayuningrum, S., Maula, T. H., & Wulandari,

W. T. (2023). Analisis penggunaan campur kode pada kolom komentar akun TikTok Happy

Asmara. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Sosial (JKOMDIS), 3(1), 400–406.

https://doi.org/10.47233/jkomdis.v3i1.679

Karimah, U. L. A., Anandi, A. D. R., Pebrianti, E. E., & Kurnia, I. (2023). Analisis campur kode

dalam novel “My Psychopath Boyfriend” karya Bayu Permana. Jurnal Basataka (JBT),

6(1), 243–252. https://doi.org/10.36277/basataka.v6i1.273

Oentari, B. S. (2024). Campur kode bahasa Sunda ke dalam bahasa Indonesia sebagai pembentuk

humor dalam webtun. Linguistik Indonesia, 42(1), 199–220.

https://doi.org/10.26499/li.v42i1.548

Bangun, M. A., Nasution, M. F. A., Sinaga, N. R., Sastra, S. F. D., & Khairani, W. (2024). Analisis

pengaruh media sosial terhadap perkembangan bahasa Indonesia di era globalisasi.

Jurnal Bahasa Daerah Indonesia, 1(3), 9. https://doi.org/10.47134/jbdi.v1i3.26465

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.