PERBANDINGAN BENTUK REDUPLIKASI ANTARA HIKAYAT DAN CERPEN DALAM BUKU SISWA BAHASA INDONESIA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
Main Article Content
Abstract
Reduplikasi merupakan proses morfologis yang memiliki fungsi vital dalam pembentukan kata dan penyampaian makna, baik leksikal maupun gramatikal. Dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah, pemahaman mengenai bentuk reduplikasi sering kali terabaikan, padahal penggunaannya sangat variatif dalam materi ajar lintas zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan bentuk (tipologi) serta penggunaan reduplikasi antara teks sastra lama (hikayat) dan sastra modern (cerpen) yang terdapat dalam Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas X Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan deskriptif komparatif. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis kontrastif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan karakteristik morfologis yang signifikan antara kedua genre tersebut. Teks hikayat didominasi oleh reduplikasi berimbuhan kompleks (seperti berkibar-kibaranlah) dan reduplikasi utuh (dwilingga) untuk menegaskan pluralitas dan intensitas suasana. Sebaliknya, teks cerpen lebih produktif menggunakan reduplikasi berubah bunyi (dwilingga salin suara) dan reduplikasi berimbuhan ragam cakapan untuk membangun estetika bunyi dan realisme karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pergeseran pola morfologis dari struktur klasik yang kaku menuju bentuk modern yang lebih dinamis dan estetis dalam materi ajar sastra.
Article Details
Section
How to Cite
References
Alwi, H., dkk. (2010). Tata bahasa baku bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta: Balai Pustaka.
Aulia, F. T., Gumilar, S. I., & Kurniawan, A. (2023). Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK kelas X (Edisi Revisi). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Sumber: Kemendikdasmen https://share.google/MratzlPABw21w2fT1
Chaer, A. (2015). Morfologi bahasa Indonesia (Pendekatan proses). Jakarta: Rineka Cipta.
Kridalaksana, H. (1989). Pembentukan kata dalam bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Lestari, P. D., Suyanti., & Hayati, M. (2024). Analisis reduplikasi dalam cerpen Wadon karya Dinda Pranata. Jurnal Media Akademik (JMA), 2 (1), 1620-1634. Sumber: Jurnal Media Akademik (JMA) https://share.google/rDl2UzQzLgAbFHc8N
Ong, S. N. & Hamzah, Z. A. Z. (2020). Bentuk, fungsi, dan distribusi reduplikasi kata benda bahasa Melayu dan bahasa Jepang. Journal of Japanese Language Education & Linguistics, 4 (1), 36-53. Sumber: Jurnal Media Akademik (JMA) https://share.google/rDl2UzQzLgAbFHc8N
Setiaji, A. B., Masniati, A., & Ridwan, R. (2019). Makna reduplikasi dalam buku pelajaran bahasa Indonesia kelas X sekolah menengah atas (SMA) (Kajian morfologi). Prosiding, Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS). Surakarta: Universitas Sebelas Maret. 105-113. https://share.google/UJqGcehHAcvk0brCc