KESENJANGAN SOSIAL DAN PERJUANGAN KELAS DALAM FILM LASKAR PELANGI (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA DENGAN TEORI MARXISME)

Main Article Content

Ebi Pratama
Indah Lestari
Khofifatur Rahmawati
Ahmad Ilzamul Hikam

Abstract





Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi kesenjangan sosial dan perjuangan kelas dalam film Laskar Pelangi karya Riri Riza melalui perspektif sosiologi sastra dengan pendekatan teori Marxisme. Film ini menggambarkan ketimpangan sosial yang terjadi di Belitung, terutama pada sektor pendidikan, melalui kontras antara SD Muhammadiyah sebagai sekolah rakyat dan sekolah PN Timah sebagai institusi elite. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik simak dan catat, dengan sumber data berupa adegan, dialog, dan gambar dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Laskar Pelangi secara kuat menampilkan bentuk-bentuk kesenjangan sosial, mulai dari kondisi fasilitas pendidikan, struktur ekonomi masyarakat, hingga kebijakan yang cenderung memihak kelompok berkuasa. Selain itu, film ini juga menghadirkan beragam bentuk perjuangan kelas, meliputi perjuangan sosial melalui upaya mempertahankan sekolah miskin, perjuangan politik dalam menghadapi ancaman penutupan sekolah, serta perjuangan ekonomi yang dialami keluarga miskin dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Melalui analisis Marxis, ditemukan bahwa ketimpangan dalam film ini merupakan refleksi dominasi kelas borjuis atas alat produksi dan suprastruktur sosial, termasuk lembaga pendidikan. Film Laskar Pelangi tidak hanya berfungsi sebagai karya hiburan, tetapi juga sebagai kritik sosial yang menyoroti ketidakadilan struktural dan menegaskan pentingnya pendidikan sebagai sarana emansipasi bagi kelompok masyarakat marginal.





Article Details

Section

Articles

How to Cite

KESENJANGAN SOSIAL DAN PERJUANGAN KELAS DALAM FILM LASKAR PELANGI (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA DENGAN TEORI MARXISME). (2025). Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 11(6), 321-330. https://cibjournal.com/index.php/argopuro/article/view/3651

References

Asri, A. F. (2020). Film sebagai Media Komunikasi dan Representasi Sosial. Yogyakarta: Media Ilmu.

Hikam, A. I. (2024). Representasi Ideologi Feminisme Pada Film Sri Asih Karya Joko Anwar. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua, 9(2), 96-103.

Pratiwi, Brillianing. Dkk. Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Dalam Pemanfaatan YouTube Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar. Vol, 4 (No2). Hal 282-289. 2020.

Ngada, F. (2022). Film sebagai Produk Budaya dalam Perspektif Kajian Media. Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(2), 45-59.

Sugianto, S. R. (2022). Marxisme dan Superstruktur dalam Kajian Sastra. Jurnal Teori Sastra, 6(1), 12-25.

Rahmawati, L., & Pradipta, I. (2019). Kesenjangan Sosial dalam Film Indonesia: Analisis Representasi Kelas Sosial. Jurnal Kajian Budaya, 4(3), 77-88.

Syafri, M. (2018). Sosiologi Sastra: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Fitriyani, N. (2023). Pendidikan dan Perlawanan Kelas dalam Kajian Marxis. Bandung: Reksa Pustaka.

Hidayat, R. (2020). Konflik Kelas dan Ideologi dalam Kajian Marxis Kontemporer. Jakarta: Pustaka Obor.

Nurjanah, S. (2018). Ketimpangan Akses Pendidikan dalam Sistem Kebijakan Pendidikan Nasional. Jurnal Pendidikan Humaniora, 6(2), 55-63.

Putri, R. A. (2021). Stratifikasi Sosial dan Dampaknya terhadap Mobilitas Pendidikan di Indonesia. Jurnal Sosiologi Nusantara, 8(1), 44-58.

Rohman, M. (2022). Kekerasan Struktural dalam Kebijakan Pendidikan Indonesia. Jurnal Kebijakan Publik, 11(3), 90-103.

Samsul, H., & Afnida, R. (2021). Kemiskinan Struktural dan Akses Pendidikan di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Sosial, 7(2), 120-134.

Santoso, A. (2019). Representasi Kelas Sosial dalam Media Audio Visual. Yogyakarta: Garudhawaca.

Wardani, E. (2017). Pendidikan sebagai Sarana Mobilitas Sosial. Jurnal Pendidikan Nasional, 5(4), 188-195.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.