KERAJINAN RAKYAT MARMER MINANGKA SENTRA INDHUSTRI LOKAL ING KECAMATAN CAMPURDARAT KABUPATEN TULUNGAGUNG (TINTINGAN FOLKLOR DUDU LISAN)

Main Article Content

Etika Sufi
Sukarman

Abstract





Kerajinan rakyat marmer di Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung merupakan bagian dari folklor bukan lisan sekaligus sentra industri lokal yang telah berkembang sejak lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah industri kerajinan marmer, peralatan dan proses pembuatannya, bentuk hasil kerajinan, fungsi, nilai-nilai lokal yang terkandung, serta upaya pelestariannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud kerajinan rakyat marmer terbagi menjadi dua kategori, yaitu marmer terapan dan marmer estetika. Marmer terapan berjumlah 20 jenis, sedangkan marmer estetika berjumlah 9 jenis. Penelitian ini juga menjelaskan peralatan yang digunakan serta tahapan dalam proses pembuatan kerajinan marmer. Dari segi fungsi, kerajinan marmer memiliki fungsi sebagai sarana proyeksi budaya, sarana pendidikan, fungsi terapan, fungsi estetika, serta fungsi ekonomi. Selain fungsi, kerajinan rakyat marmer juga mengandung nilai-nilai lokal, antara lain nilai ekonomi, estetika, sosial, dan gotong royong yang diperoleh dari hasil wawancara dengan informan. Mengingat keberadaannya sebagai warisan budaya lokal, kerajinan rakyat marmer perlu dilestarikan. Upaya pelestarian dijelaskan berdasarkan pandangan para informan agar keberlangsungan kerajinan ini tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.






Kata kunci: kerajinan rakyat marmer, Campurdarat Tulungagung, wujud, fungsi, pelestarian

Article Details

Section

Articles

How to Cite

KERAJINAN RAKYAT MARMER MINANGKA SENTRA INDHUSTRI LOKAL ING KECAMATAN CAMPURDARAT KABUPATEN TULUNGAGUNG (TINTINGAN FOLKLOR DUDU LISAN). (2026). Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 12(1), 101-110. https://cibjournal.com/index.php/argopuro/article/view/5768

References

Aedi, N. (2010). Instrumen Penelitian dan Pengumpulan Data. Bahan Belajar Mandiri Metode Penelitian Pendidikan, 1-15.

Agus, S. (2012). Metodologi Penelitian Sosial. Yogyakarta: Andi.

Anggito. (2018). Metodolofi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian. Jakarta: PT. Ringkasan Cipta.

Ayat, R. (1986). Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta: Pustaka Jaya.

Azizah, J. I. (2017). Perkembangan Industri Marmer di Desa Besole Kabupaten Tulungagung Tahun 1990-1998. AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah, 501-514.

Creswell, J. W. (2014). Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. London: SAGE Publications.

Darusman, Y. (2015). Kearifan Lokal Kerajinan Bordir Tasikmalaya sebagai Ekonomi Kreatif Terbuka untuk Modern. Journal of Nonformal Education, 107-119.

Endraswara, S. (2009). Metode Penelitian Folklor: Konsep, Teori, dan Aplikasi. Jakarta: Medi Pressindo.

Endraswara, S. (2013). Folklor Nusantara: Hakikat, Bentuk, dan Fungsi. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Fathoni. (2006). Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Hasanah, H. (2016). Teknik-Teknik Observasi. Jurnal at-Taqaddum, 21-46.

Husnullail, M. (2024). Teknik Pemeriksaan Data dalam Riset Ilmiah. Journal Genta Mulia, 70-78.

Indra Tjahyadi, S. A. (2020). Pengantar Teori dan Metode Penelitian Budaya. Lamongan: Pagan Press.

Koentjaraningrat. (1990). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Lestari, S. W. (2016). Legendha Candi Tawang Alun ing Desa Buncitan Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo. Yudisium I Wisuda ke 85, 1-15.

Mahardika, A. D. (2019). Pangaribawane Legendha Pasarean Syekh Basarudin tumrap Tradhisi Nyadran ing Dhusun Srigading Desa Bolorejo Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung (Tintingan Folklor)). Baradha, 1-11.

Moleong. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Morissan. (1995). The Nature of Qualitative Research (2nd ed.). London: Sage Publications.

Nasrullah, I. (2013). Perancangan Sentra Industri Batu Marmer di Kabupaten Tulungagung: Tema Sustainable Architecture . Doctoral Dissertation.

Poerwandri. (1998). Metode Penelitian Sosial dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Prasetio, K. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Eksistensi Industri Kerajinan Marmer di Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Swara Bhumi, 30-41.

Purhantara, W. (2010). Metode Penelitian Kualitatif untuk Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Puspitasari, V. (t.thn.). Panganan Tradhisional Kabupaten Tulungagung.

Rahmawati, P. (2021). Membaca Etnohealing Jawa: Sebuah Pengantar Memahami Self Healing Berbasis Budaya. Mataram: Penerbit Genius.

Sari, V. P. (2013). Panganan Tradhisional Kabupaten Tulungagung. Yudisium III Wisuda ke 78, 1-8.

Titisari, S. K. (2019). Rekomendasi Pemanfaatan Marmer Berdasarkan Karakteristiknya. Jurnal Pengabdian kepada Masarakat, 251-266.

Warsito, E. I. (2020). Kearifan Lokal Jawa dalam Wedhatama. Yogyakarta: Gambang Buku Budaya.

Widyarini, Y. R. (2013). Legendha Kyai Ageng Mohammad Besari ing Desa Tegalsari Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo (Tintingan Folklor). Baradha, 1-11.

Witman, Y. W. (2020). Geliat Kerajinan Rumahan Batu Pualam Tulungagung 1961-1990. Tesis.

Yuliana, R. I. (2017). Kontribusi Pendapatan Industri Kerajinan Marmer terhadap Pendapatan Rumah Tangga dan Serapan Tenaga Kerja di Desa Gamping dan Desa Besole Kabupaten Tulungagung. Geo Educasia, 90-104.

Yunitasari, V. (2021). Analisis Upaya dalam Mempertahankan Keberlangsungan Industri Kerajinan Marmer dan Onix di Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Prosiding Seminar Nasional Ekonomi Pembangunan, 498-508.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.