PEMBACAAN HEURISTIK DAN HERMENEUTIK KEPADA PUISI “BADIK SEMOGA” DAN “BADIK DALAM HITAM” KARYA D. ZAWAWI IMRON
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis puisi "Badik Semoga" dan "Badik dalam Hitam" karya D. Zawawi Imron yang terdalam dalam kumpulan puisi Mata Badik Mata Puisi . Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis semiotik berdasarkan teori heuristik dan hermeneutik Michael Riffaterre.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua puisi tersebut menggambarkan hubungan hamba dengan dengan Tuhan. Puisi "Badik Semoga" adalah permintaan hati atau diri manusia kepada Tuhan yang dipraktikkan dengan doa (praktik spiritual menunju Tuhan). Sebelum meminta atau berdoa kepada Tuhan hendaknya mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan cara memiliki ilmu, berserah diri, meniadakan diri di hadapan Tuhan untuk mengenal, mencintai, dan merasakan kehadiran Tuhan.
Puisi “Badik dalam Hitam” adalah hati di sini diciptakan oleh dorongan hasrat untuk terus percaya keberadaan Tuhan. Dorongan hasrat adalah nafsu yang dikendalikan oleh hati. Hati memegang kendali ke mana nafsu akan diarahkan. Hati mampu mengarahkan hasrat pada jalan menuju Tuhan. Tujuan dari semuanya adalah untuk mencapai kebaikan yang berhubungan langsung dengan Tuhan.
Article Details
Section
How to Cite
References
As, Umaya. 2010. Semiotika Teori dan Aplikasi Pada Karya Sastra. Semarang: IKIP PGRI Semarang Press.
Imron. 2018. Mata Badik Mata Puisi. Yogyakarta: Bening Pustaka.
Jabrohim. 2003. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.
Rusanda, dan Muhammad Rusli. 2021. “Merancang Penelitian Kualitatif Dasar/Deskriptif dan Studi Kasus. AL-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 2 (1), 48-60.
Sugiyono. (2015). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta Bandung
Taum, Y. Y. (2007). Semiotika Riffaterre dalam “Bulan Ruwah” Subagyo Sastrowardoyo. Jurnal Ilmiah Kebudayaan: Sintesis Volume 5 No. 1.