KENAKALAN REMAJA DALAM NOVEL THE 7 WINGS OF SINNERS KARYA JIENARA
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kenakalan remaja dalam novel The 7 Wings of Sinners karya Jienara dari sudut pandang dasar psikologi sastra Abraham Maslow. Penelitian ini dilakukan karena maraknya fenomena kenakalan remaja yang disebabkan oleh ketidakseimbangan pemenuhan kebutuhan psikologis, sebagai realitas kehidupan sosial yang tercermin dalam karya sastra. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif berdasarkan teknik studi pustaka, dengan fokus pada analisis bentuk-bentuk kenakalan remaja dan psikologis dari perilaku tokoh-tokohnya. Hasil penelitian ini mencakup lima bentuk kenakalan remaja seperti penyalahgunaan dan perdagangan narkoba, perkelahian antarpelajar, percobaan pembunuhan, pembunuhan, dan pelanggaran aturan lalu lintas. Setiap bentuk kenakalan yang digambarkan berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dalam hierarki Maslow, khususnya kebutuhan akan rasa aman, kasih sayang, harga diri, dan aktualisasi diri. Novel mampu melukiskan bagaimana tekanan sosial, trauma masa lalu, dan kebutuhan psikologis yang tidak terpenuhi menghasilkan kenakalan remaja. Oleh sebab itu, penelitian ini menunjukkan bahwa karya sastra bukan hanya merupakan refleksi realitas sosial tetapi juga medium pembelajaran moral dan psikologis yang penting dari fenomena kenakalan remaja.
Article Details
Section
How to Cite
References
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kenakalan remaja dalam novel The 7 Wings of Sinners karya Jienara dari sudut pandang dasar psikologi sastra Abraham Maslow. Penelitian ini dilakukan karena maraknya fenomena kenakalan remaja yang disebabkan oleh ketidakseimbangan pemenuhan kebutuhan psikologis, sebagai realitas kehidupan sosial yang tercermin dalam karya sastra. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif berdasarkan teknik studi pustaka, dengan fokus pada analisis bentuk-bentuk kenakalan remaja dan psikologis dari perilaku tokoh-tokohnya. Hasil penelitian ini mencakup lima bentuk kenakalan remaja seperti penyalahgunaan dan perdagangan narkoba, perkelahian antarpelajar, percobaan pembunuhan, pembunuhan, dan pelanggaran aturan lalu lintas. Setiap bentuk kenakalan yang digambarkan berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dalam hierarki Maslow, khususnya kebutuhan akan rasa aman, kasih sayang, harga diri, dan aktualisasi diri. Novel mampu melukiskan bagaimana tekanan sosial, trauma masa lalu, dan kebutuhan psikologis yang tidak terpenuhi menghasilkan kenakalan remaja. Oleh sebab itu, penelitian ini menunjukkan bahwa karya sastra bukan hanya merupakan refleksi realitas sosial tetapi juga medium pembelajaran moral dan psikologis yang penting dari fenomena kenakalan remaja.