IMPLIKASI MA HARAM AKHDHUHU HARAM I‘TA’UHU DALAM HUKUM ISLAM KONTEMPORER

Authors
  • Amarillis Calisha Triawan

    Universitas Negeri Semarang
    Author
  • Magdalena Triyanastiti Priskilla

    Universitas Negeri Semarang
    Author
  • Ardan Agniya Darmawan

    Universitas Negeri Semarang
    Author
  • Fathin Kamaluddin

    Universitas Negeri Semarang
    Author
  • Caesar Al Fatur Rohman

    Universitas Negeri Semarang
    Author
  • Baidhowi

    Universitas Negeri Semarang
    Author
Keywords:
Ma haram akhdhuhu haram i‘ta’uhu, kaidah fikih, hukum Islam kontemporer, transaksi haram, yuridis-normatif, hukum Islam Indonesia
Abstract

Kaidah fikih Ma haram akhdhuhu haram i‘ta’uhu merupakan prinsip fundamental dalam hukum Islam yang menegaskan larangan menerima maupun memberikan sesuatu yang haram. Artikel ini mengkaji makna filosofis, dasar syar’i, dan implikasi kaidah tersebut dalam konteks hukum Islam kontemporer, khususnya di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur kitab-kitab fiqih, Al-Qur’an, hadis, serta analisis kasus-kasus aktual dalam masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa kaidah ini mengatur tanggung jawab ganda dalam transaksi dan interaksi sosial untuk mencegah keterlibatan dalam praktik terlarang seperti suap, upah pelacuran, dan hiburan yang mengandung unsur maksiat. Penelitian juga menyoroti pengecualian dalam penerapan kaidah ini, misalnya membayar hakim demi keadilan. Dengan demikian, kaidah ini berperan penting dalam menjaga kemurnian hukum Islam dan harmoni sosial dalam masyarakat Muslim kontemporer.

References

Artikel Jurnal

Albab, Muhammad Ulil, dan Tutik Hamidah. (2024). Pendekatan Kaidah Fikih dalam Konteks Hukum Islam Kontemporer: Kajian Prinsip Kehati-hatian, Kemaslahatan, dan Keringanan. Jurnal Pusaka: Media Kajian dan Pemikiran Islam, 14(2), 115-125. https://doi.org/10.35897/ps.v14i2.1704

Enghariano, Desri Ari. (2023). Polemik Praktik Saweran kepada Pembaca Al-Qur’an (Telaah Etika Interaksi dengan Al-Qur’an). Al Fawatih: Jurnal Kajian Al-Quran dan Hadis, 4(1), 101-115. https://doi.org/10.24952/alfawatih.v4i1.7969

Syafi'i, Ahmad. (2009). Penyalahgunaan Narkoba dalam Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam. Hunafa: Jurnal Studia Islamika, 6(2), 219-232. https://doi.org/10.24239/jsi.v6i2.135.219-232

Pujianto, Wawan Trans. (2015). Risywah dalam Perspektif Hukum Islam. Hukum dan Ekonomi Syari’ah, 3(2). https://eprints.uad.ac.id/64825/2/T1_2000027019_BAB_I__240624020458.pdf

Marbun, S. (2018). Studi Nalar Hadis Tentang Praktik Korupsi, Gratifikasi dan Suap. Tesis S2, UIN Sumatera Utara. http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/4221

Artikel Berita

Fanani, Ahmad Bissri. (2024, 28 Maret). Memahami Kaidah Fikih: Larangan Menerima dan Memberikan Barang Haram. Jatim.nu. https://l1nq.com/HwuN8

Hidayat, Faiq. (2019, 11 Juli). Terbukti Terima Suap, 2 Hakim PN Jakarta Divonis 4,5 Tahun Penjara.https://news.detik.com/berita/d-4620323/terbukti-terima-suap-2-hakim-pn-jaksel-divonis-4-5-tahun-penjara

Buku

Umar, M. (2017). KAIDAH FIQHIYYAH DAN PEMBAHARUAN HUKUM ISLAM. (2nd ed.). Banda Aceh: Yayasan WDC Banda Aceh.

Cover Image
Downloads
Published
2025-12-08
Section
Articles

How to Cite

IMPLIKASI MA HARAM AKHDHUHU HARAM I‘TA’UHU DALAM HUKUM ISLAM KONTEMPORER. (2025). Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 16(2), 751-760. https://cibjournal.com/index.php/causa/article/view/3106

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >> 

Similar Articles

1-10 of 872

You may also start an advanced similarity search for this article.