ANALISIS TERKAIT BATAS KEWENANGAN DAN RUANG GERAK EKSEKUTIF DIBAWAH KONTROL LEGISLATIF DI SISTEM PRESIDENSIAL INDONESIA
- Authors
-
-
Kaharuddin Kaharuddin
Universitas Pembangunan Nasional Veteran JakartaAuthor -
Irene Callista Khalfani
Universitas Pembangunan Nasional Veteran JakartaAuthor -
Srikandi Asia Komala Putri Dia
Universitas Pembangunan Nasional Veteran JakartaAuthor -
Adelia Putri Rahayu
Universitas Pembangunan Nasional Veteran JakartaAuthor
-
- Keywords:
- Kewenangan eksekutif, pengawasan legislatif, sistem presidensial, checks and balances, Indonesia
- Abstract
-
Penelitian ini bertujuan menganalisis secara detail bagaimana kewenangan Presiden dalam sistem pemerintahan presidensial di Indonesia dibatasi dan diawasi oleh lembaga legislatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum dan analisis dokumen hukum negara. Penulis memeriksa aturan dalam konstitusi, peraturan legislatif, serta praktik lembaga pemerintahan setelah perubahan terhadap UUD 1945, sebagai dasar sistem pemerintahan presidensial. Berikut temuan utama: (1) Perubahan dalam UUD 1945 mendorong pemisahan tugas antara lembaga eksekutif yang dipimpin Presiden dan lembaga legislatif yang dipimpin Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal ini ditunjukkan dalam Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 20 ayat (1), di mana DPR memiliki wewenang utama dalam menyusun undang-undang. (2) DPR memiliki kemampuan untuk mengawasi Presiden melalui beberapa metode. Salah satunya adalah mendorong persetujuan bersama Presiden atas rancangan undang-undang. Selain itu, DPR juga memiliki hak untuk mengusulkan penghentian jabatan Presiden jika diperlukan, melalui mekanisme di Pasal 7A dan 7B UUD 1945. (3) Meskipun ada pembatasan, kewenangan Presiden tetap cukup luas. Misalnya, Presiden memiliki kekuasaan untuk menerbitkan instruksi presiden (Inpres) yang bisa membentuk kebijakan pemerintahan yang mungkin tidak terbatas pada aturan hukum yang jelas. Ini berpotensi menyebabkan penyalahgunaan apabila mekanisme pengawasan dari DPR atau lembaga peradilan tidak berjalan efektif. (4) Dalam praktiknya, mekanisme checks and balances sering menghadapi tantangan. Salah satu tantangan tersebut adalah dominasi kekuasaan eksekutif dalam koalisi legislatif, yang bisa melemahkan kemampuan DPR untuk menjalankan tugas pengawasannya secara independen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun tingkat kewenangan Presiden telah dibatasi secara formal di dalam konstitusi dan peraturan legislatif, efektivitas pengawasan oleh DPR masih bergantung pada kemampuan lembaga DPR, kemandirian legislatif, serta peran lembaga peradilan dalam menegakkan akuntabilitas dalam pemerintahan. Dalam rekomendasi, disarankan memperkuat kemampuan pengawasan DPR, menegaskan aturan mengenai Inpres, serta meningkatkan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam proses pengawasan.
- Author Biographies
- References
-
Asshiddiqie, Jimly. (2006). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Mahfud MD, Moh. (2009). Konstitusi dan Hukum dalam Kontroversi Isu. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Manan, Bagir. (2004). Hubungan antara Pusat dan Daerah Menurut UUD 1945. Yogyakarta: FH UII Press.
Linz, Juan J. (1994). Presidential or Parliamentary Democracy: Does it Make a Difference? In J. Linz & A. Valenzuela (Eds.), The Failure of Presidential Democracy: Comparative Perspectives (Vol. 1). Baltimore: Johns Hopkins University Press.
Tjandra, W. Riawan. (2017). Hukum Tata Negara Pasca Amandemen Konstitusi. Jakarta: Prenada Media.
Hanan, D. (2015). Menelaah Relasi Eksekutif-Legislatif dalam Sistem Presidensial Multipartai di Indonesia. Jurnal Penelitian Politik, 12(1), 137–145.
Junaidi, V. (2020). Relasi Presiden dan DPR dalam Pembentukan Undang-Undang: Studi Pasca Reformasi. Jentera: Jurnal Hukum, 4(1), 1–18.
Khabib, M. M., & Adillah, S. U. (2025). Analisis Konstitusionalitas Batasan Kewenangan Presiden dalam Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu). Jurnal Ilmiah Sultan Agung.
Simabura, A. (2021). Analisis Kewenangan Presiden dalam Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Limbago: Journal of Constitutional Law.
Budiardjo, Miriam. (2014). Mekanisme Checks and Balances dalam Sistem Pemerintahan Presidensial Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 18(3), 205–218.
Fauzi, Nurul Qamar. (2018). Hukum Tata Negara Indonesia: Studi Perbandingan dan Reformasi Pasca Amandemen UUD 1945. Jakarta: Kencana.
Djayadi Hanan. (2014). Memperkuat Presidensialisme Multipartai di Indonesia: Pemilu Serentak, Sistem Pemilu
- Downloads
- Published
- 2025-12-21
- Section
- Articles
How to Cite
Most read articles by the same author(s)
- Yora Lisa, Samantha Edgina Christabella Taroreh, Adelia Putri Rahayu, Najwa alicia Yasmin, Renata Habibah Widyawati, Muhammad Al Farrel Yasser Zainal, Mulyadi, BUDAYA FOMO DAN IDENTITAS SOSIAL MAHASISWA: PERSPEKTIF SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI DI ERA MEDIA DIGITAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Nayla Dwi Maulida, Irene Callista Khalfani, Raudah Rahma Harahap, Tara Syifa Tsuraya, Patricia Parsaulian Sihombing, Mulyadi, ANALISIS INTERAKSI MODERNISASI DENGAN NILAI HUKUM ADAT DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI DAN SOSIOLOGI HUKUM DALAM PENGELOLAAN HUKUM ADAT , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
Similar Articles
- Adna Vika Aristiyani, KORUPSI SEBAGAI EXTRAORDINARY CRIME DAN IMPLIKASINYA TERHADAP SISTEM PERADILAN PIDANA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Sabir, Edy Supriyanto, Muh. Amin Saleh, IMPLIKASI HUKUM HARTA BERSAMA TERHADAP HARTA PENINGGALAN DAN PEMBAGIAN WARIS PASANGAN SUAMI ISTRI BERAGAMA ISLAM , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Erzavin Daveri, Marta Deki Putra, Aline Yunia Muntaha, Ilham Kurniawan Ardi, PERAN BAWASLU PROVINSI BENGKULU DALAM PENGAWASAN PEMILU DAN PENCEGAHAN PELANGGARAN PEMILU DI ERA DIGITAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Abel Putra Hamonang Pangaribuan, PENGATURAN KEWENANGAN NOTARIS DALAM PEMBUATAN AKTA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DARI PERSPEKTIF HUKUM TATA NEGARA DARURAT (STUDI KOMPARASI INDONESIA DENGAN NEGARA MALAYSIA DAN SINGAPURA) , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 15 No. 12 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Syifa Nur Azizah, Cristabel Raissa Agusta, DEMOKRASI YANG BERJIWA PANCASILA: ANTARA KEBEBASAN DAN TANGGUNG JAWAB SEBAGAI CERMIN BANGSA INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Khalisyah Amara Podungge, INDIKASI GEOGRAFIS SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK EKSPOR INDONESIA DALAM KERANGKA TRIPS AGREEMENT , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Rizka Asy Syifa, ANALISIS YURIDIS PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PERDAGANGAN ASET KRIPTO PASCA PERALIHAN PENGAWASAN DARI BAPPEBTI KE OJK TAHUN 2025 , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Vita Devianti, Luki Pramono , PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK DALAM PENYELENGGARAAN DEMOKRASI DI INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Nurul Baitii F Wahid, Rania Humayra, Nabila Aufa Shofiana, Auuli Friscilla Syalomita Gultom, Baidhowi, KEADILAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN PENERAPANNYA DI INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Syana Mifta Salsabila, KONSEP KEADILAN JOHN RAWLS DAN RELEVANSINYA TERHADAP SISTEM HUKUM DI INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
You may also start an advanced similarity search for this article.