TRADISI BEGAWI MULI MENGANAI NGEBEI NGELAKEI SEBAGAI WUJUD KEARIFAN LOKAL DALAM PERKAWINAN ADAT LAMPUNG

Authors
  • Fanny Handeka Pratama

    Universitas Bandar Lampung
    Author
Keywords:
tradisi, Begawi Muli Menganai Ngebei Ngelakei, kearifan lokal, perkawinan
Abstract

Tradisi Begawi Muli Menganai Ngebei Ngelakei adalah bagian penting dari upacara perkawinan adat masyarakat Lampung. Tradisi ini tidak hanya menampilkan prosesi seremonial, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara dan kajian literatur untuk memahami makna dan pelaksanaan tradisi Begawi. Hasilnya menunjukkan bahwa tradisi ini masih dijaga dengan baik oleh masyarakat karena dianggap sebagai simbol kehormatan keluarga dan identitas budaya Lampung.

References

Buku:

Hasan,Zainudin. (2025). HUKUM ADAT. Bandar Lampung: Universitas Bandar Lampung.

Hadikusuma, H. (1989). Masyarakat dan Adat-Budaya Lampung. Bandung: Mandar Maju.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Rahman, A. (2018). Adat dan Tradisi Perkawinan Masyarakat Lampung. Bandar Lampung: Universitas Lampung Press.

JURNAL:

Zainudin. H, Majidah, S., Yansyah, A., Salsabila,R. F., & Wirantika, M. S. (2024).Konstitusi Sebagai Dasar Hukum Dalam Pembangunan Sistem Hukum Nasional.Jurnal Ilmiah Mahasiswa,2(1), 44-54.

Afandi, A. (2018). Hukum Adat Indonesia: Dalam Perspektif Sejarah dan Perkembangannya. Yogyakarta: Deepublish.

Amin, M. (2017). Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Tradisi Adat Masyarakat Lampung Pepadun. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 5(2), 45–56.

Darwis, M. (2019). Hukum Adat dan Relevansinya dengan Hukum Nasional di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Halim, A. (2020). Pelestarian Budaya Lokal di Tengah Modernisasi: Studi Kasus Upacara Begawi di Lampung Tengah. Jurnal Sosial dan Humaniora, 8(1), 12–25.

Ismail, R. (2021). Perkawinan Adat Lampung sebagai Bentuk Pelestarian Kearifan Lokal. Bandar Lampung: Universitas Lampung Press.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Rahmawati, S. (2022). Eksistensi Hukum Adat dalam Sistem Hukum Nasional Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial, 10(3), 201–214.

Rini, D. A., & Sari, P. (2020). Makna Simbolik dalam Tradisi Begawi Adat Lampung. Jurnal Ilmu Budaya, 4(2), 77–89.

Suryani, E. (2018). Kearifan Lokal sebagai Identitas Budaya dalam Masyarakat Multikultural. Bandung: Alfabeta.

Zubaidah, N. (2019). Peranan Adat dalam Menjaga Nilai-Nilai Sosial Masyarakat Lampung. Jurnal Antropologi dan Budaya, 6(1), 55–68.

Yuliana, T. (2020). Kearifan Lokal sebagai Dasar Pembentukan Karakter Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Firmansyah, A. (2021). Integrasi Nilai-Nilai Adat dalam Sistem Hukum Nasional. Jurnal Hukum dan Masyarakat, 11(2), 134–148.

Utami, D. R. (2023). Perkawinan Adat di Indonesia: Antara Tradisi dan Regulasi. Malang: UB Press.

Sumber lain:

Samsu Rijal Gelar Suttan Sempurna Raja. (2025). Wawancara pribadi mengenai pelaksanaan tradisi Begawi Muli Menganai Ngebei Ngelakei di Tiyuh Gunung Terang, Marga Suwai umpu Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Wawancara dilakukan pada 04 Oktober 2025.

Cover Image
Downloads
Published
2026-01-09
Section
Articles

How to Cite

TRADISI BEGAWI MULI MENGANAI NGEBEI NGELAKEI SEBAGAI WUJUD KEARIFAN LOKAL DALAM PERKAWINAN ADAT LAMPUNG. (2026). Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 16(3), 671-680. https://cibjournal.com/index.php/causa/article/view/5976

Similar Articles

41-50 of 129

You may also start an advanced similarity search for this article.