PRINSIP-PRINSIP SAKAI SAMBAYAN PADA PERKAWINAN ADAT LAMPUNG
- Authors
-
-
Muhammad Alghani
Universitas Bandar LampungAuthor
-
- Keywords:
- Sakai Sambayan, perkawinan adat Lampung, nilai budaya, gotong royong, kearifan lokal., Sakai Sambayan, Lampung traditional marriage, cultural values, mutual cooperation, local wisdom.
- Abstract
-
Penelitian ini membahas prinsip-prinsip Sakai Sambayan sebagai dasar nilai sosial dan moral dalam pelaksanaan perkawinan adat masyarakat Lampung. Sakai Sambayan merupakan falsafah hidup masyarakat Lampung yang mengandung makna gotong royong, kebersamaan, keikhlasan, dan solidaritas sosial. Nilai-nilai tersebut tercermin secara nyata dalam tradisi perkawinan adat, baik pada masyarakat Saibatin maupun Pepadun. Kajian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah terkait budaya dan hukum adat Lampung. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan perkawinan adat Lampung tidak hanya berfungsi sebagai ikatan sosial antara dua individu dan keluarga, tetapi juga sebagai wujud nyata penerapan prinsip Sakai Sambayan dalam kehidupan bermasyarakat. Prinsip-prinsip seperti tolong-menolong, musyawarah, keadilan, dan keseimbangan menjadi landasan dalam setiap tahap prosesi perkawinan adat. Di era modern, nilai-nilai Sakai Sambayan tetap relevan untuk memperkuat solidaritas sosial, pendidikan karakter, serta pelestarian identitas budaya Lampung di tengah arus globalisasi.
This study discusses the principles of Sakai Sambayan as the foundation of social and moral values in the traditional marriage ceremonies of the Lampung community. Sakai Sambayan represents the Lampung people's life philosophy, emphasizing mutual cooperation, togetherness, sincerity, and social solidarity. These values are manifested in the traditional marriage practices of both the Saibatin and Pepadun communities. This research employs a descriptive qualitative method through a literature review of scholarly sources on Lampung culture and customary law. The findings reveal that Lampung traditional marriage serves not only as a social bond between two individuals and families but also as a tangible expression of the Sakai Sambayan principles in community life. Core principles such as mutual assistance, deliberation, justice, and harmony underpin every stage of the marriage process. In the modern era, Sakai Sambayan remains relevant for strengthening social solidarity, character education, and the preservation of Lampung’s cultural identity amid globalization.
- References
-
Angkupi, P. (2015). Formulasi perkawinan adat Lampung dalam bentuk peraturan daerah dan relevansinya terhadap hak asasi manusia. Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum, 49(2), 315–337.
Al Erza, R. Z., Pahrudin, A., & Anwar, C. (2024). Pernikahan Adat Pepadun Perspektif Pendidikan Islam. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 7(1), 85–91.
Damayanti, E., & Putra, D. A. A. (2025). Perkawinan dalam Perspektif Hukum Adat Indonesia:
Ragam Sistem, Tradisi, dan Tantangan Modern. Taruna Law: Journal of Law and Syariah, 3(2), 99–116.
Hasan, Z. (2025). Hukum Adat. Bandar Lampung: Universitas Bandar Lampung (UBL) Press.
Hasan, Z., Pradhana, R. F., Andika, A. P., & Al Jabbar, M. R. D. (2024). Pengaruh globalisasi terhadap eksistensi identitas budaya lokal dan Pancasila. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(1), 73–82.
Hasan, Z., Wijaya, B. S., Yansah, A., Setiawan, R., & Yuda, A. D. (2024). Strategi dan tantangan pendidikan dalam membangun integritas anti korupsi dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa. Perkara: Jurnal Ilmu Hukum dan Politik, 2(2), 241–255.
Evan, E. S. (2023). Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural Pada Budaya Sakai Sambayan Dalam Menumbuh Kembangkan Sikap Toleransi Masyarakat Lampung Pepadun. Academicus: Journal of Teaching and Learning, 2(1), 22–27.
Izzati, N., & Saputra, D. A. (2024). Pergeseran Nilai Praktek Hukum Waris dalam Masyarakat Adat Lampung. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(9).
Isnaeni, A., & Hakiki, K. M. (2016). Simbol Islam dan adat dalam Perkawinan adat Lampung Pepadun. Kalam, 10(1), 193–222.
Juliansyahzen, M. I. (2019). Dialektika hukum Islam dan hukum adat pada perkawinan Lelarian di Lampung Timur. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 12(1), 1–14.
Martiara, R. (2012). Nilai dan Norma Budaya Lampung: dalam Sudut Pandang Strukturalisme (Vol. 1, No. 1). Yogyakarta: Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia.
Nugroho, A. T. (2019). Seserahan Dalam Perkawinan Masyarakat Adat Lampung. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 14(1), 31–41.
Abdulsyani, A., Usman Raidar, U. R., & Pairulsyah, P. (2020). Nilai kearifan lokal Sakai Sambayan (Studi pada kehidupan masyarakat adat di Desa Maja, Kecamatan Kalianda Lampung Selatan).
Saputra, N. A. (2025). Peranan Tokoh Adat Sebagai Mediator terhadap Pernikahan Adat Lampung dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam. Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 5(1), 117–137.
Palyanti, M., Sari, D. K., Saputra, M. T. A., & Musriani, A. (2024). Menerapkan Makna Sakai
Sambayan sebagai Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Lampung dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Perspektif Pendidikan Islam. Bulletin of Community Engagement, 4(2), 218– 227.
Bangsawan, R. (2017). Implementasi Sakai Sambayan dalam Pembentukan Akhlak Masyarakat di Tiyuh Karta Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulang Bawang Barat (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).
- Downloads
- Published
- 2025-10-29
- Section
- Articles
How to Cite
Similar Articles
- Sri Wulan Noorrahman, Fallin Oktavia, Muhammad Rizky, Indah Dewi Megasari, STUDI KOMPARATIF PENYELESAIAN SENGKETA TANAH DALAM HUKUM ADAT DAN HUKUM NASIONAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Muhammad Iniesta Wangsaputra, PERNIKAHAN ADAT JAWA SEBAGAI SALAH SATU KEKUATAN BUDAYA INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- I Made Pradnya Mahadhana, PENERAPAN PERKAWINAN NYENTANA DALAM HUKUM ADAT BALI DI WILAYAH KECAMATAN SEPUTIH RAMAH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 15 No. 12 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Tiyas Riyani, Zainudin Hasan , PEMBAGIAN HAK WARIS BAGI ANAK ANGKAT MENURUT ADAT SUKU SAIBATIN PESISIR BARAT LAMPUNG , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Alin Indah Sari, TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PELAKSANAAN PERKAWINAN ADAT LAMPUNG PEPADUN , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Zigo Ari Ghopican, EKSISTENSI TANAH ADAT DI LAMPUNG : KAJIAN NORMATIF TENTANG KEBERADAAN TANAH ADAT DI LAMPUNG , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 15 No. 12 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Anandita Hapsari, Naira Rizqya Hadi, Ratu Nazhimatun Nazwa, Muhamad Rafsanjan, Muhamad Fardo Aimar, Siensi-Q Bahagia Nurfirmansyah, Mulyadi Mulyadi, PERAN HUKUM ADAT DALAM PENYELESAIAN SENGKETA WARISAN DI MASYARAKAT ADAT DAYAK KALIMANTAN , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Ilham Saputra, MAKNA FILOSOFIS DAN SIMBOLIS PADA TRADISI SEBAMBANGAN DI LAMPUNG , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Naufal Aldiansyah, NILAI-NILAI HUKUM WARIS ADAT LAMPUNG SAI BATIN DARI PERSPEKTIF HUKUM NASIONAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 15 No. 12 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- M. Alexander Leviano, MAKNA SIMBOLIK PADA PERNIKAHAN ADAT JAWA DI DESA PURWODADI DALAM, KECAMATAN TANJUNG SARI, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 15 No. 12 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
You may also start an advanced similarity search for this article.