Kedudukan Visum et Repertum sebagai Alat Bukti Surat dalam Pembuktian Tindak Pidana Kekerasan Seksual
- Authors
-
-
Aisyah Arrayyan Mawada
Universitas PamulangAuthor
-
- Keywords:
- alat bukti surat, visum et repertum, kekerasan seksual
- Abstract
-
Pembuktian perkara kekerasan seksual sering menghadapi hambatan karena karakter peristiwanya yang tertutup dan minim saksi. Dalam situasi ini, alat bukti surat memperoleh peran yang semakin penting sebagai sumber informasi tertulis yang dapat membantu menjelaskan kondisi korban dan mendukung rekonstruksi peristiwa. Penelitian ini mengkaji dasar hukum yang mengatur alat bukti surat serta bagaimana instrumen ini digunakan dalam proses pembuktian berdasarkan ketentuan KUHAP dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Melalui metode penelitian hukum normatif, penelitian ini menelaah relevansi dokumen medis, laporan ahli, dan bukti digital sebagai bagian dari alat bukti surat. Hasil kajian menunjukkan bahwa perluasan jenis dokumen yang diakui sebagai alat bukti surat memberikan ruang yang lebih fleksibel bagi aparat penegak hukum, namun penerapannya masih terkendala oleh kualitas pemeriksaan medis, ketidaksamaan standar forensik, serta keterbatasan sumber daya. Temuan ini menegaskan bahwa alat bukti surat berperan penting tetapi tidak dapat berdiri sendiri, sehingga penggunaannya harus dikombinasikan dengan alat bukti lain untuk memberikan gambaran peristiwa yang lebih komprehensif dan mendukung penilaian hakim secara lebih tepat.
- References
-
Adiputra, I., & Setiabudhi, P. (2023). Kedudukan visum et repertum dalam pembuktian perkara pidana. Jurnal Hukum dan Peradilan.
Adiputra, I., Wardana, M., & Putra, I. (2025). Analisis probatif visum pada kasus kekerasan seksual. Jurnal Yustisia Kontemporer.
Ayuningtyas, S., & Rahmawati, D. (2023). Kualitas visum dalam penanganan kasus kekerasan seksual di Indonesia. Jurnal Forensik Medis Indonesia.
Hutabarat, D. (2022). Permasalahan visum tidak lengkap dalam praktik peradilan pidana. Jurnal Hukum Lex Crimen.
Lukow, P. (2021). The evidentiary role of medical documentation in sexual violence cases. Journal of Forensic Studies, 12(3), 45–58.
Nasarudin, M., & Arafat, Y. (2023). Visum et repertum sebagai alat bukti surat dalam perkara pidana. Jurnal Penegakan Hukum Indonesia, 8(2), 101–115.
Pratiwi, R., & Ramadhan, A. (2023). Delay of medical examination and its impact on forensic findings. Indonesian Journal of Clinical Forensic, 6(1), 33–41.
Putri Natalie, G., & Wirya Darma, I. (2023). Peran visum et repertum dalam pembuktian tindak pidana seksual. Jurnal Sains Hukum, 7(1), 88–97.
Sari, K., Kurniawan, R., & Tanaya, M. (2023). Efektivitas alat bukti surat dalam perkara kekerasan seksual pada anak. Jurnal Peradilan Anak Indonesia, 4(2), 59–70.
Sembiring, J., & Silitonga, H. (2024). Keterbatasan visum et repertum dalam pembuktian kekerasan seksual. Jurnal Hukum Pidana Nusantara, 5(1), 73–84.
Simanjuntak, R., Hutapea, L., & Lase, E. (2024). Nilai probatif bukti medis dalam perkara kekerasan seksual. Jurnal Yuridika Nusantara, 3(2), 112–129.
Widiastuti, F. (2024). Kekerasan seksual tanpa bukti fisik: Tantangan pembuktian di pengadilan. Jurnal Kriminologi dan Gender, 2(1), 44–56.
- Downloads
- Published
- 2025-12-12
- Section
- Articles
How to Cite
Similar Articles
- Cecilia Meilani Hasan, Yoel Ferdiansyah, Hudi Yusuf, ANALISIS KRITIS TERHADAP IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2022 DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023 TENTANG TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Difa Felisa Heriah, Taun, ANALISIS DEKRIMINALISASI ABORSI SEBAGAI HAK KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN SEKSUAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Tania Fernanda, ALAT BUKTI DALAM HUKUM ACARA PIDANA INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Ghulam Ghulam Ramadhan Hakim, KAJIAN TEORITIS ALAT BUKTI ELEKTRONIK DALAM SISTEM HUKUM PEMBUKTIAN DI INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Juvika Juvika Larassati Junaidi, KEBIJAKAN PIDANA DALAM PENANGANA TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Attalah Justitio Khadavi, Eko Raharjo, Budi Rizki Husin, Rini Fathonah, Mamanda Syaputra Ginting, PERBEDAAN DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PENJATUHAN PUTUSAN TERHADAP PELAKU KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA PENGIDAP GANGGUAN KEJIWAAN PADA PUTUSAN PN MOJOKERTO NOMOR 414/PID.SUS/2024/PN MJK DAN PUTUSAN PN GEDONG TATAAN NOMOR 105/PID.B/2023 , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Ashilah Danty Dhanara, ANALISIS YURIDIS PENCABUTAN LIFE SUPPPORT PADA IBU BRAIN DEAD TERHADAP DELIK TINDAK PIDANA JANIN DALAM PERSPEKTIF KUHP BARU , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Ni Nyoman Ayu Trisna Aryanti, PENGIRIMAN STIKER DAN MEME SEKSUAL DI MEDIA SOSIAL SEBAGAI BENTUK SEKSISME DIGITAL DAN KEKERASAN SEKSUAL NON-FISIK DALAM PERSPEKTIF HUKUM INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- M. Alviana Mugi Nugraha, PERANAN ALAT BUKTI ELEKTRONIK DALAM PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA DI ERA DIGITAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Ari Ramdani, PERTANGGUNGJAWABAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI LEMBAGA PENDIDIKAN , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
You may also start an advanced similarity search for this article.