Abstract
Limbah pertanian jagung merupakan salah satu penyumbang terbesar akumulasi residu organik di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang bila tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan meningkatkan emisi gas rumah kaca. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses biokonversi limbah bonggol dan kulit jagung menjadi kompos berkualitas serta menganalisis pengaruhnya terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman Aglaonema, meliputi tinggi tanaman dan jumlah helai daun. Metode penelitian mengadaptasi prosedur pengomposan aerobik berbasis fermentasi mikroorganisme serta uji efektivitas kompos pada media tanam. Pengamatan dilakukan selama 15 hari menggunakan tiga perlakuan pupuk, yaitu Pupuk A (organik buatan), Pupuk B (NPK), dan Pupuk C (cangkang fermentasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pupuk A memberikan peningkatan pertumbuhan terbaik dengan tinggi tanaman mencapai 25,5 cm dan jumlah daun 9 helai pada hari ke-15. Hasil uji unsur hara menunjukkan bahwa Pupuk A memiliki fosfor tertinggi (P=9), sedangkan Pupuk B unggul pada nitrogen (N=8) dan kalium (K=9). Kombinasi ketersediaan hara makro, struktur organik, dan kestabilan tanah menjadi faktor utama yang mendukung performa pertumbuhan tanaman. Temuan ini menegaskan bahwa kompos berbasis limbah jagung tidak hanya menjadi solusi pengurangan limbah pertanian, tetapi juga berpotensi menjadi alternatif pupuk organik yang efektif dan ramah lingkungan dalam sistem pertanian berkelanjutan.
References
Badan Pusat Statistik. (2025). Luas panen dan produksi jagung di Indonesia 2024. https://www.bps.go.id/id/publication/2025/08/15/2bb49a0af17ec89ac16971de/luas-panen-dan-produksi-jagung-di-indonesia-2024.html
Dahliana, A. B., & Dm, Y. S. (2022). Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Proses Pengolahan Limbah Jagung Menjadi Pupuk Organik Di Desa Wellulang Kecamatan Amali Kabupaten Bone Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat. 1, 455–461.
Idhan, Abubakar, Syamsia, K. (2019). Produksi kompos dari aneka limbah jagung. 1, 362–367.
Intergovernmental Panel on Climate Change. (2022). Climate change 2022: Mitigation of climate change. Contribution of Working Group III to the Sixth Assessment Report. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781009157926.001
Kranz, C. N., McLaughlin, R. A., Johnson, A., Miller, G., & Heitman, J. L. (2020). The effects of compost incorporation on soil physical properties in urban soils – A concise review. Journal of Environmental Management, 261, Article 110209. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2020.110209
Kusuma, R., & Nurjannah, S. (2020). Pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan tanaman hias daun. Jurnal Hortikultura Indonesia, 11(2), 112–120. https://doi.org/10.29244/jhi.11.2.112-120
Romiyanto, L. A. (2024). Sosialisai Pembuatan Pupuk Organik Tongkol Jagung. 5(2), 2166–2171.
Sarwar, M., Patra, J. K., Ali, A., Maqbool, M., & Arshad, M. I. (2020). Effect of compost and NPK fertilizer on improving biochemical and antioxidant properties of Moringa oleifera. South African Journal of Botany, 129, 62–66. https://doi.org/10.1016/j.sajb.2019.01.009
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suvendran, S. (2025). Soil fertility and plant growth enhancement through compost treatments under varied irrigation conditions. Agriculture, 15(7), 734. https://doi.org/10.3390/agriculture15070734
Syamsia, S., Idhan, A., & Kasifah, K. (2019). Produksi kompos dari aneka limbah jagung. Unri Conference Series: Community Engagement, 1, 362–367. https://doi.org/10.31258/unricsce.1.362-367
Syuryawati, F. &. (2018). Efektivitas Kompos Limbah Jagung Menggunakan Dekomposer Bakteri dan Cendawan pada Tanaman Jagung The Effectiveness of Maize Stover Composts Using Decomposers of Bacteria and Fungi on Maize Growth.
Yefta Pamandungan, Bertje R A Sumayku, S. A. W. (2024). Pemanfaatan Limbah Tanaman Jagung Menjadi Pupuk Organik (Program Kemitraan Masyarakat di SMKN PP Kalasey). 2(September), 45–50.