Implementasi aplikasi e-government telah secara signifikan mengubah penyampaian layanan publik dengan memungkinkan interaksi digital yang efisien, transparan, dan mudah diakses antara lembaga pemerintah dan warga negara. Terlepas dari keuntungan ini, peningkatan ketergantungan pada jaringan komputer membuat sistem e-government rentan terhadap berbagai ancaman keamanan yang dapat membahayakan kerahasiaan data, integritas sistem, dan ketersediaan layanan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis ancaman keamanan jaringan umum yang dihadapi oleh aplikasi e-government dan untuk mengevaluasi efektivitas mekanisme keamanan jaringan berlapis dalam mengurangi risiko ini. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dengan pendekatan studi kasus pada sistem administrasi kependudukan simulasi bernama SIPANDA, yang mewakili lingkungan e-government yang khas. Hasil menunjukkan bahwa implementasi mekanisme keamanan jaringan berlapis—seperti firewall, enkripsi, kontrol akses, dan sistem deteksi intrusi—memainkan peran penting dalam meningkatkan perlindungan sistem, ketahanan, dan keandalan layanan.
You may also start an advanced similarity search for this article.