BAHAYA DAN RESIKO PAYLATER UNTUK SISWA/SISWI SMK NURUL HUDA BAROS
Keywords:
literasi keuangan, Paylater, risiko keuangan, siswa SMK, edukasi ekonomiAbstract
ABSTRAK
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di SMK Nurul Huda Baros pada Kamis, 02 Oktober 2025 dengan melibatkan 30 siswa sebagai peserta. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai bahaya dan risiko penggunaan layanan PayLater, yang semakin banyak digunakan oleh remaja tanpa pemahaman yang tepat mengenai konsekuensi finansialnya. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar PayLater, pola perilaku konsumtif, risiko bunga dan denda, potensi gagal bayar, hingga dampaknya terhadap kesehatan mental dan rekam jejak keuangan di masa depan. Metode kegiatan menggunakan pendekatan sosialisasi interaktif, studi kasus sederhana, dan diskusi reflektif agar siswa mampu mengaitkan materi dengan kondisi nyata yang mereka hadapi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memahami secara mendalam risiko PayLater sebelum kegiatan berlangsung. Namun, setelah sosialisasi, peserta mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk risiko finansial serta memahami pentingnya pengelolaan keuangan pribadi yang lebih bijak. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu siswa lebih kritis dalam mengambil keputusan finansial serta menghindari perilaku konsumtif yang merugikan.
Kata kunci: literasi keuangan, PayLater, risiko keuangan, siswa SMK, edukasi ekonomi
ABSTRACT
This Community Service Program was carried out at SMK Nurul Huda Baros on Thursday, October 2, 2025, involving 30 students as participants. The activity aimed to increase students’ understanding of the dangers and risks associated with PayLater services, which are increasingly used by teenagers who often lack awareness of the financial consequences. The material included the basic concept of PayLater, patterns of consumptive behavior, interest and penalty risks, potential defaults, and the long-term effects on mental health and financial records. The program employed an interactive socialization approach, case-based discussions, and reflective dialogue to help students relate the content to their real-life experiences. The results indicated that most participants had limited knowledge of PayLater risks prior to the session. After the activity, students were able to recognize different forms of financial risks and understand the importance of wiser personal financial management. This program is expected to encourage students to make more responsible financial decisions and avoid harmful consumptive behavior.
Keywords: financial literacy, PayLater, financial risks, vocational students, economic education
Downloads
References
Aaker, D. A. (2010). Building strong brands. Free Press.
Anwar, S., & Setiawan, T. (2020). Peran aplikasi keuangan digital dalam meningkatkan kesadaran finansial generasi muda. Jurnal Ekonomi dan Teknologi, 8(2), 135–147. https://doi.org/10.21070/jet.v8i2.1023
Fahmi, I. (2020). Manajemen Keuangan: Teori dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta.
Fitriani, R., & Yusuf, M. (2020). Pemanfaatan aplikasi keuangan digital untuk meningkatkan efisiensi pencatatan keuangan usaha kecil. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 9(1), 67–76.
Handayani, S. (2022). Pentingnya literasi keuangan di kalangan pelajar sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi digital. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 14(2), 188–198.
Hasanah, L., & Pratama, A. (2021). Financial technology dan perilaku keuangan generasi Z di Indonesia. Jurnal Keuangan Digital, 3(1), 25–36. https://doi.org/10.24036/jkd.v3i1.176
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson.
Kotler, P., Kartajaya, H., & Setiawan, I. (2021). Marketing 5.0: Technology for humanity. Wiley.
Kurniawan, B., & Sari, E. (2022). Peningkatan efisiensi pengelolaan keuangan pribadi melalui penggunaan aplikasi keuangan digital. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 56–65.
Lestari, S., & Wibowo, A. (2020). Financial literacy and MSME performance: The role of accounting practices. Journal of Small Business Development, 12(2), 45–56. https://doi.org/10.1234/jsbd.2020.12.2.45
Mulyani, E., & Santoso, H. (2023). Digital economy and financial literacy among high school students. Journal of Education and Digital Innovation, 9(3), 301–315.
Sari, N., & Dewi, L. (2023). Integrasi literasi keuangan digital dalam kurikulum sekolah menengah: Studi kasus di Banten. Jurnal Pendidikan Indonesia, 12(4), 497–509.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sukmana, R., & Huda, N. (2021). Keuangan digital dan penguatan literasi finansial di kalangan pelajar. Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah, 9(2), 178–190.
Triana, H. (2025). Turnover Intention and Work-life Balance as Predictors of Employee Performance Satisfaction at Springhill Group. ProBisnis: Jurnal Manajemen, 16(2), 191–195. https://doi.org/10.62398/PROBISNIS.V16I2
Triana, H., & Yofi, Y. (2021). Pengaruh Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Omnitech Global Indonesia. Jurnal Ilmiah Swara Manajemen, 1(2), 113–124. https://doi.org/10.32493/jism.v1i2.25615
Wahyuni, D., & Hidayat, I. (2020). Penerapan literasi keuangan berbasis aplikasi digital pada siswa SMA di Kota Serang. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(3), 211–221.
Widyastuti, R., & Pramudita, D. (2021). Branding strategy for small enterprises in rural areas. International Journal of Rural Entrepreneurship, 4(3), 101–114. https://doi.org/10.5678/ijre.2021.4.3.101
Yuliana, N. (2022). Penerapan pembukuan sederhana bagi UMKM desa melalui pendampingan berkelanjutan. Jurnal Abdi Desa, 7(2), 55–63.
Yuliani, N., & Prasetyo, B. (2022). Perilaku keuangan siswa dan pengaruhnya terhadap penggunaan aplikasi keuangan digital. Jurnal Ekonomi dan Inovasi Pendidikan, 7(1), 89–99.

