PENINGKATAN MOTVASI BELAJAR DAN LITERASI KEUANGAN DI KALANGAN SISWA DI PONDOK PESANTREN TURUS
Keywords:
motivasi belajar, literasi keuangan, pondok pesantren, siswaAbstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peningkatan motivasi belajar dan literasi keuangan di kalangan siswa Pondok Pesantren Turus. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya minat siswa terhadap pembelajaran keuangan dan terbatasnya pemahaman mereka mengenai pengelolaan keuangan pribadi yang efektif. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi dan wawancara kepada santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran kontekstual berbasis proyek dan pelatihan kewirausahaan sederhana mampu meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Selain itu, kegiatan literasi keuangan seperti simulasi pengelolaan keuangan, tabungan santri, dan pelatihan usaha mandiri berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman konsep dasar keuangan. Dengan meningkatnya motivasi belajar dan literasi keuangan, siswa di Pondok Pesantren Turus menunjukkan perilaku yang lebih disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya finansial mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendidikan keuangan dalam kurikulum pesantren dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk karakter santri yang cerdas finansial dan berdaya saing di masa depan.
Kata Kunci : motivasi belajar, literasi keuangan, Pondok Pesantren, siswa.
ABSTRACT
This study aims to analyze efforts to enhance learning motivation and financial literacy among students at Pondok Pesantren Turus. The background of this research is based on the low interest of students in financial learning and their limited understanding of effective personal financial management. The study uses a qualitative descriptive approach with observation and interview methods for the students. The results show that the implementation of project-based contextual learning strategies and simple entrepreneurship training can significantly increase students' learning motivation. In addition, financial literacy activities such as financial management simulations, student savings, and independent business training contribute to improving the understanding of basic financial concepts. With the increasing motivation to learn and financial literacy, students at Pondok Pesantren Turus demonstrate more disciplined, independent, and responsible behavior in managing their financial resources. This study concludes that integrating financial education into the pesantren curriculum can be an effective strategy in shaping students' characters to be financially savvy and competitive in the future.
Keywords : learning motivation, financial literacy, Islamic boarding school, students
Downloads
References
Amanda, A., Fatira, M., & Marpaung, M. (2023). Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 15(2), 110-123.
Fitriani, R. (2021). “Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Perilaku Keuangan Siswa Sekolah Menengah”. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 18(2), 134–142.
Hamzah, B. U. (2014). Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Isyanti, A. P. (2025). Literasi Keuangan dalam Memoderasi Pengaruh Frugal Living terhadap Perilaku Keuangan Mahasiswa Santri Pondok Pesantren An-Nur Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Ekonomi Syariah, 12(1), 75-89.
Rizky, F. (2024). Pengenalan Literasi Keuangan bagi Santri Pondok Pesantren: Tantangan dan Peluang. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Islam, 10(3), 215-229.
Ningsih, D. (2024). Studi Efektivitas Program Literasi Keuangan di Pondok Pesantren Turus. Jurnal Sosial dan Ekonomi Islam, 9(2), 140-150.
Nasrullah, M. (2023). Literasi Keuangan Syariah bagi Santri Pondok Pesantren: Strategi Pengajaran dan Dampaknya. Jurnal Pendidikan Keuangan Syariah, 8(1), 45-60.
Rizky, F. (2024). Pengenalan Literasi Keuangan bagi Santri Pondok Pesantren: Tantangan dan Peluang. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Islam, 10(3), 215-229.
Sudirman, Y. (2023). Pengaruh Pendidikan Keuangan dan Agama Terhadap Motivasi Belajar Santri. Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial, 7(1), 33-46.
Triana, H. (2025). Turnover Intention and Work-life Balance as Predictors of Employee Performance Satisfaction at Springhill Group. ProBisnis: Jurnal Manajemen, 16(2), 191–195. https://doi.org/10.62398/PROBISNIS.V16I2.
Triana, H., & Yofi, Y. (2021). Pengaruh Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Omnitech Global Indonesia. Jurnal Ilmiah Swara Manajemen, 1(2), 113–124. https://doi.org/10.32493/jism.v1i2.25615.
Sardiman, A. M. (2016). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sari, N. P., & Putra, J. M. (2024). Implementasi Pendidikan Literasi Keuangan di Sekolah Menengah Atas Berbasis Pesantren. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 20(1), 85-95.
Sari, D. A., & Fitria, R. (2021). “Sosialisasi Literasi Keuangan untuk Meningkatkan Pemahaman Pengelolaan Keuangan Siswa”. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 87–95.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2020). Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2020–2024. Jakarta: OJK.
Rahmawati, N., & Hidayat, T. (2022). “Implementasi Pendidikan Literasi Keuangan di Pesantren sebagai Upaya Pembentukan Kemandirian Ekonomi Santri”. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 7(1), 55–67.
Zulmi, N. (2025). Implementasi Uang Digital (E-Maal) Sebagai Transformasi Sistem Pembayaran di Era Digital: Studi Kasus Pondok Pesantren Nurul Huda. Jurnal Teknologi dan Ekonomi, 15(2), 88-97.

