MANAJEMEN WAKTU UNTUK ANAK MENGATUR BELAJAR, BERMAIN, DAN IBADAH SECARA SEIMBANG
Keywords:
Manajemen Waktu, Disiplin, Aktifitas SeimbangAbstract
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan manajemen waktu anak-anak binaan Yayasan Pundi Amal Dermawan Indonesia (Yayasan PADI) di Depok, Jawa Barat. Masalah utama yang ditemukan adalah kurangnya kemampuan anak dalam menyeimbangkan waktu antara belajar, bermain, dan ibadah, sehingga menyebabkan rendahnya disiplin, kebiasaan menunda aktivitas, serta kurangnya pemahaman mengenai prioritas harian. Kegiatan PKM dirancang dalam bentuk pelatihan interaktif, permainan edukatif, simulasi jadwal harian, serta pendampingan yang melibatkan anak, guru, dan orang tua. Pelaksanaan berlangsung selama lima hari dengan fokus pada pengenalan konsep manajemen waktu, praktik penyusunan jadwal belajar, pemahaman keseimbangan aktivitas, pembiasaan ibadah tepat waktu, dan evaluasi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mulai mampu mengatur waktu secara lebih terstruktur, memahami pentingnya keseimbangan aktivitas, serta menunjukkan peningkatan disiplin dan tanggung jawab. Program ini memberikan kontribusi pada pembentukan karakter anak melalui penerapan manajemen waktu yang teratur, sehingga menjadi bekal penting bagi perkembangan akademik dan sosial mereka di masa depan
Downloads
References
Aprilianti, D. (2017). Pentingnya menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, 5(2), 120–128.
Herlina, N. (2021). Pembentukan kemandirian anak melalui pembiasaan rutin di lingkungan pendidikan. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(1), 45–53.
Putri, A., & Hidayat, R. (2022). Dampak penggunaan gadget terhadap pola aktivitas harian anak usia sekolah. Jurnal Psikologi Perkembangan Indonesia, 8(2), 101–112.
Rahmawati, S. (2021). Pentingnya pembiasaan manajemen waktu pada anak usia sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Anak, 6(1), 33–41.
Suryani, T. (2020). Pola pendampingan orang tua dalam membentuk disiplin anak. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 77–88.

