PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN TATA KECANTIKAN DI UPTD SPNF SKB UNGARAN
Keywords:
Pemberdayaan Perempuan, Pelatihan Tata Kecantikan, Pendidikan Nonformal, Partisipasi PesertaAbstract
Pemberdayaan Perempuan merupakan proses penting dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian agar mampu berperan aktif dalam pembangunan ekonomi dan sosial. Salah satu upaya yang dilakukan adaalah melalui pelatihan keterampilan di lembaga pendidikan nonformal. UPTD SPNF SKB Ungaran menjadi lembaga strategis dalam mengemangkan potensi perempuan melalui pelatihan tata kecantikan berorientasi pada peningkatan keterampilan, kemandirian, dan rasa percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pemberdayaan perempuan melalui pelatihan tata kecantikan di UPTD SPNF SKB Ungaran dan partisipasi peserta dalam proses pelatihan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian meliputi ketua tim kursus SKB Ungaran, instruktur pelatihan, dan peserta pelatihan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan Data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama : (a) pelaksanaan pelatihan tata kecantikan dilaksanakan secara terencana dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi menggunakan metode problem-based learning dan learning by doing. (b) partisipasi peserta terlihat melalui hehadiran aktif, keterlibatan dalam pratik, serta kemauan berlatih di luar waktu pelatihan. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan tata kecantikan di UPTD SPNF SKB Ungaran memberikan pengaruh positif dalam memberdayakan perempuan melalui pengembangan keterampilan dan kemandirian ekonomi. Disarankan agar lembaga terus mengembangkan pelatihan berbasis kebutuhan masyarakat untuk memperkuat pemberdayaan secara berkelanjutan.
Downloads
References
Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan di Indonesia. https://www.bps.go.id
Darmawan, D., Ritonga, D., & Haila, H. (2024). Pendekatan Learning by Doing dalam Membangun Sikap Percaya Diri Peserta Kursus Tata Kecantikan Rambut di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Prostyle Kota Bekasi. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(1), 564-568.
https://doi.org/10.29303/jipp.v9i1.2024
Euromonitor International. (2022). Indonesia Cosmetics and Personal Care Market Report. https://www.euromonitor.com
Erlangga, F., Susilowati, D., & Santoso, M. (2024). Empowering Women by Strengthening the Economic Sector and Digital Marketing Through a Women's School in Tambakmenjangan Village. Dharma Jurnal Pengabdian Masyarakat,4(2),164-176
https://doi.org/10.35309/dharma.v4i2.288
Freire, P. (1996). Pedagogy of the oppressed (revised). New York: Continuum, 356, 357-358.
Munte, A., & Monica, M. (2023). Bargaining power, economic independence, decision making: Case study of women informal workers through philosopher John Stuart Mill. Al-Qalam, 29(2), 231-243.
https://doi.org/10.31969/alq.v29i2.1304
Mardikanto T (2013). Pemberdayaan Masyarakat. Bandung, Alfabeta
Sutarto, J. (2013). Manajemen Pelatihan. Yogyakarta: Deepublish
Wahyudi, R. and Pradana, H. (2023). Pemberdayaan UMKM Perempuan Indonesia Melalui Program Inkubasi Bisnis W20 Berbasis Digital Tahun 2022. Pamarenda Public Administration and Government Journal, 3(1), 35. https://doi.org/10.52423/pamarenda.v3i1.41685
Wrihatnolo dan Dwidjowijoto. (2007). Manajemen Pemberdayaan: Sebuah Pengantar dan Panduan untuk Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: Elex Media Komputindo

