PENYULUHAN ANTI BULLYING UNTUK MENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP DAMPAK NEGATIFNYA DI SEKOLAH MI MIFTAHUL ULUM MERGOBENER
Keywords:
Bullying, penyuluhan siswa, sekolahAbstract
Kasus bullying di lingkungan sekolah menjadi isu yang semakin mendesak dan serius karena berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis siswa. Fenomena ini tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga dapat mengganggu proses belajar mengajar. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), jumlah laporan kasus bullying di sekolah meningkat secara signifikan, sehingga diperlukan intervensi yang efektif untuk menanggulanginya. Untuk mengantisipasi masalah tersebut, peneliti melaksanakan kegiatan penyuluhan anti-bullying di MI Miftahul Ulum. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa terhadap perilaku bullying serta dampak negatif yang ditimbulkannya. Melalui penyuluhan ini, diharapkan siswa mampu mengenali, menghindari, dan mencegah perilaku bullying, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang dikembangkan oleh Kurt Lewin dan Paulo Freire. Metode ini melibatkan partisipasi aktif subjek penelitian dalam proses pengumpulan data dan pengambilan keputusan. Dalam konteks penyuluhan anti-bullying, siswa terlibat dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil. Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi dan pemutaran video mengenai bullying serta dampaknya. Selanjutnya, siswa diberi kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya terkait topik tersebut. Setelah penyuluhan, dilakukan survei pre-test dan post-test guna mengukur perubahan pemahaman siswa.
Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang bullying. Sebanyak 80% peserta mampu mengidentifikasi bentuk perilaku bullying dan memahami dampaknya. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menegaskan bahwa pendidikan dan penyuluhan efektif dalam mengurangi kasus bullying di sekolah. Melalui metode PAR, siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berperan aktif dalam proses pembelajaran, sehingga meningkatkan efektivitas kegiatan penyuluhan.
Downloads
References
Djuwita, R. (2006). Kekerasan Tersembunyi di Sekolah: Aspek-Aspek Psikososial dari Bullying. Diakses dari www.didplb.or.id pada 10 Oktober 2020.
Kartono, Kartini. (2003). Patologi Sosial: Gangguan-Gangguan Kejiwaan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Migliaccio, T., & Raskauskas, J. (2016). Bullying as a Social Experience: Social Factors, Prevention and Intervention. Oxfordshire: Routledge.
Putri, H. N., Nauli, F. A., & Novayelinda, R. (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Bullying pada Remaja. Jurnal Online Mahasiswa (JOM), Vol. 2, No. 2.
Rosen, L. H., DeOrnellas, K., & Scott, S. R. (2017). Bullying in School. Diakses dari https://doi.org/10.1057/978 pada 20 Maret 2020.
Schneider, S. K., O’Donnell, L., Stueve, A., & Coulter, R. W. S. (2012). Cyberbullying, School Bullying, and Psychological Distress: A Regional Census of High School Students. Diakses dari http://search.proquest.com pada 20 Maret 2020.
Sejiwa. (2008). Bullying: Mengatasi Kekerasan di Sekolah dan Lingkungan Sekitar Anak. Jakarta: PT Grasindo.
Zakiyah, H., Humaedi, S., & Santoso, M. B. (2017). Bullying di Kalangan Remaja Sekolah: Bentuk, Faktor, dan Dampaknya. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 243–250. DOI: https://doi.org/10.24198/jppm.v4i2.14352
Farida Aryani & Abdullah Sinring. (2020). Dampak Perilaku Bullying terhadap Psikologis Anak Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 5(1), 23–31.
Veenstra, R., Lindenberg, S., Huitsing, G., Sainio, M., & Salmivalli, C. (2005). The Role of Bullying in Schools: A Review of the Research. Aggression and Violent Behavior, 10(5), 479–491.
Romika Rahayu & Mi’rajul Rifqi. (2022). Dampak Psikologis Bullying terhadap Perkembangan Sosial Anak. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 9(3), 157–165.
Siti Uswatun Khasanah. (2024). Laporan Data Kasus Bullying Anak di Indonesia. Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Olweus, D. (1993). Bullying at School: What We Know and What We Can Do. Oxford: Blackwell Publishing.

