ANALISIS KETERGANTUNGAN PETANI PADA PUPUK SUBSIDI (STUDI PADA KELOMPOK TANI TESALONIKA DI DESA SIRISIRISI KECAMATAN DOLOKSANGGUL KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN)
Keywords:
Petani, Pupuk Subsidi, KetergantunganAbstract
Ketergantungan petani pada pupuk subsidi fenomena yang berkembang di Indonesia termasuk di desa Sirisirisi. Pupuk menjadi andalan dalam penunjang produktivitas pertanian karena harganya yang lebih terjangkau dibandingkan pupuk nonsubsidi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor ketergantungan petani terhadap pupuk subsidi, studi pada kelompok tani Tesalonika di desa Sirisirisi kecamatan Doloksanggul kabupaten Humbang Hasundutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskripstif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini terdiri dari Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) desa, anggota kelompok tani Tesalonika dan penasehat kelompok tani Tesalonika. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab ketergantungan petani pada pupuk terdiri dari dua aspek yaitu faktor ekonomi dan faktor sosial, yaitu: pertama faktor ekonomi yang dameliputi rendahnya pendapatan petani, tingginya biaya produksi pertanian, flaktuasi harga hasil panen serta keterikatan pada pola usaha tani subsisten. Kedua faktor sosial meliputi adanya hubungan timbal balik antaranggota kelompok dan adanya kebiasaan kolektif yang menciptakan pola ketergantungan terhadap bantuan dari pemerintah.
Downloads
References
Abdullah, Maryati, & Hakim. (2011). Peta Masalah Pupuk Bersubsidi Di Indonesia. Jakarta Selatan: PATTIRO (Pusat Telaah dan Informasi Regional).
Creswell, J.W. (2014). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Pustaka Pelajar.
Scott, J. C. (1976). Moral ekonomi petani: Pergolakan dan subsistensi di Asia Tenggara. LP3ES.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta Bandung.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif (edisi 3). Alfabeta Bandung.
Suteno dan Rabiansyah, Herry. (2020). Draft Pembukuan dan Administrasi Kelompok Tani Program Readsi Kab. Sambas dan Kab. Sanggau Provinsi Kalimantan Barat.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Adiraputra, P., & Supyandi, D. (2021). Efektivitas Kebijakan Subsidi Pupuk Di Desa Sukaasih Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 7(1), 594.
Darwis, V., & Supriyati. (2013). Subsidi Pupuk: Kebijakan, Pelaksanaan, dan Optomalisasi Pemanfaatannya. Jakarta: Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.
Dwijayanti, S., & Hayati, B. (2020). Analisis Benefit Incidence Terhadap Kebijakan SuSidowayah Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten). Diponegeoro Journal of Economics, 9(1), 119–131.
Ely Tiyastuti, Rhina Uchyani Fajarningsih, W. R. P. (2019). Analisis Efektivitas Distribusi Pupuk Bersubsidi Dengan Pola Kartu Tani Dan PengaruhnyaTerhadap Produksi Tembakau Di Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung. Jurnal Agrista, 7(1), 106–114.
Gusti, N, A, S. (2021). Pertanian Lokal Berkelanjutan: Kemandirian Petani Dari Subsidi dan Korporasi. Jurnal Fian Indonesia.
Hafiz. A. (2023). Pemberdayaan Anggota Kelompok Tani Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Melalui Pembagian Subsidi Pemerintah.
Haryono, S. (2020). Dampak Subsidi Pupuk terhadap Biaya Produksi dan Kesejahteraan Petani di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pertanian, 18(2), 45-57.
Hermanto, R. (2007). Rancangan Kelembangaan Tani Dalam Implementasi Prima Tani di Sumatera Selatan. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian, 5(2), 110-125.
Kasiami, S. (2020). Hambatan-Hambatan Dalam Penyaluran Pupuk Bersubsidi Melalui Kartu Tani di Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Ilmiah Administrasi Universitas Bojonegoro.
Kholis, I., & Setiaji, K. (2020). Analisis Efektivitas Kebijakan Subsidi Pupuk Pada
Petani Padi. Economic Education Analysis Journal, 2(1), 18–23.
Listiani, R., Setiadi, A., & Santoso, S. I. (2019). Analisis Pendapatan Usahatani Pada Petani di Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara. Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 3(1), 50–58.
Maulana, A. R. (2019). Peran Kelompok Tani dalam Meningkatkan Kesejahetraan Petani di Desa Temmabarang, Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo.
Moehar. 2002. Pengantar Ekonomi Pertanian. Bumi Aksara: Jakarta
Mubyarto, A., Affandi, M. I., & Kalsum, U. (2014). Efisiensi Daya Saing Padi Organik di Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Ilmu Agribisnis: 2(2).
Niara, A., & Zulfa, A. (2019). Pengaruh Kontribusi Sektor Pertanian dan Industri Terhadap Kemiskinan di Kabupaten Aceh Utara. Jurnal Ekonomi Regional Unimal, 2(1).
Sastraatmadja, E. 2010. Suara Petani. Bandung : Masyarakat Geografi Indonesia.
Septiadi, D., & Nursan, M. (2023). Simulasi kebijakan pertanian terhadap pengentasan kemiskinan di Indonesia. Jurnal Agrimansion, 24(1), 75-85.
Setiawan, A. B., & Prajanti, S. D. W. (2016). Strategies to develop food crop commodity to improve the prosperity of rural farmers in Grobogan district. Journal of Indonesian Applied Economics, 6(2), 176–190.
Soekartawi. 1986. Ilmu Usaha Tani dan Penelitian Untuk Pengembangan Petani Kecil. Jakarta : Universitas Indonesia Press.
Srimeliani, R. B., Rukka, R. M., Nadja, R. A., & Diansari, P. (2024). Dampak Berkurangnya Jenis Pupuk Bersubsidi terhadap Produksi dan Pendapatan Petani Padi Sawah (Studi Kasus di Desa Limpoccoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan). Jurnal Agrifitia, 5(1).
Suproyo, S. 2016. Ciri-Ciri Pengertian Petani Kecil. Jurnal Agro Ekonomi.
Tiyastuti, R., et al. (2019). Dampak kebijakan subsidi pupuk terhadap produktivitas tanaman pangan. Jurnal Kebijakan Pertanian, 10(3), 201-215.
Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia. (2022). Permentan No. 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian. Jakarta: Kementerian Pertanian.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Pertanian Nomor 67 Tahun 2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani. Jakarta: Kementerian Pertanian.
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. Jakarta: Kementerian Perdagangan.
Presiden Republik Indonesia. (2005). Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2005 tentang Penetapan Pupuk Bersubsidi sebagai Barang Dalam Pengawasan. Jakarta: Sekretariat Negara.
Republik Indonesia. (2016). Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Jakarta: Sekretariat Negara.
Kompas. 2024. Menimbang Kembali Sejumlah Kebijkan Pupuk Subsidi. Diakses darihttps://www.kompas.id/baca/ekonomi/2024/07/12/menimbangkembali-sejumlah-kebijakan-pupuk-subsidi

