Abstract
Penelitian ini mengeksplorasi resiliensi emosional perempuan dewasa muda setelah mengakhiri hubungan romantis yang toksik, dengan tujuan memahami bagaimana individu membangun kembali kekuatan emosional, mengelola pengalaman traumatis, dan menyesuaikan diri secara psikologis setelah menjalani hubungan yang merugikan secara mental dan emosional. Pendekatan kualitatif fenomenologis digunakan, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 3 perempuan berusia 20–30 tahun yang telah berpisah dari hubungan toksik minimal enam bulan. Analisis difokuskan pada pengalaman hidup partisipan, perubahan emosional, proses pemulihan, serta makna yang mereka atribusikan terhadap pengalaman pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi emosional muncul melalui regulasi emosi, kesadaran diri, penerimaan, refleksi personal, serta dukungan keluarga dan teman. Para partisipan menggambarkan perjalanan pemulihan sebagai proses bertahap yang mengubah emosi negatif menjadi pertumbuhan diri, pemberdayaan pribadi, dan redefinisi nilai diri. Resiliensi pasca hubungan toksik tidak hanya terkait dengan stabilitas emosional, tetapi juga kemampuan membangun pola relasi yang lebih sehat dan menghadapi tantangan interpersonal secara adaptif. Pemulihan bersifat kontekstual, dipengaruhi oleh pengalaman personal, dukungan sosial, dan strategi koping yang disengaja, sehingga temuan ini memiliki implikasi bagi praktisi psikologi, terapi, edukasi, dan program komunitas untuk mendukung koping adaptif, pertumbuhan pribadi, serta pemulihan psikologis yang bermakna.
References
Amanda, N. Z. P., Umar, M. F. R., & Aditya, A. M. (2024). Dating Violence: Studi Pada Remaja Akhir Yang Pernah Mengalami Kekerasan dalam Pacaran Di Kota Makassar. Jurnal Psikologi Karakter, 4(1), 222–228. https://doi.org/10.56326/jpk.v4i1.3648
Andari, P., Savitri, N., & Rifai, M. (2025). Dilema Korban Dating Violence: Studi Kasus Persepsi Pribadi Perempuan. Aceh Anthropological Journal, 9(1), 19–36. https://doi.org/10.29103/aaj.v9i1.21525
Anjani, A. F., Anjani, N. K. M., Giovana, S., Apriliani, S., & Farisandy, E. D. (2024). Cinta Pertama Hilang: Mengungkap Dinamika Forgiveness Perempuan Dewasa Tanpa Ayah Pasca Perceraian. Psyche 165 Journal, 17(1), 48–56. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v17i1.332
Arifin, I. P., & Nurchayati. (2023). Self-Worth pada Perempuan yang Pernah Terlibat Toxic Relationship. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 10(2), 45–61. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/53156
Awaluddin, A. S., Widyastuti, & Zainuddin, K. (2024). Post-traumatic Growth pada Wanita Dewasa Awal Pasca Perceraian Orang. Mediapsi, 10(2), 268–281. https://doi.org/10.21776/ub.mps.2024.0010.02.971
Ayunda Sari, N., & Wahyuning, S. (2025). Dampak Toxic Relationship pada Perilaku Sosial Mahasiswa Telkom. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(1), 58–64. https://doi.org/10.30596/ji.v9i1.19595
Azka Yuliani Rahmanie, Bunga Aqila Zahra, Fatwa Wira Yudha, & Muhamad Romdon Agnia. (2025). Victimology Kekerasan Berbasis Gender (KBG). Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik Dan Humaniora, 2(2), 255–265. https://doi.org/10.62383/progres.v2i2.1862
Beladiena, A. N., Nulhaqim, S. A., & Irfan, M. (2025). Pendekatan Best Option Counseling sebagai Upaya Menangani Dampak Negatif Toxic Relationship. 8090, 160–174. https://doi.org/10.22219/jurnalsospol.v11i2.38247
Bulman, J. R. (1979). Characterological versus behavioral self-blame: inquiries into depression and rape. Journal of Personality and Social Psychology, 37(0).
Daeli, J. S., & Santosa, M. (2024). Studi Literatur:Toxic RelationshipPerilaku Berpacaran Pada Mahasiswa. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 4(2), 5692–5701.
Firmansyah, K. P., & Kurniawan, A. (2022). Pengaruh Strategi Koping terhadap Adaptational Outcomes pada Remaja setelah Putus Cinta. Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2(2), 848–854. https://doi.org/10.20473/brpkm.v2i2.40747
Glass, L. (1995). Toxic People: 10 Ways of Dealing with People Who Make Your Life Miserable. https://books.google.co.id/books/about/Toxic_People.html?id=eHqErgEACAAJ&redir_esc=y
Kanda, A. S., & Kivania, R. (2024). Dampak Toxic Relationship Terhadap Kesehatan Mental. Sammajiva: Jurnal Penelitian Bisnis Dan Manajemen, 2(1), 118–129.
Khalefa, E. Y., & Selian, N. (2021). Non-Random Sample Strategy in Qualitative Art-Related Studies. International Journal of Creative and Arts Studies, 8(1), 35–49.
Kurniawati, U. L., & Ariyati, I. (2025). The Dynamics of Toxic Relationships in Relation to Life Satisfaction and Self-Esteem Among Adult Women Following a Broken Engagement. 8(3).
Putri, S., & Komalasari, S. (2025). Analisis Faktor Trauma dari Pengalaman Toxic Friendship pada Generasi Z. Jurnal Penelitian Psikologi, 12(01), 38–48.
Putri, S. R., & Dewi, D. K. (2024). Dinamika Kedukaan atas Kematian Orang Tua pada Dewasa Awal. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 11(2), 934–953.
Qonitah, A., Salsabilla, S. A., Marpaung, P., Mulyana, D. A., & Safitri, M. D. D. (2024). Kekerasan dalam hubungan pacaran: Studi fenomenologi pengalaman individu dalam toxic relationship. Comdent: Communication Student Journal, 1(2), 436–451. https://doi.org/10.24198/comdent.v1i2.51703
Ramadhatsani, S., Apsari, N. C., & Taftazani, B. M. (2024). Memahami Kekerasan dalam Pacaran Secara Resiprokal: Studi Kasus tentang Dinamika Hubungan yang Melibatkan Kekerasan Gegar Beralasan. Themis : Jurnal Ilmu Hukum, 1(2), 55–67. https://doi.org/10.70437/themis.v1i2.471
Sugiyono. (2013). Teknik Pengumpulan Data dan R&D. Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan, 3(1), 127–149.
Suriani, N., Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Defenisi Populasi. Jurnal IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 24–36.
Van Breda, A. (2018). A Critical Review Of Resilience Theory And Its Relevance For Social Work. Social Work, 54(1). https://doi.org/10.15270/54-1-611
Yani, D. I., Radde, H. A., & Gunawan, A. (2021). Halaman: 38-43 Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi. Jurnal Psikologi Karakter, 1(1), 38–43. http://https//journal.unibos.ac.id/jpk38
Yunanto, T. A. R., & Kenward, B. (2024). Dinamika Kesejahteraan Psikologis pada Perempuan Dewasa Awal yang Mengalami Kekerasan Emosional dalam Hubungan Pacaran. Journal Psikogenesis, 12(1), 66–83. https://doi.org/10.24854/jps.v12i1.3485
