IMPLEMENTASI LAYANAN KONSELING INDIVIDU UNTUK MENGATASI OVERTHINKING PADA MAHASISWA MENGGUNAKAN PENDEKATAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT)
pdf

Keywords

Overthinking; Konseling Individu; Cognitive Behavioral Therapy; Cognitive Restructuring; Mahasiswa

How to Cite

IMPLEMENTASI LAYANAN KONSELING INDIVIDU UNTUK MENGATASI OVERTHINKING PADA MAHASISWA MENGGUNAKAN PENDEKATAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT). (2026). Liberosis: Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 17(2), 801-810. https://cibjournal.com/index.php/liberosis/article/view/7300

Abstract

Overthinking merupakan salah satu masalah psikologis yang paling sering dialami mahasiswa dan berpengaruh terhadap konsentrasi belajar, produktivitas, serta kesejahteraan emosional. Overthinking ditandai oleh kemunculan pikiran negatif secara berulang, kecenderungan untuk terus memikirkan pengalaman masa lalu, serta kekhawatiran berlebih terhadap hal-hal yang belum terjadi. Best practice ini bertujuan menggambarkan proses pelaksanaan konseling individu dengan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) menggunakan teknik cognitive restructuring untuk membantu mahasiswa mengatasi overthinking. Penelitian ini memakai metode studi kasus dengan dua pertemuan konseling individu, mencakup tahap pembentukan hubungan, eksplorasi masalah, perumusan tujuan, hingga penerapan teknik cognitive restructuring. Hasil menunjukkan bahwa konseli mampu mengenali distorsi kognitif, menantangnya melalui socratic questioning, serta menggantinya dengan pikiran alternatif yang lebih rasional. Konseli juga melaporkan berkurangnya ruminasi, menurunnya kecemasan akademik, serta meningkatnya kemampuan dalam mengelola pikiran dan emosi. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menegaskan efektivitas CBT dalam menurunkan overthinking, meningkatkan regulasi emosi, dan memperkuat fleksibilitas kognitif pada mahasiswa. Dengan demikian, layanan konseling individu berbasis CBT menjadi intervensi yang tepat dan efektif untuk menangani masalah overthinking di lingkungan perguruan tinggi.

pdf

References

Almanar, N., Fitri, A. A., & Abdurrazaq, M. N. (2023). Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia PENYIARAN ISLAM IAI AL-AZIS DALAM MENJALANKAN FUNGSI KELUARGA Komunikasi Penyiaran Islam , Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia ( IAI AL-AZIS ). 1(3), 388–408.

Beck, A. T., & Haigh, E. A. P. (2014). Advances in Cognitive Theory and Therapy : The Generic Cognitive Model ∗. Annual Reviewers, 10, 1–24. https://doi.org/10.1146/annurev-clinpsy-032813-153734

Budiman, J. A., Hikayudi, A., & Zulfia, S. (2025). DAMPAK OVERTHINKING TERHADAP PRODUKTIVITAS BELAJAR DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI. PSIKIS: Jurnal Ilmu Psikiatri Dan Psikologi, 1(1), 1–9.

Clark, D. A. (2014). Cognitive Restructuring. I. https://doi.org/10.1002/9781118528563.wbcbt02

Dianti, T. M., Karneli, Y., & Mudjiran, M. (2024). ANALISIS TEKNIK-TEKNIK COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY DALAM KONSELING. KOPENDIK: Jurnal Ilmiah Konseling Pendidikan, 3(1), 29–39.

Dobson, K. S. (2010). Handbook of Cognitive Behavioral Therapies (Third Edit). The Guilford Press.

Fatmawati, Halek, M. (2024). Implementasi Layanan Bimbingan Konseling Individu Dengan Pendekatan Cognitive Behaviour Therapy ( CBT ) ( Studi Kasus Anak Broken Home SMAN 9 kota bengkulu The Implementation of Individual Counseling with Cognitive Behaviour Therapy Approach ( Case Study. JICN: Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 175–186.

Habsy, B. A., Fikri, C. I., Qurrotussalwa, F., Septianingtyas, D. L., & Rahmah, D. O. N. (2024). Mengenal Lebih Dekat Konseling Gestalt: Sebuah Studi Literatur. Tsaqofah, 4(3), 1847–1864. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v4i3.3002

Harahap, A. P., Nurhanasan, U., & Perdana, A. A. (2024). Nilai Etika Konselor dalam Membangun Interaksi Efektif antara Konselor dan Konseli. Reslaj: Religion Education Social, 6(10), 4608–4614. https://doi.org/10.47476/reslaj.v6i10.3016

Kharimah, A. N. (2020). Overthinking dalam Perspektif Psikologi dan Islam.

Luzanil, S. T., & Menaldi, A. (2022). MAHASISWA RANTAU THE EFFECTIVENESS OF COGNITIVE BEHAVIORAL GROUP THERAPY FOR. 9, 94–115. https://doi.org/10.24854/jpu221

Petric, D. (2018). Emotional knots and overthinking. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.18079.66720

Prayitno. (2017). Konseling Profesional yang Berhasil: Layanan dan Kegiatan Pendukung. Ghalia Indonesia.

Setyorini, R. (2024). PENERAPAN KONSELING INDIVIDU BERBASIS COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (CBT) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA. 21(12).

Wijaya, Y. D., & Lunanta, L. P. (2024). Stres, Kecemasan, dan Depresi Pada Mahasiswa di Jakarta. Forum Ilmiah, 21(1), 26–31.

Wong, T. W., Cheung, J. C., & Yau, C. H. (2022). Mental health support systems in higher education: The role of counseling services. Journal of Student Affairs Research and Practice, 59(3), 233–247.

Yalom, I. D., & Leszcz, M. (2020). The theory and practice of group psychotherapy (6th ed.). Basic Books.