PENGALAMAN DAN STRATEGI MENGHADAPI KETIDAKMAMPUAN MEMILIKI ANAK DALAM KELUARGA
pdf

Keywords

Keluarga Tanpa Anak, Infertilitas, Dukungan Emosional, Keharmonisan Keluarga

How to Cite

PENGALAMAN DAN STRATEGI MENGHADAPI KETIDAKMAMPUAN MEMILIKI ANAK DALAM KELUARGA. (2026). Liberosis: Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 17(2), 181-190. https://cibjournal.com/index.php/liberosis/article/view/5832

Abstract

Penelitian ini mengangkat pengalaman keluarga tanpa anak di Indonesia dengan menggunakan metode wawancara mendalam terhadap seorang perempuan yang mengalami infertilitas. Studi ini menggali tantangan fisik, psikologis, dan sosial yang dialami dalam perjalanan rumah tangga mereka, termasuk prosedur medis dan upaya promil yang dijalani. Temuan menunjukkan bahwa ketidakmampuan memiliki anak membawa tekanan emosional dan stigma sosial, namun dukungan pasangan, sikap optimis, dan kepercayaan pada takdir sangat membantu menghadapi kondisi tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa kebahagiaan keluarga tidak selalu bergantung pada keberadaan anak, melainkan pada keharmonisan dan pengertian antar pasangan.

pdf

References

Anjani, R., & Hairunnisa, K. A. R. (2020). Kampung KB Sebagai Upaya Merubah Paradigma Banyak Anak Banyak Rejeki. Proceedings Universitas Pamulang [Internet], 141–146.

Cathlin, C. A., Anggreany, Y., & Dewi, W. P. (2019). Pengaruh harapan terhadap resiliensi wanita dewasa muda yang penrah mengalami abortus spontan. Jurnal Psikologi Ulayat, 6(1), 1–13. https://doi.org/https://doi.org/10.24854/jpu02019-106

Chintia, T. S., Rachmi Sulistyarini, S. H., MH, D., & SH, M. (2013). Perceraian Karena Tidak Memiliki Keturunan dan Campur Tangan Orang Tua. Jurnal Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

Dewi, N. W. A. T., Suardika, A., & Mulyana, R. S. (2019). Faktor penyebab infertilitas pasien program IVF (in vitro fertilization) di klinik graha tunjung RSUP sanglah. Intisari Sains Medis, 10(3).

Febri, N., Rahayu, S., & Rahmah, F. A. (2022). Keputusan Pasangan Subur Untuk Tidak Memiliki Anak. Hermeneutika: Jurnal Hermeneutika. https://www.popmama.com/life/relationsh

Ferland, P., & Caron, S. L. (2013). Exploring the long-term impact of female infertility: A qualitative analysis of interviews with postmenopausal women who remained childless. The Family Journal, 21(2), 180–188. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/1066480712466813

Harsyah, N. R., & Ediati, A. (2015). Perbedaan sikap laki-laki dan perempuan terhadap infertilitas. Jurnal Empati, 4(4), 225–232. https://doi.org/https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/download/14323/13855

Ilmia, A. W., & Latipun, L. (2020). The happiness of involuntarily childless women: a qualitative study. International Journal of Psychology and Behavioral Sciences 2020, 43–50. https://doi.org/https://doi.org/10.5923/j.ijpbs.20201002.03

Komalasari, G., & Septiyanti, R. (2017). Koping stres wanita menikah yang belum dikaruniai anak. Jurnal Penelitian Dan Pengukuran Psikologi: JPPP, 6(2), 61–65. https://doi.org/https://doi.org/10.21009/jppp.062.01

Kusmana, K. (2020). Kodrat perempuan dan Al-Qur’an dalam konteks Indonesia modern: Isyarat dan persepsi. Musãwa Jurnal Studi Gender Dan Islam, 19(1), 21–41. https://doi.org/http://202.0.92.5/pusat/MUSAWA/article/view/2083/1705

Muharromah, R., & Hendriani, W. (2020). Hubungan antara Harapan (Hope) dengan Resiliensi Terhadap Istri yang Mengalami Involuntary Childless. INSAN Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental, 4(1), 19. https://doi.org/10.20473/jpkm.v4i12019.19-27

Panggabean, G. S. (2014). Involuntary childlessness, stigma and women’s identity. Jurnal Sosiologi Reflektif, 9(1), 51–62. https://doi.org/https://media.neliti.com/media/publications/130928-EN-involuntary-childlessness-stigmaand-wom.pdf

Pujari, S., & Unisa, S. (2014). Failing fatherhood: A study of childless men in rural Andhra Pradesh. Sociological Bulletin, 63(1), 21–40. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/0038022920140102

Putri, M. A. T. I. I., & Masykur, A. M. (2013). Penerimaan Diri Pada Istri Yang Mengalami Involuntary Childless (Ketidakhadiran Anak Tanpa Disengaja). Jurnal Empati, 2(4), 256–265.

Santoso, L., Komunikasi, I., Kristen, U., & Surabaya, P. (2014). PENERIMAAN PASANGAN SUAMI ISTRI TERHADAP INVOLUNTARY CHILDLESSNESS DALAM FILM TEST PACK : YOU’RE MY BABY. JURNAL E-KOMUNIKASI, VOL 2. NO.2. https://doi.org/https://media.neliti.com/media/publications/80555-ID-none.pdf

Sari, N., & Widiasavitri, P. N. (2017). Gambaran kesejahteraan subjektif pada wanita yang mengalami involuntary childlessness. Jurnal Psikologi Udayana, 4(2), 357–366. https://doi.org/https://doi.org/10.24843/jpu.2017.v04.i02.p11

Simarmata, O. Y., & Lestari, M. D. (2020). Harga diri dan penerimaan diri pasangan menikah tidak memiliki anak di Bali. Jurnal Psikologi. https://doi.org/https://ojs.unud.ac.id/index.php/psikologi/article/view/57810

Tabong, P. T.-N., & Adongo, P. B. (2013). Infertility and childlessness: a qualitative study of the experiences of infertile couples in Northern Ghana. BMC Pregnancy and Childbirth, 13(1), 72. https://doi.org/https://doi.org/10.1186/1471-239313-72

Tanaka, K., & Johnson, N. E. (2016). Childlessness and mental well-being in a global context. Journal of Family Issues, 37(8), 1027–1045. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/0192513X14526393

Ulfah, S. M. (2014). Gambaran subjective well being pada wanita involuntary childless. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 2(3).

Weil, C. M. (2000). Exploring hope in patients with end stage renal disease on chronic hemodialysis. Nephrology Nursing Journal, 27(2), 219.

Wiweko, B. (2018). Inovasi Kedokteran Reproduksi di Era Disrupsi. EJournal Kedokteran Indonesia, 6(3), 272228. https://doi.org/https://doi.org/10.23886/ejki.6.10089.

Wozniak, G. (2014). Causes of infertility in women at reproductive age.