Abstract
Perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif menuntut karyawan untuk mampu memenuhi tuntutan pekerjaan yang tinggi sekaligus mempertahankan kualitas kehidupan pribadinya. Kondisi tersebut apabila tidak dikelola dengan baik dapat memicu munculnya burnout, yaitu kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental akibat stres kerja yang berlangsung secara berkepanjangan. Burnout tidak hanya berdampak pada kesejahteraan psikologis karyawan, tetapi juga berpengaruh terhadap kinerja dan keberlangsungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan faktor protektif yang mampu menekan risiko burnout, di antaranya komitmen organisasi dan work-life balance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komitmen organisasi dan work-life balance dengan burnout pada karyawan PT X di Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah karyawan PT X yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel tertentu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala burnout, skala komitmen organisasi, serta skala work-life balance. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda dan uji korelasi parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen organisasi dan work-life balance secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan burnout (p < 0,05). Secara parsial, komitmen organisasi memiliki hubungan negatif dan signifikan dengan burnout, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi komitmen organisasi, semakin rendah tingkat burnout karyawan. Selain itu, work-life balance juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan burnout, yang mengindikasikan bahwa tingginya skor work-life balance yang merepresentasikan konflik antara peran kerja dan kehidupan pribadi berkaitan dengan meningkatnya burnout pada karyawan.
References
Assa, A. F. (2022). DAMPAK BEBAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP BURNOUT SYNDROME PADA KARYAWAN PT. SINERGI INTEGRA SERVICES. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 6(3), 436–451. https://doi.org/10.31955/mea.v6i3.2454
Aura, D. R., & Sitorus, M. (2025). Dampak Burnout Terhadap Produktivitas Dan Kesehatan Mental di Dunia Kerja.
Azizah, M., Pamungkas, R., & Merdiaty, N. (2024). Kajian Literatur: Burnout & Strategi Penaganannya. Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 9(1), 1–9.
Choeriyah, A. N., & Utami, A. T. (2023). Pengaruh Work Life Balance terhadap Komitmen Organisasi pada Dosen Hybrid Working. Jurnal Riset Psikologi, 9–16. https://doi.org/10.29313/jrp.v3i1.1800
Christover, G., & Ie, M. (2021). Pengaruh Stres Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Organisasi. Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan, 3(4), 999. https://doi.org/10.24912/jmk.v3i4.13473
Clark, S. C. (2000). Work/Family Border Theory: A New Theory of Work/Family Balance. Human Relations, 53(6), 747–770. https://doi.org/10.1177/0018726700536001
Dewi, E. M. P., Irmayanti, S., Nahdah, N., Amrie, M. Y., Hidayat, T., Rismeianti, R., & Citra, Y. (2023). A Happy Strategy for Dealing with Burnout in Students and Workers. Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 40–47. https://doi.org/10.35877/454RI.mattawang1394
Dzinnur, C. T. I., & Putra, A. R. (2022). Produktivitas Pekerja Konstruksi ditinjau dari Supervisi, Beban Kerja, dan Burnout. Journal of Trends Economics and Accounting Research, 3(2), 49–55. https://doi.org/10.47065/jtear.v3i2.538
Firmansyah, M., Nainggolan, E. E., & Haque, S. A. U. (2025). Peran Interaksi Sosial dan Stres Akademik dalam Meningkatkan Work-Life Balance Mahasiswa Pekerja di Surabaya. JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia, 2(04). https://doi.org/10.30996/jiwa.v2i04.12591
Fisher, G. G., Bulger, C. A., & Smith, C. S. (2009). Beyond work and family: A measure of work/nonwork interference and enhancement. Journal of Occupational Health Psychology, 14(4), 441–456. https://doi.org/10.1037/a0016737
Galis, E. E., & Puspitadewi, N. W. S. (2023). The Relationship between Work Life Balance and Burnout in PT. X. Character : Jurnal Penelitian Psikologi, 10(3), 888–898.
Hendra, D., & Artha, B. (2023). Work-Life Balance: Suatu Studi Literatur. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(3), 11320–11330. https://j-innovative.org/index.php/Innovative
Khote, Y., Kinski, A., Sherly, S., Hartini, S., & Sitorus, F. D. (2024). BURNOUT DITINJAU DARI PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT X. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 8(2), 770–781. https://doi.org/10.31955/mea.v8i2.4062
Manurung, R. N., & Bernarto, I. (2024). The Effect Of Work-Life Balance, Job Burnout, Organizational Commitment on Turnover Intention at XYZ Hospital in Bekasi. MEC-J (Management and Economics Journal), 8(1), 83–98. https://doi.org/10.18860/mec-j.v8i1.24183
Marrug, K. A., & Budiani, M. S. (2023). Hubungan Quality of work life Dengan Burnout Pada Karyawan PT. X. Jurnal Penelitian Psikologi, 10(3), 110–121.
Mazerolle, S. M., Eason, C. M., & Goodman, A. (2022). Work-life balance and career satisfaction among athletic trainers during a global pandemic. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(3), 1311. https://doi.org/10.3390/ijerph19031311
Meyer, J. P., & Allen, N. J. (1991). A three-component conceptualization of organizational commitment. Human Resource Management Review, 1(1), 61–89. https://doi.org/10.1016/1053-4822(91)90011-Z
Mowday, R. T., Steers, R. M., & Porter, L. W. (1979). The measurement of organizational commitment. Journal of Vocational Behavior, 14(2), 224–247. https://doi.org/10.1016/0001-8791(79)90072-1
Muliati, R. M. (2025). Penentu Loyalitas Karyawan. 5(1), 1200–1205.
O’Reilly, C. A., & Chatman, J. (1986). Organizational commitment and psychological attachment: The effects of compliance, identification, and internalization on prosocial behavior. Journal of Applied Psychology, 71(3), 492–499. https://doi.org/10.1037/0021-9010.71.3.492
Putra, W. D., & Suhariadi, F. (2020). Hubungan antara work-family conflict dan work engagement dengan work-life balance pada karyawan wanita. Jurnal Psikologi Ulayat, 7(1), 35–50. https://doi.org/10.24854/jpu157
Raharjo, S. T., & Prahara, S. A. (2019). Gambaran Burnout Pada Profesional Kesehatan Mental. Fakultas Psikologi Universitas Borobudur, 8(1), 12–27.
Sirgy, M. J., & Lee, D.-J. (2018). Work-Life Balance: an Integrative Review. Applied Research in Quality of Life, 13(1), 229–254. https://doi.org/10.1007/s11482-017-9509-8
Toding, A., & Huwae, A. (2023). Jurnal Mirai Management. Jurnal Mirai Management, 8(1), 336–346.
Yulianto, H. (2020). Maslach Burnout Inventory-Human Services Survey (MBI-HSS) Versi Bahasa Indonesia: Studi Validasi Konstruk pada Anggota Polisi. Jurnal Pengukuran Psikologi Dan Pendidikan Indonesia (JP3I), 9(1), 19–29. https://doi.org/10.15408/jp3i.v9i1.13329